sendiri

hanya aku dan bayangan yang akhirnya kusadari bahwa itupun hanya diriku

aku dan sendiriku

tak mengapa, toh aku tak cukup tahu tentang dirimu untuk kemudian berbesar hati memaknai sendiriku

aku tak meminta, tika kemudian kamu datang menawarkan rasamu

dan meski aku tak peduli, hatimu tak jera hingga akhirnya aku mencoba menemukan dan menghadirkanmu dalam mayaku

dan sungguh lelah rasanya, ternyata rasamu juga palsu dan semu

dan kini rasa lelah ini pun terasa begitu biasa, jenuh

tapi tak mengapa, toh aku pun tak  cukup mengenalmu, meski aku tlah mencoba menghadirkanmu dalam mayaku

aku merelakanmu untuk berbesar hati pada sendiriku.

 

 

 

 

bingkai kenangan

go back in time, dimana semua cerita tentang kita, tentang indahnya sebuah kebersamaan, tersusun rapih dalam sebuah frame bernama kenangan. kenangan manis, seperti manisnya permen yang dulu sering kau hadiahkan untuk kami. Dan kenangan indah, seperti selengkung senyum yang mengantar langkah kami ke sekolah. Kenangan yang selalu hangat dalam dekapan memori, sehangat kue pancong di sore hari.

analekta and me

Menghangatkan sore dengan sepiring kue pancong. Bersama bapak tersayang, menikmati hangatnya setiap gigitan. Maklumlah kue pancongnya baru saja di angkat dari pembakarannya. Tapi justru di situlah kenikmatannya, karena rasa  dan aroma kelapanya yang kuat akan lebih berasa saat masih hangat. Dan kehangatan inilah yang kemudian membawaku kembali ke masa kanak-kanak dulu yang di sana ada Bapak, kakak, aku, adik dan si jeruk. adalah Si jeruk motor honda bapak yang menjadi saksi sejarah keberlangsungan hidup Bapak dan keluarga sederhananya. Di masa kanak-kanak, tepatnya saat berseragam hijau-kuning, disitulah awal perkenalanku dengan si kue pancong atau yang lebih familiar kami sebut buroncong. Boruncong adalah menu wajib untu isian kotak makanan kami. Di perjalanan menuju sekolah, ayah selalu menghentikan si jeruk di samping sebuah gerobak buroncong seorang kakek paruh baya. Terkadang kami protes juga, soalnya teman-teman sekolah isi kotak makannya selalu berganti-ganti, sementara kami setiap hari, dari senin sampai senin berikutnya …

Lihat pos aslinya 335 kata lagi