lagi-lagi karena nikmat-Nya

Hari ke dua di pengungsian, maklum rumah lagi direnov jadinya sampai untuk waktu yang entah kapan harus angkat kaki, angkat koper dan sebagian besar isi rumah ke rumah seorang kerabat. Tepatnya sih di kolong rumah dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan. Banyak belajar, banyak bersabar, banyak bersyukur, toh masih di kolong rumah dan bukannya kolong jembatan, na’udzubillah. Jadi miris juga membayangkan mereka-mereka yang hidup di kolong-kolong jembatan. Dear Grandma Almarhumah dulu selalu menguatkan dan membesarkan hati kami “sabar jadi subur”.

Segala kesederhanaan kami sambut dengan kesyukuran yang tak berhingga, toh jauh sebelum saat ini kami juga pernah merasakan yang lebih tak berkecukupan dari masa-masa ini dan Alhamdulillah masih bisa survive hingga sekarang. Dan itu semua tentulah karena campurtangan Allah atas hidup kami.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal …”

Selalu dan selalu karena nikmat dan kebesaran – Nya.

syukur …

syukur …

Alhamdulillah …

… dan demikianlah kami memaknai semuanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s