.: bersih-bersih :.

 

 

 

Sampai sesiang ini, cuaca masih  bersahabat, handphone dan telepon kantor juga boleh dibilang tak banyak ngoceh hari ini.  Beberapa hari ini sih memang agak sepi orderan, sebagian pabrik-pabrik dan gudang tujuan pengiriman masih over stock jadinya terjadi penumpukan, sementara faktor penghambat lainnya adalah komoditi seperti hasil-hasil bumi seperti beras masih terkendala cuaca. Jadi, mumpung lagi sepi orderan krunya kura-kura ninja dibantu dua pelayan yang jauh dari seksoy (baca : relawan) memutuskan buat bersih-bersih.

 

 

Flashback ke empat, lima, tujuh, sepuluh bulan, satu, tahun yang lalu, hampir dua tahun yang lalu, tepatnya Juli 2010 saat saat kami dan beberapa teman yang sudah tidak bersama kami lagi memutuskan untuk lahir dan ada dengan sebuah nama “PT. Anugrah Trans Makassar” . Maka di tanggal 7 bulan itu dimulailah langkah pertama kami dan dua, tiga, lima, tujuh, setahun, kemudian Alahmdulillah kami berhasil menunjukkan pada dunia bahwa kami memang ada dan akan tetap ada. Meski kami masih tergolong baru tapi kami yakin bisa dan kami pun bercita-cita untuk sukses seperti mereka yang telah sukses.

Dan … Ok, flashbacknya cukup dulu, sekarang saatnya kembali ke dunia nyata karena proyek bersih-bersihnya akan segera mulai. Maka dimulailah proyek bersih-bersihnya dengan ninja kuning yang membeli 3 buah masker di apotek  dekat Bank Mandiri  seletah nitip kliringan buat besok, meski akhirnya maskernya masih tak tersentuh sampai sekarang. Nah, kemudian gilirannya ninja merah dan ninja biru yang beli perlengkapan inti buat bersih-bersih dan selanjutnya …… byuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrr …. cliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing … !!! fuuuuuuuuuu …. sangat melelahkan tapi Alhamdulillah, akhirnya sukses juga bersih-bersihnya. Dan kelelahan dan peluhpun terbayar dengan nasi goreng dan lalapan … Alhamdulillah. Waktu mengunyahpun  selesai saatnya menjawab telepon yang sudah berdering.

 

 

 

.: satu pintu :.

 

saat pintu-pintu yang lain menutup untukku

aku sadar ada satu pintu yang terbuka di tiap waktu

dan … mestinya kusadari itu

ah, yakinku sedang di tempa

di antara ragu dan resah yang menyela

dan pandanganku tersamar yang ronanya pun tak  pernah memudar

meski akhirnya yakinku kembali tegar

berjalan menuju cahaya yang tampak padanya, berpendar

satu pintu yang di dalamnya lapang – melegakan … Alhamdulillah

sementara aku datang dengan berjalan, Engkau merengkuhku  berlari

Ya Robb, dekap aku erat … terima kasih.

 

 

.: suara jiwa :.

Masjid Assalam

Masjid Assalam (Photo credit: tuahlensa)

Untuk hari cerah penuh warna, Assalam ‘alaikum …

untuk pesona yang penuh rona, mataku tak akan kupejam

terlalu indah untuk melewatkan

terlalu sayang untuk disiakan

saatnya berjalan

inilah keputusan

dengan segenap kesadaran dan kejujuran

bahwasanya aku hanyalah aku dengan segala keterbatasan

yang kadang dihinggapi keragu-bimbangan

yang masih keteteran dalam pengendalian

dan aku memang takut lupa pada kelenaan, pada pesona yang kusuarakan

dan inilah kejujuran

tapi jika akupun takut untuk melangkah dan berjalan

apa  masih ada kesempatan ???

satu kesempatan beribu pilihan, tapi kita tak akan tau akhir sebuah perjalanan kalau kita tak punya keberanian untuk mulai berjalan

hari ini adalah momentum, bismillah …

.: Anak Kaki Gunung :.


Ini dia serial  yang jadi favorit orang rumah termasuk aku.  Serial TV karya Dedi Mizwar yang diangkat dari sebuah novel karya Tere Liye yang berjudul Anak-anak Mamak. Oh iya ngomong-ngomong tentang Tere Liye dia kan penulis hebat, aku suka karya-karyanya apalagi kan baru-baru ini Hafalan Surat Delisa-nya juga eksis tu di bioskop-bioskop tanah air. wah congrat n trus berkarya ya … salute ^^d.

Kembali ke komunitas anak kaki gunung, ini serial istimewa yang sangat layak nonton buat kita semua. Banyak pesan moral yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, kisah keluarga sederhana dan bahagia Pak Syahdan dan Mak Nur beserta empat orang anak-anaknya Eliana, Pukat, Burhan dan Amelia yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Keluarga bahagia  ini tinggal di sebuah kampung di kaki gunung Singgalang, Sumatera Barat,  yang jauh dari perkotaan. Hanya ada satu Sekolah Dasar yang bangunannya sudah tampak memprihatinkan, dan seorang guru bernama Pak Taufik yang mengajar.Seorang guru bantu/honorer yang sudah mengabdi selama 15 tahun. “Belum PNS”, kata Pak Taufik satu ketika pada seorang penyidik kepolisian dari kota di salah satu episode. Murid setiap kelas tidak lebih dari delapan orang. Di samping itu, Eliana, Pukat, Burhan, dan Amelia, bersama teman-temannya, setiap malam juga mengaji pada seorang guru mengaji yang mereka panggil dengan sebutan Nek Kiba , satu-satunya guru mengaji di kampung itu yang menolak pemberian dari setiap anak didiknya dengan alasan tak menjual ilmu agama yang dianugerahkan padanya. Selain itu, persahabatan indah antara ke empat kakak beradik ini dengan teman-temannya merupakan nilai tambah serial ini, yang diharapkan dapat menjadi tontonan yang menarik dan mendidik khususnya buat anak-anak. Anak Kaki Gunung, anak-anak yang peka terhadap alam dan makhluknya, yang selalu dapat mengatasi berbagai masalah dengan kearifan sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua dan guru-gurunya. Kisah-kisahnya diramu secara apik dan menarik, sangat inspiratif tanpa kesan menggurui.

ost. Anak kaki Gunung

Gigi – Sahabat

Terimakasih kawan teman baikku
Kau membuatku senang, membuat ceria
Sahabat paling sejati selalu

Persahabatan kita kisah klasikku
Tahun bulan dan hari kita lalui
Sahabat paling sejati selalu

Syalala aku gembira
Syalala selalu tertawa
Syalala aku bahagia
Syalala bersama

Jatuh bangun bersama selama ini
Suka duka bersama selama ini
Sahabat paling sejati selalu

Syalala aku gembira
Syalala selalu tertawa
Syalala aku bahagia
Syalala bersama

Sahabat paling sejati selalu

Syalala aku gembira
Syalala selalu tertawa
Syalala aku bahagia
Syalala bersama