@t jeda ke dua

mampir sebentar, menengok situasi dan kondisi analekta-ku, didera [www.rindu.com]
menyelipkan beberapa kalimat yang sempat terlintas …
… semakin banyak saya memiliki, mengetahui ternyata semakin banyak pula yang akan saya bagi. Sejak dulu sampai hari ini saya merasa telah begitu banyak menerima, karena itu saya pun selalu merasa ingin memberi dan memberi, meski itu hanya sebatang coki-coki atau sebaris senyum. Pemberian apapun itu, kalau yang memberinya tulus dan ikhlas, hati dan tangan yang menerima pun akan merasakan hal yang sama.

Ikhlas … seperti nama salah satu surah dalam Al-Qur’an, namun saat kau membacanya, tak kau temukan kata ikhlas di dalamnya. Dan hanya hati yang benar-benar berserahlah yang dapat memaknainya …

Salam,

me

@t jeda ke dua, menanti adzan ashar

Malaikat Hati

Ada banyak kekerasan di luar sana, namun percayalah kelembutan pun akan kau jumpai. Mungkin kau akan mengalami sedikit sandungan, atau bahkan lebih sebelum menemukannya. Tapi cahaya kelembutan itu perlahan akan terlihat olehmu, seiring tempaan yang menguatkan tekad dan jiwamu. Dan hatimu ??? Bila saatnya akan siap menerimanya bahkan mungkin tak kau sadari. Hidup akan menempanya dan menuntunnya menemukan pemiliknya.
Saat itu hatimu pun akan ber-say “hello” menyambutnya.

bersama senja

Hmmm,… hanya sedikit terbawa suasana hati, ups ralat sangat kuat efeknya, keras !!!
Tak ingin berpanjang lebar, dan hanya ingin mengakhiri kalimat-kalimat ini dengan say thanks for everything.

in memoriam – hujan di bulan ke enam

Kesedihan selalu membuat diri begitu rapuh dan sentimentil. Dan kehilangan kau tahu seperti apa rasanya. Dan bahwa live must go on itu pun aku sepakat, namun ada kalanya rasa sedih, rindu dan kehilangan tiba-tiba kembali mengusik. Sangat mengusik, dan tak ada yang dapat aku perbuat selain menitikkan air mata. Yah, aku menangis, dan kau tahu ada sesak yang mendera di dada dan hanya air matalah penawarnya. Seperti malam ini, aku menangis. Namun, kali ini aku tak hanya menangis. Aku menulisnya, dan akan ku simpan. Seperti aku menyimpan semua kenangan. Aku tertawa dan menangis, namun malam ini sebuah kenangan membuatku menangis.

from web

from web


“Mengapa aku memilih Ayahku menjadi Papaku ? … Aku sangat tahu jawabanya.
… Terima kasih, kau beri kami cinta”.

Belajar EMKL : Packing List (PL)

Packing List atau yang biasa disingkat PL adalah dokumen yang dibuat dan dikeluarkan oleh pihak EMKL atau eksportir/importir. Packing list berisi data-data barang yang akan dikirim, meliputi :
1. Nama Shipper’s atau Exportir
2. Buyer dan Consignee
3. Nomor dan Tanggal
4. Quantity Atau jumlah Barang
5. Description of goods ( Nama barang )
6. Gross Weight ( Berat kotor )
7. Nett weight ( Berat bersih )
8. Vessel name ( nama kapal )
9. ETD ( Estimated date departure ) atau tanggal keberangkatan kapal
10. Notify party ( pihak ketiga setelah consignee )*
11.Nomor L/C ( Letter of credit ) jika ada *
12.Nomor HS (Harmonized system codes )*
* = tidak pada semua PL
ASCU3_Packing List

bersambung …

menutup hari

Alhamdulillah, hujan meneduhkan sore hari ini. Ada banyak hal yang kuwajibkan pada diriku untuk diselesaikan sore ini. Mulai dari mengirim dan membalas beberapa email sambil menunggui metamorfosis sepanci beras yang tak lama lagi akan berubah menjadi nasi hohohohhooo, … persiapan makan malam dengan keluarga cemaraku. Nasi putih dari pemanasan api sepertinya masih terasa lebih nikmat dari hasil pemanasan listrik.
Sejak kecil aku sudah terlatih menyelesaikan beberapa pekerjaaan dalam waktu yang hampir bersamaan, dan aku pun bangga karenanya. Yah, aku sepertinya sukses mengaplikasikan ungkapan “sambil menyelam tenggelam ups, sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui”. Aduh, sepertinya aku mulai besar kepala ini, padahal tak semua hal juga yang bisa dilakukan bersamaan, dan toh banyak orang pun bisa melakukan hal lebih dari aku, jadi mohon diabaikan saja ‘kesombongan” yang satu ini dan kita kembali menikmati teduhnya sore ini.
Sore setelah hujan dan kita bisa menikmati pemandangan langit yang merona dan liatnya tanah basah. Sore yang teduh, namun sangat menggoda meski sekedar menikmati secangkir teh hangat menyaksikan anak-anak kecil bermain bola. Beberapa titik sepertinya masih menyisakan genangan, tapi disanalah terpercik renyah tawa si kanak-kanak. Dan kita yang menyaksikan pun ikut tertawa karenanya. Kebahagiaan yang sangat bersahaja.
Lelah sehari telah terbayar oleh hujan, seperti sore yang menutup hari.
Dan aku pun akan menutup pintu, bersiap menunaikan maghrib.

hoammm …

Siang yang sepi, sejenak menepi dari tumpukan dokumen yang mengantri.
Sekedar menghalau kantuk yang mulai mengusik di antara angin yang bertiup sepoi.
Hmmm boleh dibilang seperti iklan di tv, meski kadang kau merasa sedikit terganggu karenanya. Tapi, kali ini aku membutuhkan jeda dan sedikit relaksasi.
Mengintip kembali analektaku, di antara nada-nada yang merambat pelan yang sumbernya entah dari bilik siapa.
Dan rupanya semakin sukses meningkatkan rasa kantuk hoammmmmm …
harus dengan apa aku membunuhnya ? … ups, “membunuh” sepertinya bukan kata yang tepat meski akhir-akhir ini kata itu menjadi sangat murahan. Di berbagai media sangat sering terdengar, … sangat miris !!! bencana moral !!! luar biasa membinasakan, … ups sepertinya kata-kataku pun semakin tak … seperti rasa kantuk yang semakin sukses menguasai dan menurutku ini bukan jeda yang singkat …

duty on friday

yesterday was may day, and today is pay day. Oh yes, I just completed the payments delayed for several reasons classics. Hmmm … maybe i could open one. At the end of the month the bank usually asks us to suspend withdrawals or transfers, the reason may be banks will be out, so even though I also know but please ask directly to you know who 🙂
But i think you even know that.
so, because today there are many obligations that must be fulfilled, let us move again. not least for the Muslims, this is our friday and a true Muslim must know their obligations.