klik “suka”

‎”..pada dasarnya kami tidak mengerti perubahan. Yang kami tahu di sepanjang waktu, di tiap periode, kami tetap seperti ini. Bertahan dan berjuang memenangkan hidup. Sejarah kami adalah petani, nelayan dan buruh pabrik, kini kami pun masih seperti itu. Itu adalah kami! Harapan dan mimpi-mimpi kami tak usah anda janjikan, atau bahkan anda kemas dalam kertas kado bernama program. Toh, kami pun tetap dan akan berjuang untuk hidup. Sekiranya ini terkesan egois, atau bahkan bodoh di mata anda, yang kami tahu hidup harus diperjuangkan, dan perjuangan sejatinya di mulai dari sini, dari hati ditiap diri pribadi-pribadi kita. Sekali lagi, buang jauh-jauh kamus perubahan anda. Anda hanya perlu menyentuh kami dalam deretan waktu dengan sepenuh hati, perasaan, cinta kasih dan empati, seikat senyum dan tegur sapa. Dengan begitu kami yakin anda akan menuai simpati. Mendapatkan kami yang sadar bahwa anda tak lain adalah kami..”

Jadi, ceritanya lagi membaca status seorang teman di salah satu situs jejaring sosial, Arafat Andi. Sekali lagi, aku suka dengan status ini dengan meng-klik tanda “suka”. Itu sudah 🙂

Mutiara Pagi

# Hikmah Luka

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi.

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi. (Photo credit: Wikipedia)

Pepohonan yang sudah “matang” akan siap dilukai dan dibentuk dengan cara ditebang, digergaji, dihijrahkan ke luar hutan, dipahat, dipaku, diampelas dan diwarnai, sehingga “harga jual”nya meningkat tajam.

So, setiap luka akan membentuk kedewasan dan meningkatkan nilai dirimu dibandingkan sebelumnya. Bersabar dan bersyukurlah atas setiap luka yang sempat kau rasakan, terima dan maafkanlah kehadirannya.

” please share and follow @gerychocolatos ” … demikian kalimat akhir dari status Chocolatos yang [sesuatu] ini, yang kemudian ku blok and then “copast” agar bisa ku share di analekta ini. Berbagi,  kurasa seperti ini jugalah caraku mengabadikannya.

 

Pancasila dan Perubahan

The Coat of Arms of Indonesia is called Garuda...

The Coat of Arms of Indonesia is called Garuda Pancasila. The main part of the coat of arms is the golden mythical bird Garuda with a shield on its chest and a scroll gripped by its leg bears the national motto: “Bhinneka Tunggal Ika”, roughly means “Unity in Diversity”. The shield’s five emblems represent Pancasila, the five principles of Indonesia’s national philosophy. Garuda Pancasila was designed by Sultan Hamid II of Pontianak, and was adopted as national coat of arms on February 1, 1950. (Photo credit: Wikipedia)

Pancasila

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

  3. Persatuan Indonesia

  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan

  5. Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia

Teringat kembali masa-masa sekolah … “zaman oma muda dulu hhehhee”, tapi enelan sih, ciyus !!! Rutinitas wajib di senin pagi, yah apalagi kalau bukan upacara bendera. Memang kadang terasa sangat membosankan jika hanya berdiri berpanas-panas mengikuti dan menjadi pendengar setia saat upacara. Namun, akan menjadi lain cerita manakala diri kita adalah salah satu dari petugas upacara di hari itu. Setiap siswa akan tiba pada gilirannya, mulai dari pasukan pembawa bendera, pembaca UUD 1945, pembaca Pancasila, pembaca Doa, … Semua punya kesan, semua punya cerita.  Saat membawa bendera, ada perasaan bangga dan was-was. Bangga karena bisa membawa bendera Merah-Putih, meski hanya di lapangan sekolah dan bukannya di Lapangan yang lebih besar seperti anggota paskib di upacara tujuhbelasan. Dan was-was, kalau-kalau kami melakukan kesalahan saat menarik bendera hingga tak berkibar mulus, dan ciyus !!! meski kemudian cerita tentang kesalahan itu hanya beredar di lingkungan sekolah, namun sungguh sangat malu rasanya. Saat membacakan Pancasila, dan serentak seluruh peserta upacara pun mengikuti, hmmm …

Berbicara tentang Pancasila, semua warga Negara Indonesia apalagi yang pernah mengikuti upacara bendera, pernah mengenal Ilmu PKN dan melafadzkan sendiri Pancasila dengan lisannya mestinya tahulah itu Dasar Negara Indonesia. Yang tak sekolah saja tahu. Di pelajaran sekolah juga selalu dikatakan bahwa Pancasila itu bukan Cuma dasar Negara saja, tapi lebih dari itu adalah ciri dan Nilai kita sebagai Bangsa Indonesia. Yah, kalau katanya Syahrini [sesuatu], … [sesuatu]nya Indonesia yang mestinya kita bangga dengan itu. Namun, memang sangat disayangkan, akibat arus globalisasi dan perkembangan zaman, tak dapat dipungkiri pergeseran Nilai pun ternyata tak dapat dihindari juga. Pancasila yang mengusung Nilai dan Moral Budaya Timur, dari hari ke hari menjadi semakin asing dan abstrak. Kemerosotan akhlak dan moral sungguh sangat memprihatinkan. Budaya malu berbuat salah, dari hari ke hari makin terkikis dan berubah menjadi sebuah kebanggaan. Kalau dahulu bangsa ini tersenyum membawa nilai-nilai Pancasila kita kemana-mana, sekarang bukan rahasia lagi bahwa korupsi sudah menjadi sebuah budaya di negeri ini. Sungguh sebuah perubahan besar yang nyata namun menyedihkan.

Perubahan. Mengutip kata sebuah iklan di TV “tak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri”, perubahan memang tak dapat dihindarkan, namun haruskah perubahan itu membawa kegalauan bagi banyak orang ? Saatnya kita berbenah.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi”, mulai dari sekarang mari semua berbenah. Tak peduli, tua-muda, pejabat atau orang biasa, nilai kita sama, sama-sama Warga Negara Indonesia. Meski memang terlalu banyak yang mesti dibenahi, namun jika kita tak memulai dari satu langkah dan gebrakan kecil dari sekarang, tak akan ada langkah besar yang akan kemudian tercipta, dan akibatnya keprihatinan akan semakin memprihatinkan.

Kulihat ibu pertiwi

Sedang bersusah hati

Air matamu berlinang

Mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini ibu sedang susah

Merintih dan berdoa

Bencana alam yang marak terjadi menjadi bukti nyata betapa Ibu Pertiwi benar-benar bersusah hati. Kerusakan alam karena ulah anak-anak bangsalah penyebab utamanya. Dan lihatlah yang tersisa kini.  Kalau dahulu kail dan jala cukup menghidupimu, seperti kata Om-om Koes Plus, namun kini apalah arti sebuah kail dan jala. Toh bapak-bapak nelayan tak sanggup menyekolahkan anak. Sementara anak-anak nelayan bersama para ibu pun harus bekerja demi membantu Si Bapak memenuhi kebutuhan hidup.

Alangkah lucunya negeri ini. Negeri maritim yang kaya akan hasil laut namun berbanding terbalik dengan nasib para nelayan.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah bangsa yang berlandaskan Pancasila, yang tidak hanya sebagai dasar dan simbol pun sekedar kata-kata yang diucapkan di bangku sekolah semata. Namun perwujudannya harus teraplikasi nyata di kehidupan sehari-hari.

sekeping cerita dari Barombong

sekeping cerita dari Barombong

Terlalu banyak yang harus dibenahi, namun sekali lagi pembenahan itu harus benar-benar terjadi. Kita sudah jauh berlayar. Ibarat sebuah kapal, kita sudah berada di tengah lautan. Angin dan ombak perubahan hebat menghantam, sementara daratan yang makmur belum tampak. Jangan sampai angin dan ombak menghempas dan menenggelamkan kita. Jika diam, kita akan tenggelam. Jadi tak ada kata lain selain berbenah dan terus berlayar. Meski demikian angin perubahan tak boleh dianggap musuh, karena bagaimanapun perubahan tak dapat dipungkiri. Namun, marilah kita menjadikan perubahan sebagai teman, sebagaimana para pendahulu kita, para pelaut tangguh yang bersahabat dengan ombak.

 

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

Dengan menjadikan perubahan sebagai teman seperjalanan semoga jalan menuju terciptanya cita-cita luhur bangsa, yaitu masyarakat yang adil dan makmur yang berlandaskan Pancasila bisa segera terlaksana.

300x300xlomba_blog_pusakaid.jpg.pagespeed.ic.RIylEVJS5m

entah akan bagaimana ending’a

god

god (Photo credit: the|G|™)

Mati, please.!

First love is important but last love is VERY VERY important because first love teaches what is love & the last love teaches WHAT IS LIFE.

Any act of kindness is never wasted. God sees it all. He knows your heart. Some people may not accept your kindness, but give it anyway.

There’s somebody out there for everybody. You just have to wait for GOD to bring them into your life.

Hujan bahkan membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis – Firasat

Let your past make you BETTER, not bitter.

Entah akan bagaimana ending’a..

Ini beberapa kutipan statusnya di facebook, … “entah akan bagaimana ending’a” … tapi kabar tentang dirinya menjelang siang ini sungguh aku hanya bisa berucap … “innaa lillah”. Namun, kembali lagi “Some people may not accept”, … dan akupun mencoba bijak, untuk tak men-judge-nya juga sebagai orang tersalah dan hina seperti yang orang-orang lakukan. Sebuah alasan bisa menjadi alibi yang kuat dan tujuh bulan pun bukanlah waktu yang singkat untuk menahan dan menanggung semua bebannya. Tak ada yang tahu kecuali dia dan Pemilik raganya, setidaknya sampai hari ini.

“Hujan bahkan membasuh air mata yang belum ada. Membuatku seolah-olah menangis – Firasat”. Firasat hujannya menjadi nyata kini. Entah bagaimana dia melewati malam-malam panjangnya selama ini. Sungguh tak bisa membahasakannya sepatah kata pun.

Namun, apapun itu yang terjadi, terjadilah “Let your past make you BETTER, not bitter”.

dan “Entah akan bagaimana ending’a.. “, ku harap kau kuat melanjutkan hidupmu “Any act of kindness is never wasted. God sees it all. He knows your heart “

Semangat !!!

tak enak body

… dan kali ini benar-benar kehujanan ..kuyup !!! padahal pagi tadi sengaja membiarkan hujan berangkat lebih dahulu dan aku menyusul setelah rintik terakhirnya … Oh ternyata oh ternyata, siangnya basah juga. Namanya jodoh memang tak akan ke mana hohohoooo …

Sebenarnya yang namanya kehujanan bukan hal yang baru dan toh dalam banyak situasi dan kondisi aku bersukacita merayakannya. Tapi, tak untuk kali ini karena body ku yang tak boros-boros ini berada dalam kondisi yang tak fit. Baru juga semalam demamnya turun nyatanya sekarang … demam kembali menghampiri huhuhuuuuu …

Tapi, yah Alhamdulillah situasi inipun patut disyukuri, karena dengan sakit aku bisa mengukur betapa berharganya [sesuatu] yang bernama kesehatan. Alhamdulillah for everything. Semangat semangat, keep fight !!!

Fadhliyah, Diremehkan Dulu, Berhasil Kemudian

Alhamdulillah, puji syukur Allah, pagi Jum’at ini dapat letter penguat semangat . Semangat semangat semangat … sip … tingkyu yang banyak ^^

Kick Start #18: Alhamdulillah for Bright Morning

Kick Start #18: Alhamdulillah for Bright Morning (Photo credit: Ikhlasul Amal)

———————————-
Anne Ahira Newsletter

Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+
———————————-

“Jauhi orang-orang yang mencoba

mengecilkan ambisi Anda. Orang kecil
selalu melakukannya, tetapi orang
yang benar-benar besar membuat Anda
percaya bahwa Anda juga dapat menjadi
besar” – Mark Twain

Dear Fadhliyah,

Tidak perlu sedih dan berkecil hati
jika orang lain meremehkan kemampuan
Anda.  Banyak orang sukses lainnya
juga pernah mengalaminya.

Richard Branson – pendiri grup
perusahaan Virgin dan wisata
antariksa Virgin Galactic– di usia 16
tahun pernah dikeluarkan dari sekolah
karena mengidap disleksia dan
dianggap buta angka karena tidak
mampu mengerjakan perhitungan
matematika paling sederhana
sekalipun. Namun, dalam sebuah
survei, ia malah digolongkan sebagai
pria tercerdas di Inggris. Kerajaan
bisnisnya merupakan 1 dari 40
perusahaan besar di dunia yang
memperoleh pendapatan tahunan hampir
US$4 miliar atau sekitar 35 triliun
rupiah per tahun!

Charles Schultz juga pernah
diremehkan. Dulu banyak orang tak
menghargai bakatnya. Karyanya
dianggap kampungan. Tapi ia tidak
pernah menyerah. Ia melawan arus.
Akhirnya ia berhasil memukau dunia
dengan cerita kartun populer dalam
sejarah, Peanut, yang telah muncul di
2.600 surat kabar dunia dalam 21
bahasa.

English: a corridoor in the Alexander Graham B...

English: a corridoor in the Alexander Graham Bell Museum. (Photo credit: Wikipedia)

Ide Alexander Graham Bell juga pernah
ditertawakan teman-temannya. Dianggap
mustahil. Namun atas dorongan
tanggung jawab untuk menolong
kehidupan orang-orang tuna rungu,
seperti yang dialami ibu dan
istrinya, Alexander Graham Bell
berhasil menciptakan pesawat telepon
yang kini sangat berguna bagi umat
manusia.

Fadhliyah, teruskan saja usahamu.
Orang-orang yang meremehkanmu adalah
orang-orang yang tak tahu harus
berbuat apa dalam hidup mereka.

—–Sponsor——————-

Belajar di AsianBrain
Bisa dijalankan di mana saja dan kapan saja
www.AsianBrain.com

rest in peace our dear

ada tangis ada tawa

ada duka ada bahagia

ada yang pergi ada yang kemudian datang mengisi

di empat belas februari, seorang paman telah pergi

Allah Maha Besar, janji tlah ditunaikan masa pun tiba

teriring do’a untuk paman tercinta

الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين
وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين
وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ


Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.
Ya Allah! Tulislah dia termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tungkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi dengan ketaatan PadaMu

IMG-20120624-00362

mengelabui rindu

from : gladiaria.wordpress.com

from : gladiaria.wordpress.com

Menikmati sisa hari dengan secangkir cokelat hangat

Kurasa bayangan senyummu pun larut dalam setiap kehangatannya

seperti bayangan senja yang perlahan menyapa dari balik jendela,

meski aku terus berkata tidak, namun gesekan rasa ini mengusik hebat

gemerisik di antara dedaunan dan angin malam yang mendesau

mengalirkan sepi yang sama hebatnya

dan bersama bayangan malam pekat, kembali ku larutkan senyummu dalam secangkir cokelat

sekedar untuk mengelabui rindu

 

 

 

 

 

tiada yang sia-sia

cvijet poljskog maka

cvijet poljskog maka (Photo credit: Wikipedia)

Tiap-tiap kamu direncanakan untuk menjadi mulia. Tuhan tidak pernah menciptakan yang sia-sia. Maka, jika ingin sampai kepada kemuliaanmu, bersikaplah seperti emas. Bersiaplah untuk muncul atau ditemukan dengan diruntuhkan dari tanah asalmu, digali, diayak, dipisahkan, kemudian ditempa dengan panas dan pukulan. Jangan terus hidup dengan kebaikan yang kamu lekatkan pada lumpur kotor yang terus membebani & melumuri kilaumu !”

Each of you planned to be a glory. God never created a morbidly vain. So, if you want to get the glory, behave like gold. Be prepared to turn up or or be found by brought down from where you came, dug, sifted, separated, and then be forged with heat and blow. Do not continue to live with the good things you attach to the dirty mud which continues to weigh on and smeared your glory! ”

by. DP

tak sendiri …

Satu

Satu (Photo credit: Erkka P.)

Satu purnama tlah berlalu

dan, mentari pagi pun mulai menyingsing hari baru

menebar kehangatan awal musim, menapak bulan merah muda.

jalan baru terhampar kembali

masa lalu biarlah berlalu dengan sejuta kenang dan kesan, terbungkus rapi dalam bingkai memori

saatnya membuka mata, kembali pada realita

mengejar cita yang pernah tertunda

dan bahwa hidup harus terus berlanjut, meski kenyataan berkata “kau harus melanjutkannya sendiri”

meski demikian, cobalah untuk tetap tegak berjalan, dan jangan lupa sesekali tengoklah ke sekeliling, ke sejauh pandangan mata

lihatlah, ternyata kau tak benar-benar sendiri

kehidupan itu indah, dan bersyukur adalah cara untuk menikmatinya
life is beautiful, and gratitude is the way to enjoy

# ehm ehmmm … pada catatan kaki kali ini i just wanna say welcome bulanmerah muda, februari … dan seorang hawa yang selalu meronakan senyumnya meski ku tau hatinya getir, batinnya sakit … semoga badai segera berlalu …