memaknai syukur

Hari kembali malam, sejauh mata memandang yang ada kegelapan. Dua hari terakhir adalah hari-hari bersama mendung dan hujan yang menderas hebat, dan sesekali dikejutkan oleh gemuruh dan petir. Adalah sebuah kesyukuran besar saat hujan kembali menderas, dan kita ada tempat yang hangat dan teduh di sebuah tempat bernama rumah. Pun jika toh hujan mendapati kita saat kita tengah melaju dan berkendara, tapi karena saat itu kita berada dalam kendaraan akhirnya kita bisa terus melaju tanpa kebasahan. Demikian pula untuk yang bermotor, setidaknya masih ada jas hujan yang bisa kita manfaatkan. Dan jika pun harus berjalan kaki, namun kita masih bisa menyiapkan payung yang bisa digunakan saat hujan mulai turun. Bersyukur di setiap cuaca dan keadaan, sejatinya demikianlah kita memaknainya. Dan cobalah kita menengok pada mereka yang tak bisa menikmati hal-hal yang kita nikmati sekarang. Jangankan untuk sekedar berteduh menunggu hujan reda, bahkan untuk tidur pun mereka harus berfikir keras. Selama ini, hanya beralas kardus, namun baru saja hancur menjadi bubur kertas tergenang air. Atap mereka ??? … atap mereka seluas langit, tanpa plafon dan asbes.

Sungguh miris.

So, bersyukurlah kita yang diberi begitu banyak nikmat. 



Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman )

Ditemani irama hujan yang mengucur deras, mari kita sama-sama merenungi
. Sebegitu banyak nikmat, sebanyak itu pulakah kita bersyukur ???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s