Kasih tak berhingga

Ibumu

ibumu

ibumu

… (Hadits)

“I love u for the thousand year … “, copast kalimatnya Katty Perry buat dearest Mom ku di hari yang istimewa ini – Hari Ibu. Sungguh bukan perjuangan dan perjalanan yang mudah melahirkan, merawat, mendidik dan membesarkan tujuh orang anak, apalagi dengan kemampuan ekonomi yang … . Beberapa keluarga sempat menyuruh ibu untuk ber-KB sewaktu kami sudah genap empat orang. Mereka khawatir bapak dan ibu tak bisa membiayai hidup kami, anak-anaknya kalau harus nambah lagi. Tapi Bapak dan Ibu selalu berkata kalau rizki itu Allah yang menentukan, dan tak selamanya dalam bentuk uang dan materi, bahkan anak-anak pun adalah rezki yang lebih berharga dari semua benda itu. Pun demikian, setiap anak terlahir dengan membawa rizki masing-masing. Yah, demikianlah hingga kemudian ibu melahirkan hingga anak ke delapan, namun seseorang di antara kami kemudian mendahului sesaat setelah dilahirkan.

Hari, bulan dan Tahun berganti, kami pun memasuki usia sekolah. Ibu awalnya ingin berkerja sebagai PNS dan telah mengikuti penataran, namun kemudian memutar haluan dan memutuskan untuk berwirausaha dengan membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Sekali lagi, bukan sebuah keputusan yang mudah, namun demi merawat ke tujuh anak-anaknya, ibu memilih bekerja di rumah. Ibu memulai usaha, menjual makanan jadi dan barang-barang campuran seperti sembako dan lain-lainnya dengan tekun dan sabar sembari mempersiapkan segala kebutuhan keluarga. Sungguh hebat perjuangannya, dan sungguh beliau pahlawan di hidupku, di hidup kami anak-anaknya.

Kini, setelah satu per satu kami kemudian tumbuh dan dewasa, jika mengenang kembali masa-masa sulit kami, duduk melingkar melilingi piring-piring berisi sarapan kami sesuai jumlah kami, kadang nasi atau bubur berlauk sebutir telur yang dibagi rata atau sebungkus mie instan yang harus dicukupkan buat kami semua. Ibu memang selalu membiasakan kami untuk sarapan sebelum ke sekolah, juga dengan membiasakan menggosok perut kami dengan minyak tawon atau minyak angin serta melapisi pakaian seragam kami dengan baju dalam. Ibu sangat telaten menyiapkan segala sesuatunya. Bahkan di malam harinya selalu membantu kami menyelesaikan PR dari sekolah, setelah rutinitas wajib kami yaitu membaca Al-Qur’an bersama Bapak.

Bersinar kau bagai cahaya

Yang selalu beri ku penerangan
Selembut citra kasihmu kan
Selalu ku rasa dalam suka dan duka

Reff:
Kaulah ibuku cinta kasihku
Terima kasihku takkan pernah terhenti
Kau bagai matahari yang selalu bersinar
Sinari hidupku dengan kehangatanmu

Bagaikan embun kesejukan hati ini
Dengan kasih sayangmu
Betapa kau sangat berarti
Dan bagiku kau takkan pernah terganti

Back to Reff

Kaulah ibuku cinta kasihku

Pengorbananmu sungguh sangat berarti

Back to Reff(2x)

Sinari hidupku dengan kehangatanmu

~ Haddad Alwi ft. Farhan ~

Usia kami semakin bertambah, dan seorang wanita kebanggaan kami, pahlawan hidup kami pun sudah memasuki usia senja, namun tetap saja bersemangat untuk menyempurnakan hidup kami. Meski kami telah membatasi dan meringankan beban dan aktifitasnya, tapi bukanlah ibu kami jika ia mau berdiam diri. Oh, ibu ribuan kilo perjalananmu sungguh tak akan mampu kami  terbalaskan oleh apapun, namun Do’a dan bakti tulus kami akan selalu menyertaimu.

Selamat Hari Ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s