Malaikat Hati

Ada banyak kekerasan di luar sana, namun percayalah kelembutan pun akan kau jumpai. Mungkin kau akan mengalami sedikit sandungan, atau bahkan lebih sebelum menemukannya. Tapi cahaya kelembutan itu perlahan akan terlihat olehmu, seiring tempaan yang menguatkan tekad dan jiwamu. Dan hatimu ??? Bila saatnya akan siap menerimanya bahkan mungkin tak kau sadari. Hidup akan menempanya dan menuntunnya menemukan pemiliknya.
Saat itu hatimu pun akan ber-say “hello” menyambutnya.

bersama senja

Hmmm,… hanya sedikit terbawa suasana hati, ups ralat sangat kuat efeknya, keras !!!
Tak ingin berpanjang lebar, dan hanya ingin mengakhiri kalimat-kalimat ini dengan say thanks for everything.

in memoriam – hujan di bulan ke enam

Kesedihan selalu membuat diri begitu rapuh dan sentimentil. Dan kehilangan kau tahu seperti apa rasanya. Dan bahwa live must go on itu pun aku sepakat, namun ada kalanya rasa sedih, rindu dan kehilangan tiba-tiba kembali mengusik. Sangat mengusik, dan tak ada yang dapat aku perbuat selain menitikkan air mata. Yah, aku menangis, dan kau tahu ada sesak yang mendera di dada dan hanya air matalah penawarnya. Seperti malam ini, aku menangis. Namun, kali ini aku tak hanya menangis. Aku menulisnya, dan akan ku simpan. Seperti aku menyimpan semua kenangan. Aku tertawa dan menangis, namun malam ini sebuah kenangan membuatku menangis.

from web

from web


“Mengapa aku memilih Ayahku menjadi Papaku ? … Aku sangat tahu jawabanya.
… Terima kasih, kau beri kami cinta”.