senja basah di dermaga phinisi

Entah kenapa kakiku melangkah ke tempat ini. Hhhh … rasanya aku seperti orang yang kalah.

 

Tidak, aku bukan kalah. Aku hanya lelah dengan semua, dan kurasa ini tempat yang tepat untuk sejenak menepi.

 

Hujan baru saja reda, meski genangan tak akan aku temukan karena hamparan pasir putih ini telah menelannya, bau basahnya masih menyisakan jejak. Dan …  lihatlah di sana, kurasa itu pelangi pertamaku. Hohohooo … sepertinya aku mulai menyukai tempat ini.

 

Phinisi Boat

Phinisi Boat (Photo credit: vicky lennon)

Kapal-kapal banyak tak berlayar, tak terkecuali kapal-kapal nelayan, ramai tertambat. Rupanya badai laut terlalu garang, mereka memilih tak menjaring ikan hari ini. Mereka sudah kenyang “garam” lautan, dalam badai seperti ini ikan-ikan sulit dicari.  saat badai mereka berenang ke dasar, bersembunyi. Insting hewan sangat peka.

 

Namun, kurasa para nelayan dan pelaut  tak akan berkemul terlalu lama. Setelah badai berlalu, mereka akan ramai-ramai melaut. Dan … benar saja.

 

Pada hamparan samudera yang membentang, mereka melabuhkan asa.

 

Belum lama aku di sini, namun hati sudah terasa lapang. Oh, aku semakin menyukai tempat ini.

 

Hari semakin senja, saatnya aku beranjak. Tapi, hatiku telah berjanji, besok akan kembali.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s