menutup hari

Alhamdulillah, hujan meneduhkan sore hari ini. Ada banyak hal yang kuwajibkan pada diriku untuk diselesaikan sore ini. Mulai dari mengirim dan membalas beberapa email sambil menunggui metamorfosis sepanci beras yang tak lama lagi akan berubah menjadi nasi hohohohhooo, … persiapan makan malam dengan keluarga cemaraku. Nasi putih dari pemanasan api sepertinya masih terasa lebih nikmat dari hasil pemanasan listrik.
Sejak kecil aku sudah terlatih menyelesaikan beberapa pekerjaaan dalam waktu yang hampir bersamaan, dan aku pun bangga karenanya. Yah, aku sepertinya sukses mengaplikasikan ungkapan “sambil menyelam tenggelam ups, sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui”. Aduh, sepertinya aku mulai besar kepala ini, padahal tak semua hal juga yang bisa dilakukan bersamaan, dan toh banyak orang pun bisa melakukan hal lebih dari aku, jadi mohon diabaikan saja ‘kesombongan” yang satu ini dan kita kembali menikmati teduhnya sore ini.
Sore setelah hujan dan kita bisa menikmati pemandangan langit yang merona dan liatnya tanah basah. Sore yang teduh, namun sangat menggoda meski sekedar menikmati secangkir teh hangat menyaksikan anak-anak kecil bermain bola. Beberapa titik sepertinya masih menyisakan genangan, tapi disanalah terpercik renyah tawa si kanak-kanak. Dan kita yang menyaksikan pun ikut tertawa karenanya. Kebahagiaan yang sangat bersahaja.
Lelah sehari telah terbayar oleh hujan, seperti sore yang menutup hari.
Dan aku pun akan menutup pintu, bersiap menunaikan maghrib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s