[contoh] Surat Permohonan Pendaftaran Jasa PT. Pelindo

Berikut contoh Surat Permohonan Pendaftaran sebagai Pengguna Jasa PT. Pelindo :

[kop surat]

No                     : ………………………..

Lampiran        : Pengajuan Izin Bongkar Muat di Pelindo IV (persero) Cabang Makassar

Perihal             :Permohonan Pendaftaran Sebagai Pengguna Jasa.

 

Kepada

Yth.General Manager PT.PELINDO IV (persero)

Cabang Makassar

Di Makassar

 

Dengan Hormat,

Menujuk perihal diatas dengan ini kami mohon untuk di daftarkan sebagai pengguna jasa PT.Pelindo IV (persero) Cabang Makassar Dalam Master pelanggan sebagai salah satu syarat untuk berkegiatan di PT.Pelindo IV (persero) Cabang Makassar.

Sebagai bahan pertimbangan berikut kami lampirkan copy dokumen sebagai berikut :

Akta Pendirian Perusahaan

  1. NPWP Perusahaan
  2. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  3. SITU,SIUP,TDP
  4. Surat Pernyataan

 

Demikian surat permohonan ini kami buat,Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

Makassar,29 Agustus 2016

PT………

ttd

============================================================================

Semoga bermanfaat

Salam,

_Me_

 

 

Pasar Agro

Menyaksikan hasil bumi #Indonesia yang melimpah itu #sesuatu … #makinbangga jadi #orangIndonesia … “one moment” di Pasar Agro.

Pasar Agro berada di ketinggian, di kecamatan Alla Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Burasa

Kata Wikipedia :

Burasa adalah salah satu panganan khas masyarakat Bugis dan makassar di Sulawesi Selatan. Panganan ini dikenal juga dengan nama lapat, lontong bersantan atau buras.[1] Bentuknya hampir mirip dengan lontong cuma agak pipih dan dimasak dengan cara tersendiri. Burasa merupakan makanan wajib bagi masyarakat Sulawesi Selatan di hari lebaran yang bisanya tersaji bersama coto makassar ataupun opor ayam.

Panganan ini terbuat dari beras yang dimasak tertebih dahulu dengan santan yang banyak hingga menjadi nasi lembek dan selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Biasanya dibuat menjadi dua bagian dalam satu ikatan (menggunakan tali rapia atau daun pisang) kemudian direbus hingga matang. Panganan ini juga biasanya ditemui di luar provinsi Sulawesi Selatan seperti Gorontalo atau Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia dan Malaysia. Mungkin dikarenakan banyaknya suku Makassar dan Bugis yang merantau dan menetap di daerah-daerah tersebut sehingga panganan ini ikut menjadi bagian dari tradisi hari lebaran di daerah-daerah tersebut.

Selain untuk hidangan di hari lebaran, burasa juga banyak dipilih sebagai makanan untuk bekal dalam perjalanan karena mampu bertahan hingga 2 x 24 jam. Burasa bisa dikonsumsi dengan sambal kacang, telur rebus atau sambal haban tetapi bagi masyarakat Bugis atau makassar lebih sering menjadikannya teman untuk makanan coto makassar, Sop Konro, pallubasa, nasu lekku’ (ayam masak lengkuas versi sulawesi selatan) atau makanan yang berkuah lainnya.

Bagi saya dan orang Sulawesi pada umumnya, burasa memang identik dengan hari lebaran. Idul Fitri, kemudian Idul Adha kemarin pun saya bersama orang-orang di rumah masih menyempatkan waktu membuat panganan ini. Beras dimasak dengan santan yang banyak, tak lupa pula bawang putih – bawang merah yang telah dihaluskan dengan garam secukupnya dan batang sereh yang telah dimemarkan, dimasak di kuali/wajan sambil terus diaduk hingga santan terserap merata (setengah matang).

Buras dibungkus dengan daun pisang yang dengan ukuran sesuai selera dan biasanya daun pisangnya telah dibuat layu agar saat membungkus daun pisang tidak sobek. Selanjutnya diikat menggunakan tali rafia. Cara mengikat burasa pun tidak asal mengikat, agar saat membuka nantinya hanya dengan sekali tarik, ikatan bisa langsung terbuka.

 

Dangke – keju putih dari Enrekang

Hari Minggu kemarin judulnya di rumah saja, nah kebetulan di lemari es masih tersimpan  “Dangke” ups !!! Dangke ???

DANGKE adalah makanan khas dari Kabupaten Enrekang. Terbuat dari susu kerbau/sapi dan getah daun pepaya, yang diolah secara tradisional. Dangke seperti keju dan tentu mengandung protein yang cukup tinggi, berwarna putih seperti tahu dan terasa lembut ketika mengkonsumsinya menjadi ciri khas tersendiri dari Dangke.‌

Cukup di seduh dengan air panas dan diberi sedikit garam, kita sudah bisa menyantapnya. Bisa juga diiris tipis, kemudian di panggang/digoreng. Tak pake lama tak pake ribet … Praktis kan !!!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

 

Safari Wonders

hanya ingin mengabadikan dan membagi gambar yang sempat terekam kamera note 3 yang menemani  perjalananku ke Taman Safari di satu siang yang cerah di bulan Juni. Amatiran, namun tetap menghargai hasil karya sendiri 🙂

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.