in memoriam – hujan di bulan ke enam

Kesedihan selalu membuat diri begitu rapuh dan sentimentil. Dan kehilangan kau tahu seperti apa rasanya. Dan bahwa live must go on itu pun aku sepakat, namun ada kalanya rasa sedih, rindu dan kehilangan tiba-tiba kembali mengusik. Sangat mengusik, dan tak ada yang dapat aku perbuat selain menitikkan air mata. Yah, aku menangis, dan kau tahu ada sesak yang mendera di dada dan hanya air matalah penawarnya. Seperti malam ini, aku menangis. Namun, kali ini aku tak hanya menangis. Aku menulisnya, dan akan ku simpan. Seperti aku menyimpan semua kenangan. Aku tertawa dan menangis, namun malam ini sebuah kenangan membuatku menangis.

from web

from web


“Mengapa aku memilih Ayahku menjadi Papaku ? … Aku sangat tahu jawabanya.
… Terima kasih, kau beri kami cinta”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s