penerapan Verified Gross Mass (VGM)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tanggal 27 Juni 2016, TPM mengadakan meeting dengan pihak pihak yang terkait berkaitan dengan penerapan Verified Gross Mass (VGM) dan SOLAS yang diterapkan per 1 July 2016.

1. Data VGM harus betul betul akurat dan benar, bukan asumsi atau perkiraan

2. Certificate VGM dibuat oleh real shipper yang akan export dan harus diemail ke kami dan aslinya dibawa bersamaan PEB satu set

3. VGM adalah gross weight cargo ditambah dengan tare container(yang dapat diliat dipintu container seperti diattachment ini)

4.Masing-masing shipper  membuat VGM dengan kop surat shipper, ditanda tangani dan diserahkan ke MLO(kami) sebelum container Masuk CY, Paling bagus jika aslinya dapat dikirim ke kami setelah shipper stuffing karena kami harus submint ke TPM segera sebelum gate in cy. Contoh Format VGM terlampir.
Cara mengisinya
1. No. VGM dibuat oleh shipper berdasarkan no urut VGM shipper buat
2. POL adalah port of loading berarti di isi Makassar, Indonesia
3. POD adalah Port of Delivery yang berarti diisi Negara tujuan export (destination)
4. Commodity adalah cargo yang akan diexport
5. Detail data:
– Booking Number = No booking shipment
– Container Number = No container export
– Seal Number = No seal
– Container Type/Size = Type container seperti D20; D40; D40’hc,R20; R40’hc
– GW Cargo = Berat cargo yang akan dimuat di container
– Tare weight container = berat empty container yang terdapat dipintu container (contoh terlampir)
–  VGM from shipper = GW Cargo ditambah Tare weight container
6. kemudian tulis nama, tanda tangan serta stempel perusahaan.
7. kemudian diemail dulu certificate VGM untuk kami submint ke TPM dan aslinya dibawa bersamaan dengan PEBnya

5. Jika shipper membuat Job Full sementara shipper belum stuffing maka di TPM akan tertulis di job full status UTANG VGM dan itu akan diwarning sampai pada saat akan masuk cy, Container akan tetap diterima oleh TPM hanya kemungkinan tidak akan dimuat karena tidak ada certificate VGMnya. Jadi Certificate VGM harus segera diserahkan ke Kami sebelum container masuk CY

6. Toleransi batas perbedaan VGM antara shipper dan TPM adalah 5% dari hasil timbangan TPM,

7. Jika terdapat perbedaan certificate VGM dari shipper tidak terlalu jauh dengan timbangan TPM maka yang akan digunakan adalah certificate VGM dari shipper

8. Jika terdapat perbedaan certificate VGM dari shipper terlalu jauh dengan hasil timbangan TPM maka yang digunakan adalah certificate VGM yang
dikeluarkan oleh TPM dan itu ada cost fee. Certificate VGM dari TPM ini akan diserahkan kembali ke shipper untuk ditandatangani, dan diserahkan kembali ke kami           setelah complete tandadatangan dan stempel sebagai VGM resmi yang akan diakui dan digunakan di connecting vessel port.

9. Untuk Cost fee certificate TPM belum diketahui berapa besarnya, masih dalam process

10. Jika container tidak dimuat karena tidak ada certificate VGM, maka segala biaya yang timbul menjadi beban shipper.

Sangat pentingnya VGM ini karena aturannya TIDAK ADA VGM TIDAK DIMUAT(NO VGM NO LOAD), maka harus diperhatikan baik-baik, jangan sampai tidak dimuat karena ketidaktersediaan VGM

*catatan kaki : VGM = verifikasi berat kotor kontainer

[belajar ekspor] Certificate of Quality

Awal bulan ini, perusahaan kami membuka kontrak dengan buyer baru dari China. Pengiriman perdana juga di bulan ini. Seperti pengiriman kami ke buyer reguler kami, kontrak tetap kami buat, dengan mensyaratkan dokumen-dokumen ekspor, yaitu invoice-packing list (CIPL), Bill of Lading (BL), Certificate of Origin (COO) dan Phytosanitary. Namun, buyer baru kami ini mensyaratkan 1 dokumen lagi, yaitu Certificate of Quality yang diterbitkan oleh Sucofindo atau Lembaga Survey lainnya.

Atas dasar kontrak tersebut, kami pun segera mengkomunikasikan hal tersebut dengan pihak Sucofindo. Informasi dari Sucofindo memberikan ilmu dan pengalaman baru buat kami. Bahwa terkait dokumen yang kami butuhkan, terlebih dahulu kami harus bersurat ke Sucofindo untuk proses pengambilan sampel dan analisis. Untuk proses pengambilan sampel juga ada dua cara, pertama : jika pihak Sucofindo yang mendatangi gudang kami, maka hasil akhirnya adalah Certificate of Quality, namun jika kami yang membawa sampel kami ke Sucofindo, maka hasil akhirnya adalah Report of Analysis. Certificate of Quality membutuhkan waktu dan biaya yang lebih daripada Report of Analysis.

Semua kembali ke kebutuhan pihak buyer, mereka membutuhkan Certificate of Quality atau Report of Analysis. Sehingga kami pun mengkomunikasikan hal tersebut dan mereka setuju dengan Report of Analysis. Alhamdulillah.

Dan karena kami telah bersurat untuk pengambilan sampel ke gudang via email, maka kami pun mengirimkan kembali pemberitahuan sebagai berikut :

Dear Sucofindo Makassar,

Dengan ini kami sampaikan bahwa permohonan sampling rumput laut ini diubah menjadi permohanan report of analysis, oleh karena itu hari ini kami akan membawa sampel rumput laut ke Sucofindo utk dilakukan analisis impurities dan moisture content.
Demikian disampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Rgrds,

xxx

Berikut contoh Surat Permohonan Pengambilan Sampel

[KOP SURAT]

No. : …
Lamp : –
Hal : Permohonan Pengambilan Sampel dan Analisis

Kepada Yth.
Pimpinan PT. SUCOFINDO Cabang Makassar
Di Makassar
Dengan hormat,
Bersama surat ini kami bermohon kepada Bapak/Ibu Pimpinan PT. SUCOFINDO Cabang Makassar untuk dilakukan pengambilan sampel dan analisis impurities dan moisture content terhadap komoditi kami yaitu Dried Gracilaria Seaweed di tempat kami.

Berikut ini kami sampaikan alamat gudang dan waktu pengambilan sampelnya.
Tempat : ……………………………………
Waktu : Jumat, 10 Juni 2016 (Pukul 09:00 – 16:00)
Kontak Gudang : Bapak Ari Setiawan (0823-xxxx-xxxx)
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Hormat kami,
………………
Divisi Ekspor

….

Semoga bermanfaat

Salam Sukses

^_^

NIK – Nomor Identitas Kepabeanan

Kamu eksportir/importir ? … Sudah punya NIK atau belum ? … Apa sih NIK itu ? …

Bagi pengguna jasa baik itu eksportir maupun importir sudah sangat akrab dengan yang namanya NIK (Nomor Identitas Kepabeanan), karena NIK adalah KTP bagi eksportir/importir.

Dalam Buku Panduan Proses Registrasi Kepabeanan dikatakan bahwa NIK (Nomor Identitas Kepabeanan) adalah nomor identitas yang bersifat pribadi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada pengguna jasa yang telah melakukan registrasi untuk mengakses atau berhubungan dengan sistem kepabeanan yang menggunakan teknologi informasi maupun secara manual.

Jadi intinya NIK hanya akan diberikan kepada pengguna jasa yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu, namun tentunya ada syarat dan ketentuan yang harus dilengkapi dan disiapkan sebelum melakukan registrasi. So, apa-apa saja dokumen yang harus anda punyai untuk persyaratan aju NIK ? … baiklah mari dicek satu per satu ya …

  1. Akte Pendirian Perusahaan dan SK Kehakiman
  2. Akte Perubahan yang terakhir + SK Kehakiman (jika ada perubahan)
  3. Surat Keterangan Domisili Perusahaan yang masih berlaku
  4. NPWP Perusahaan / SKT (Surat Keterangan Terdaftar) NPWP
  5. SPPKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)
  6. SIUP, TDP bagi eksportir
  7. API (Angka Pengenal Impor) bagi Importir
  8. NP PPJK bagi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan
  9. Identitas Penanggung Jawab
  10. Laporan Keuangan
  11. Rekening Koran
  12. Surat Kuasa bermaterai cukup, jika permohonan registrasi dilakukan oleh selain Penanggung Jawab

Nah, kelengkapannya seperti di atas. Jika masih ada yang kurang harap segera dilengkapi.

Untuk registrasi online, baiknya menggunakan browser mozilla firefox terbaru untuk menggunakan Sistem Aplikasi Registrasi Kepabeanan. Dan untuk masing-masing dokumen dalam format pdf dan berukuran maksimal 5MB untuk setiap file-nya. Mohon dipastikan masing-masing file telah memuat dokumen secara lengkap (jika dokumen multi-halaman) dan jelas (dokumen dapat terbaca dan foto yang terdapat pada dokumen harus jelas).

Sepertinya sudah cukup jelas penjelasan singkat saya, so yuuuks cap cus bismillahirrohmanirrahiim selamat mencoba, semoga sukses 🙂

 

 

 

Belajar Ekspor : Permohonan sebagai Pengguna PPK Online

Siang,, mau tanya dong, untuk register nama perusahaan utk pembuatan phitosanitary itu harus ada izin resmi atau apa gak ya ?? atau hanya masukin nama pt. npwp , siup & tdp no saja ??
kemudian apakah harus kasih sample sebelum pembuatan phyto nya ??

mohon pencerahannya

Mengutip kembali pertanyaan dari sdr/i Nurma terkait PPK Online, saya pun mengutip kembali jawaban saya :

Siang juga, untuk pendaftaran perusahaan anda terlebih dahulu mengajukan permohonan sebagai pengguna PPK on line dengan melampirkan dokumen-dokumen perusahaan anda seperti situ, siup dan KTP pemilik/penanggung jawab ke kantor karantina di tempat anda. Jika anda bingung dengan model suratnya, silahkan dikonsultasikan ke petugas karantina di tempat anda.
Semoga jawaban saya bisa dimengerti.
Sukses
Salam

bersama ini pula saya ada contoh Surat Permohonan sebagai Pengguna PPK Online dan Surat Pernyataan Kesanggupan dari pimpinan/penanggung jawab.
Surat Permohonan Sebagai Pengguna PPK Online

Surat Permohonan Sebagai Pengguna PPK Online

Surat Pernyataan Kesanggupan Pimpinan Perusahaan

Surat Pernyataan Kesanggupan Pimpinan Perusahaan

**. Surat menggunakan kop perusahaan
Semoga bermanfaat ^^
Salam Sukses