klik “suka”

‎”..pada dasarnya kami tidak mengerti perubahan. Yang kami tahu di sepanjang waktu, di tiap periode, kami tetap seperti ini. Bertahan dan berjuang memenangkan hidup. Sejarah kami adalah petani, nelayan dan buruh pabrik, kini kami pun masih seperti itu. Itu adalah kami! Harapan dan mimpi-mimpi kami tak usah anda janjikan, atau bahkan anda kemas dalam kertas kado bernama program. Toh, kami pun tetap dan akan berjuang untuk hidup. Sekiranya ini terkesan egois, atau bahkan bodoh di mata anda, yang kami tahu hidup harus diperjuangkan, dan perjuangan sejatinya di mulai dari sini, dari hati ditiap diri pribadi-pribadi kita. Sekali lagi, buang jauh-jauh kamus perubahan anda. Anda hanya perlu menyentuh kami dalam deretan waktu dengan sepenuh hati, perasaan, cinta kasih dan empati, seikat senyum dan tegur sapa. Dengan begitu kami yakin anda akan menuai simpati. Mendapatkan kami yang sadar bahwa anda tak lain adalah kami..”

Jadi, ceritanya lagi membaca status seorang teman di salah satu situs jejaring sosial, Arafat Andi. Sekali lagi, aku suka dengan status ini dengan meng-klik tanda “suka”. Itu sudah 🙂

Mutiara Pagi

# Hikmah Luka

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi.

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi. (Photo credit: Wikipedia)

Pepohonan yang sudah “matang” akan siap dilukai dan dibentuk dengan cara ditebang, digergaji, dihijrahkan ke luar hutan, dipahat, dipaku, diampelas dan diwarnai, sehingga “harga jual”nya meningkat tajam.

So, setiap luka akan membentuk kedewasan dan meningkatkan nilai dirimu dibandingkan sebelumnya. Bersabar dan bersyukurlah atas setiap luka yang sempat kau rasakan, terima dan maafkanlah kehadirannya.

” please share and follow @gerychocolatos ” … demikian kalimat akhir dari status Chocolatos yang [sesuatu] ini, yang kemudian ku blok and then “copast” agar bisa ku share di analekta ini. Berbagi,  kurasa seperti ini jugalah caraku mengabadikannya.