Belajar EMKL part 1

Beberapa istilah umum yang digunakan dalam pengangkutan menggunakan container atau peti kemas :

English: stabilizing capabilities dunnage bags

English: stabilizing capabilities dunnage bags (Photo credit: Wikipedia)

  • · Muat barang
  1. – STUFFING
  2. – VANNING
  • · Bongkar barang
  1. – UNSTUFFING
  2. – DEVANNING
  3. – STRIPING / Mengosongkan
  • · LO-LO
  1. – LIFT ON : Menaikkan container ke atas alat angkut
  2. – LIFT OFF : Menurunkan container dari alat angkut
  • CY: Container Yard, tempat penumpukkan container kosong dan berisi
  • CFS : Container Freight Station, gudang tempat stuffing dan stripping container
  • FCL : Full Container Load, container berisi barang yang semuanya     dimiliki oleh 1 orang atau 1 perusahaan
  • LCL : Less Container Load, container berisi barang yang dimiliki oleh beberapa orang atau beberapa perusahaan
  • SOC : Shipper Own Container, container milik shipper
  • COC : Carrier Own Container, container milik carrier atau armada pengangkutan
  • Detention : pungutan biaya yang dikenakan karena pemilik barang mengembalikan container melewati batas free time
  • Storage(penumpukan)-Demurrage(sewa container) : pungutan biaya yang dikenakan karena pemilik barang mengambil container isi di pelabuhan setelah melewati batas free time. Untuk penagihan biaya storage-demurage setiap pelayaran punya aturan berbeda-beda. Untuk pelayaran Tanto cabang S misalnya, 3 hari pertama adalah free di mana hari 1 itu dihitung mulai dari hari proses bongkar kapal. Selanjutnya hari ke 4, 5, 6, 7, dan seterusnya biaya storage sudah mulai ditagihkan. Adapun biaya demurage mulai ditagihkan dihari ke- 6. Sementara untuk pelayaran CTP, free storage biasanya lima hari, hari ke 6,7, 8, 9 dan seterusnya storage-demurage sudah mulai ditagihkan.
  • Konsorsium : kelompok container operator yang melayani rute khusus, saling melakukan slot charter antara satu sama lain
  • Container Depot : lapangan tempat penyimpanan container kosong
  • Container Leasing : perusahaan yang menyewakan container
Stuffing adalah pengistilahan kegiatan loading cargo ke dalam container baik Container 20″ maupun 40″. Stuffing dalam (Depo) umumnya dilakukan untuk barang barang tertentu yang sifat barangnya dari pabrik/gudang menggunakan trucking (non container). Perlakuan stuffing di dalam pelabuhan sesuai dengan permintaan pihak customer. Dalam hal ini memang akan timbul biaya stuffing atau penyewaan tempat dari Depo Pelayaran.

Related articles

Iklan

4 thoughts on “Belajar EMKL part 1

  1. Ping-balik: contoh surat penawaran « analekta and me

    • Dear Asmara, maaf baru nengok wp lg … untuk pengembalian cont kosong saya rasa tdk perlu pakai surat permohonan, cukup koordinasi/melaporkan ke pihak pelayaran pemilik cont. nah selanjutnya pihak pelayaran yang akan memberikan form LoLo(empty) dan menginformasikan lokasi depo mana kita akan mengembalikan cont kosong tersebut.

      Salam Sukses

      • Saya Tambahkan : Pengurusan & Pembayaran LOLO dilakukan di Pelindo / Terminal Petikemas atau Kantor Pembayaran Penumpukan Container yang dimiliki baik itu dari Pelindo atau Pihak Swasta di Sekitar Pelabuhan, Setiap Pengurusan / Pembayaran Lift On pasti juga membayar Lift Off (sepaket). jadi Supir yang membawa Container cukup membawa Bukti JOB LOLO sebagai bukti utk proses LOLO di Pelabuhan, jadi Tidak usah memakai Surat Permohonan / Pemberitahuan lagi.

        Demikian, Semoga Kita bisa Saling Share ilmu mengenai Pengurusan Kepelabuhanan & Kepabeanan
        Atas perhatiaanya diucapkan terimakasih

        Regards
        Krl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s