welcome [tanggung jawab]

Berani hidup harus berani dewasa. Nah tu dia kalimat saktinya. Mengambil satu bagian dari hidup yang orang menyebutnya [tanggung jawab], memang sangat tak mudah dan perjalanan untuk memikulnya sama tak mudahnya. Belum lagi yang namanya kegagalan selalu membayangi, dan boleh jadi sebelum memulai ternyata pikiran sudah dipenuhi dengan [pikiran kalah], nah lho … kalah sebelum berjuang dong jadinya.

Gagal sekali, dua kali bahkan berkali-kali bisa saja terjadi, namun pilihan tetaplah kita yang menentukan, menyerah atau melanjutkan perjalanan. Memilih menyerah, sudah tahu kan artinya apa ??? … it’s mean STOP langkah terhenti di tempat dan saat itu juga. Tapi kemudian jika pilihannya adalah melanjutkan perjalanan, berarti peluang untuk sukses masih terbuka. So, let’s make a choice and hopefully no remorse for every choice, because no remorse came early.

Berani hidup harus berani dewasa. Hidup ini memang tidak mudah, tetapi alangkah tidak mudahnya hidup tanpa keberanian menjadi dewasa. Bahwa Fase demi fase adalah kepastian. Setiap usia punya jenjangnya, situasinya, sulit atau mudahnya. Tapi keberanian menjadi dewasa adalah keniscayaan yang dengannya kita lalui fase itu, kita kejar cita-cita akhir kita, di puncak pengharapan akan ridha Allah SWT.

~ Tarbawi Press ~

Sip sip sip. Semangat !!!

 

membuka [kotak kenangan] mmm … rasanya seperti … ntahlah, aku tak bisa membahasakannya. Flash back kembali mencoba mengingat seperti apa rasa ku di saat itu but it’s over-lah bagaimanapun live must go on and on. Yup !!! hari masih pagi dan aku tak ingin merusak kehangatan sinarnya. Menikmati kehangatan pagi dengan secangkir teh dan pemandangan sungai dan tawa renyah si kembar Adam dan Adnan di tepinya adalah satu kebahagian yang dihadirkan pagi kali ini. Semangat pagi !!!

^_^

analekta and me

Aku merelakanmu di satu senja.

Ikhlas, mungkin demikian aku memaknainya.

Menengok kembali ke satu masa, yang ada kamu bersamaku. Bahagia.

Tapi kemudian waktu dan usia kembali menyadarkanku,  kau tak lagi ada.

Kau pernah ada, meski kemudian pergi

Kau meninggalkanku, namun ku harap kelak ada yang kemudian kembali mengisi

kotak-kotak episode di hidupku dengan kenangan-kenangan baru

Kucoba berdamai dengan takdir, karena demikianlah hidup.

Selalu ada yang berubah dalam hidup ini..Melalui fase demi fase, kita semua

pasti berubah,

Ya … tak mungkin bisa kita memutar waktu, pun terus-menerus terkungkung dalam putaran bernama masa lalu.

Karena hidup itu berjalan ke depan, hingga akhirnya kelak di satu masa

kita bertemu dengan diri kita yang lebih dewasa.

Sementara kenangan-kenangan itu, biarkanlah tersimpan rapi dalam kotak-kotak kenangan, di relung hati kita.

Lihat pos aslinya