seperti purnama

Maksud hati memanjakan badan sambil rebahan, lumayan refresh sebentar sambil mendengar ceramah tarwih Pak Ustadz di Masjid Kompleks yang suaranya masih terdengar jelas sampai ke rumah. Tapi, ouuuuwwww sesuatu mengusik pandanganku dari langit-langit hijau di dalam kamar. Sependar cahaya bulat nun jauh di sana, dari balik tirai putih dan kaca jendela tampak dekat malam ini. Bulat sempurna, duduk manis di atas sana. Ku singkap tirai, oh subhanallah dia sungguh mempesona. Purnama. Si rembulan telah sampai pada kuartir ke dua revolusi dan malam ke 14  Ramadhan, yah kiranya aku tak salah menduga. Tak terasa membersamai Ramadhan hampir separuh perjalanan. Semoga semangat ini tak terpengaruh kuatnya godaan big sale dan discount, meski tak ada salahnya juga tampil cantik dan apik di hari fitri nanti asalkan sesuai kemampuan. Namun toh itu bukanlah salah satu ukuran sempurnanya ibadah dan termasuk golongan orang-orang yang menang. Kemenangan itu tak sekedar berhasil menahan lapar dan haus semata, tapi lebih dari itu sifat dan sikap pun harus dimenangkan agar kelak di hari fitri jiwa kita terlahir sebagai jiwa baru yang fitrah, yang suci.

Taqobballah minnaa wa minkum

Semoga Allah meridhoi. Amin amin amin Yaa Robb.

Ramadhan ke 14 di 1433 Hijriyah

Full Super Moon

Full Super Moon (Photo credit: Hastu Wicaksono)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s