semesta cinta

Perseid_Meteor_Shower_Wows_Weekend-aaec81e6a03164a5157f0e095657c948.jpg

Di luar, langit cerah penuh bintang. Aku bisa melihatnya dari balik jendela kaca. Hmmm, bulan Agustus hampir separuh sementara penggal terakhir Ramadhan hampir sempurna menyampaikan isyarat perpisahan. Tapi sungguh, aku ingin merengkuh kenikmatan malam ini. Memandang bebas pada langit malam, ke arah bulan perak dan tipis yang menggantung rendah di langit timur. Sabitnya mengarah ke kanan, bulan sedang menipis artinya. Dan gugusan bintang-bintang dengan kerlipan menggoda. Heyyy lihat, itu Orion ku kira !!! Oh, aku terpesona pada keanggunan semesta, pada Ke-Maha-Agungan Sang Pencipta semesta.

Semua rasa yang tercipta malam ini, aku ingin mereguknya, menelan dan mengalirkannya kembali di satu malam kepadamu. Sungguh tak sabar rasanya menanti saat itu tiba, hinggan aku mulai membayangkan ketika diriku mulai bercerita bebas, penuh semangat tentang bulan, tentang bintang-bintang, tentang planet-planet tinggi di atas lengkungan langit. Aku makin bersemangat ketika aku menunjuk ke satu bintang di langit Timur, bintang venus !!! sebuah bintang yang adalah sebuah planet yang juga berevolusi mengelilingi matahari seperti bumi. Kemudian kamu akhirnya teringat pada sebuah kisah klasik-yang pernah kamu baca dari buku bacaan yang banyak dijajakan para pedagang kaki lima-dari negeri Babylonia tentang Dewi Venus (Dewi Cinta) dan dua Malaikat, Harut dan Marut. Meski pada kenyataannya aku dan kamu-kita-tahu banyak yang menolak dan meragukan kisah ini. Tapi satu hal yang kita sadari bahwa dari hari ke hari bahwa kita saling peduli, dan itu bukan sihir seperti dalam kisah Harut dan Marut. Cinta. Aku semakin merasakannya.

Hohohoooo … tiba-tiba aku merasa telah terlalu banyak bercerita, aku terlalu bersemangat kukira dan kamu … rupanya kamu pun mulai terbiasa dengan ritme dan logika cerita ini, kamu pun menikmatinya. Aku bahagia sekali. Trima kasih. Ini [sesuatu] yang baik yang akan selalu kuingat.

Dalam bait-bait doaku, aku selalu berharap malam itu segera tiba. Malam yang akhirnya aku bebas bercerita tentang semesta kita karena Sang Maha Agung telah meridhoi kita dalam sebuah ikatan yang suci dan teguh “mitsaqan ghaliza”.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s