Local Guide

Awalnya hanya coba-coba, membagikan hasil jepretan kamera hp yang ala kadarnya tempat-tempat yang saya kunjungi #eh ternyata seru juga berbagi cerita melalui gambar-gambar yang bisa membantu orang menemukan spot-spot yang belum pernah mereka kunjungi, kami menjadi pionir untuk anda … Memotret dan membagikan kepada dunia layaknya seorang fotografer, bahkan kami pun adalah  akan meriview tempat-tempat yang pernah kami kunjungi. So, i’m a local guide now, satu dari sekian banyak local guide yang bertebaran di seluruh penjuru dunia. Dan kami adalah reviewer, Fotografer, Pionir dan Pencari Fakta buat anda.

=========================================================================

Local Guide adalah komunitas global para penjelajah yang menulis ulasan, berbagi foto, menjawab pertanyaan, menambahkan atau mengedit tempat, dan memeriksa fakta di Google Maps.

==========================================================================

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

yang awalnya sekedar iseng dan coba-coba ini membuat saya semakin menyukainya, adalah tak lain karena selain dapat membantu orang lain lewat google maps, kita-kita para local guiders ini akan mendapatkan point setiap kali memberikan kontribusi. Asyikkkk keun, saya pun awalnya tak tahu.

Nah, point ini nantinya akan dipergunakan untuk mempertinggi level ke tingkat yang lebih tinggi, semakin tinggi level google pemandu lokal anda maka semakin besar pula manfaat yang akan diterima karena semakin tinggi level maka hadiah juga semakin besar.

Mendengar kata point, apakah anda tertarik juga untuk bergabung ? Ok, silahkan daftar langsung di sini dan mulailah berkontribusi membantu jutaan pengguna google map, karena honestly tujuan utama seorang local guide adalah membantu orang lain dan point berikut hadiah yang diperoleh setelahnya adalah nilai plusnya.

Iklan

Allah Maha Baik

Memampukanku sebelum mengujiku, Allah Maha Baik.

Aku terjatuh dengan kepala bocor dan lengan kiri yang nyaris lepas, akibatnya penelitian tertunda yang akhirnya harus ku batalkan karena kondisi kesehatan pasca kecelakaan. Alhamdulillah saat itu kuliah sudah habis, jadi tak masalah meski berbulan-bulan tak menampakkan wajah di kampus. Allah memampukanku sebelum mengujiku, Allah sangat Baik.

Penelitian yang gagal membuatku harus berjuang dari nol kembali. Di satu hari, aku memberanikan diri menghadap ke dosen pembimbing dan meminta maaf karena tak mampu melanjutkan penelitian. Sebenarnya, sebelum menghadap ke dosen pembimbing aku telah mengupayakan hal-hal yang aku sanggupi saat itu, ke sana ke sini membawa lengan kiri yang nyeri dan terbalut perban. Dari semua orang yang berinteraksi denganku saat itu aku harap tak ada seorangpun yang tahu kondisiku, Alhamdulillah pakaian dan jilbabku menutupi semua kekuranganku.  Di perjalanan pulang aku berusaha menahan  berat dan panas, air mata memenuhi kelopak mataku, namun saat berada  di dalam pete-pete (baca:angkot), akhirnya tumpah juga. Bersyukur saat itu aku penumpang pertama untuk beberapa saat lamanya, cukup untukku menghibur dan membesarkan hatiku. Alhamdulillah, Allah begitu baik.

Enam bulan kemudian, aku kembali memberanikan diri menghadap ke seorang dosen untuk membimbing aku dalam penelitian baruku. Alhamdulillah beliau sangat welcome, dan mulailah aku berjuang dengan penelitian ke dua. Ada hikmah di balik semua musibah, penelitian ke dua membawa berkah besar buatku.  Sujud syukurku, Alhamdulillah.

Seiring berjalannya waktu, semakin jauh berjalan semakin aku merasakan nikmat dan kasih Allah yang tak berhingga padaku. Saat aku lemah tak berdaya, aku berdoa semoga Allah memampukan aku agar mampu sholat berdiri, namun lagi-lagi Allah memampukan banyak hal untukku. Alhamdulillah Allah Maha Baik.

20150124_165016.jpg

 

 

Fisik hanyalah sekedar kata

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Potret perempuan-perempuan tangguh pekerja rumput laut, mengikat rupiah dengan rumput, dan ya “Fisik hanyalah sekedar kata”.

Safari Wonders

hanya ingin mengabadikan dan membagi gambar yang sempat terekam kamera note 3 yang menemani  perjalananku ke Taman Safari di satu siang yang cerah di bulan Juni. Amatiran, namun tetap menghargai hasil karya sendiri 🙂

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

seperti sinetron

Sekedar sharing, tapi semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua…

Minggu pagi kemarin, Paman yang tinggal di Kab. Enrekang menelpon saya, menanyakan sebuah alamat, kebetulan saya sedang di luar kota namun saya tetap memberitahu kalau alamat yang dimaksud tidak jauh dari rumah, dan adik saya juga tahu alamat tersebut dan bisa mengantar beliau ke sana. Kemudian saya pun segera menghubungi orang rumah.

Tak lama berselang, kakak saya mengirimkan pesan di grup wechat kami :

Kakak : Putta, carikan dulu nomornya hery, urgent

Kakak : motornya Om Appang yang dicuri adai di toa daeng 3

Furqan, kami biasa memanggilnya Putta adalah adik saya yang tinggal di Kota Palopo.

Hery, sepupu kami seorang petugas kepolisian di Makassar.

Arfan, kami biasa memanggilnya Om Appang. Saudara Laki-laki Ibu yang tinggal di Kab. Enrekang. Kehilangan motor kesayangannya dua bulan yang lalu.

Putta : Tunggu… d gudang ka … kejar setoran

Putta : 085xxxxxxxxx.. nmrx heri

Menurut info dari rumah, setelah komunikasi dengan Heri, mereka pun bergegas menuju TKP – Toa Daeng 3 – Rumah seorang Tukang Rental Mobil, yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan  Paman via telepon.

Berdasarkan cerita dari Paman, kemarin memang Paman sedang dalam perjalanan ke Kota Pare-pare. Paman seorang pedagang barang campuran, yang membeli barang dagangan di Kota Pare-pare karena jaraknya juga lebih dekat dibanding harus berbelanja ke Makassar. Namun, di tengah perjalanan seorang tetangga, yang ternyata Paman dari Si Pemilik Rental Mobil.

Adalah Si Pemilik Rental, telah menyewakan mobilnya ke Tuan X, namun sudah 2 minggu dari  mobil yang disewakan belum kembali. Si Pemilik Rental pun mendatangi alamat yang diberi oleh Si Penyewa, dan mobil pun dikembalikan, namun setelah melihat kondisi mobil-jok belakang dan tape sudah entah di mana-Si Pemilik Rental marah dan meminta pertanggung jawaban penyewa. Akhirnya ia menemukan sebuah motor yang kondisinya masih baru, ia pun mengambil motor tersebut sebagai jaminan sampai Si Penyewa melunasi hutangnya. Sesampai di rumah, Si Pemilik Rental memeriksa kondisi motor dan menemukan STNK pemilik motor yang alamatnya dekat dengan rumah Pamannya. Segera dihubunginya Si Paman bla bla bla … sampai akhirnya terhubung dengan Paman Kami.

” seperti sinetron, kata kami, bersyukur pada Allah ternyata Paman masih berjodoh dengan motornya, dan berterima kasih pada Si Pemilik Rental yang baik … Allah akan membalas yang lebih. Aamiin.

 

 

 

 

Judulnya hanya menemani

Di satu malam di pertengahan bulan Mei 2016, saya memposting di salah satu akun medsos saya beberapa foto jejak perjalanan ke Pantai Akkarena di siang harinya. Judulnya sih cuma menemani tamu dari Jakarta dan niat awalnya bukan ke Akkarena, tapi ke Pulau Samalona. Berhubung niat awal tak kesampaian , jadilah kami ke Akkarena. Meski kedatangan kami disambut angin laut yang super kuenceng, tak menyurutkan semangat gifo kami :)))))

#cheeeeerrrrs #Turis-turis #nekat

Cukup pahami kami yang hanya ingin mengabadikan #kenangan

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Garis Waktu

Dari waktu ke waktu, umurku semakin bertambah namun itu juga berarti jatah waktu pun semakin berkurang.
Hidup adalah sebuah nikmat teramat berharga yang harus ku syukuri, meski tak bisa ku pungkiri bahwa satu demi satu orang-orang terkasih meninggalkan untuk selamanya. Tapi satu hal bahwa kenangan-kenangan bersama mereka tetap hidup membersamai hingga saatnya waktuku pun tiba.
Ada saat-saat di mana kenangan bersama mereka yang tlah pergi kembali mengusik, dan saat itu seakan alur waktu pun mundur kembali memutarnya. Seperti itulah, alur maju-mundur yang awalnya ku temukan di pelajaran Bahasa Indonesia tak hanya berlaku di film-film yang biasa muncul di televisi saja. Karena film yang sesungguhnya adalah kehidupan dan diri kita adalah pemerannya, entah itu sebagai pemeran utama atau hanya sekedar numpang lewat sebagai figuran, namun kuharap dirimu adalah pemeran utama di kehidupanmu seperti halnya hidupku.
Begitu banyak hal yang bisa membuat kenangan itu kembali, seperti di satu sore saat kita tengah bercengkrama dengan orang-orang terkasih, tiba-tiba seseorang di antara kita mengucapkan sesuatu dan membuat kita semua kembali teringat hal pada hal yang sama.

keluarga cemarakuMasih lekat diingatan saat aku menemani kakek mengawinkan salak dan memetiknya. Memetik buah-buah tomat dan dan sayur-mayur, lalu menjualnya saat hari pasar tiba. Hohoho, membawa pulang uang hasil dagangan untuk di[tabung] di rumah kakek punya nilai tersendiri buatku. Dan jika ikan-ikan mas Kakek sudah besar, dan pemilik-pemilik rumah makan mulai berdatangan untuk membeli, aku pun bisa menemaninya menyaksikan para pembeli menangkap sendiri ikan-ikan untuk mereka bawa. Oh iya, aku juga kebagian telur-telur ikannya dan itu sangat lezat 😉
Jika matahari bersinar cerah, aku bisa menemani Nenek-Ibu dari Bapak-menjemur gabah. Menjaganya dari serangan ayam dan burung-burung kecil yang nakal. Itu sangat seru.
Aku juga masih ingat, di satu sore yang hangat, saat aku duduk bersama bapak menikmati sepiring kue pancong. Itu beberapa tahun yang lalu, sebelum kepergiannya.
Saat kecil dulu, Bapak sendiri yang mengajarkan aku dan saudara-saudara huruf-huruf hijaiyah. Mulai dari mengeja hingga tartil. Menjadi imam di sholat-sholat fardhu kami, dan untuk hal yang satu ini kami punya istilah sendiri “penduduk Mekkah”. Sssttt … Ini milik kami.
Nenek-Ibu dari Ibu-pun tak kalah hebatnya. Saat berada di dapur pun aku bisa tersenyum mengenang kembali saat aku membantu nenek membuat puding jagung yang manis, semanis ajaran dan nasehatnya.

Aku akhirnya tahu bahwa mereka adalah orang-orang tua yang visioner. Mendidik dan mengajarkan banyak hal yang sangat terasa manfaatnya di saat anak cucunya beranjak dewasa, dan saat itu mereka tak lagi ada membersamai mereka.

Terima kasih atas pelajaran dan pengalaman berharga, kenangan-kenangan terindah yang tlah kalian hadiahkan untuk hidupku. Ini kado terindah di sepanjang garis waktuku.

kado dari cigna :)

kado dari cigna 🙂

naluri cahaya

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Tanpa aba-aba alias miscall terlebih dahulu, eh tiba-tiba lampu main padam begitu saja. Hmmm … seperti kedatangan hujan yang menderas seketika pun disusul oleh angin kencang yang sukses menerbangkan atap beberapa rumah tetanga, akhirnya berimbas ke pemadaman yang sering terjadi. Yah, untuk masyarakat yang cerdas akan segera mafhum kalau ini semata-mata adalah demi alasan keselamatan, meskipun tak bisa dipungkiri juga bahwa akibat pemadaman yang lebih sering dari minum obat sesuai resep dokter alias lebih dari 3×1 sehari akan berimbas pula pada umur alat-alat elektronik seperti lemari es dan lainnya.

Oh iya, sebelum merembes ke banyak hal … “merembes” hohohoho air kali ya ??? … karena sebenarnya ini hanyalah pengamatan seorang amatir dari diriku dan sebuah prolog dariku tentang sebuah percakapan sederhana yang biasa terjadi di sekitar kita dan baru saja terjadi di gubuk sederhanaku.

Adzan maghrib sudah berkumandang, saat tiba-tiba pemadaman lampu kembali terjadi. Si Ica, adikku dengan sigap menyalakan “lampu cash” imut kami dan meletakkannya di atas tempat tidurku, tepat di samping Si Ria, adik bungsuku yang sedang bersiap-siap hendak melaksanakan Sholat Maghrib. Saat Si Ria sedang sholat, Si Mama masuk ke dalam kamar sambil berkata pada Ica, “kenapa lampunya diletakkan di situ, apa tidak mengganggu orang sholat”. Dengan santainya Si Ica menjawab, ” sengaja M, nanti kalau dijauhkan dia tak tahu di mana tempat sujudnya hehehe :)”.

Jawaban adikku yang satu ini memang hanya bercandaan kecil seperti yang biasa kami lakoni satu sama lain. Namun, dibalik itu naluriku sedikit terusik oleh sebuah kata. “Cahaya”. Bahwa cahaya, adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung yang diberi cahaya oleh Allah SWT, dan sebaliknya merugilah orang-orang yang tak mendapatkannya. Bahwa karena cahaya itulah, orang-orang yang beruntung tadi akhirnya bersegera memenuhi panggilanNya, menunaikan Sholat saat mendengar seruan dari para Mu’adzin. Yah, hanya orang-orang yang mendapat cahaya di dalam hatinya yang tergerak, sebaliknya betapa banyak orang yang mengabaikannya karena hatinya masih gelap karena belum mendapatkan cahaya. Bahwa orang-orang yang telah diberi cahaya di dalam hatinya, dalam keadan gelap sekalipun, entah karena berada di tempat yang gelap atau bahkan karena “maaf” secara fisik penglihatan mereka  terbatas atau tidak dapat melihat sama sekali pun, mereka tetap tahu ke mana dan di mana tempat sujud mereka. Karena sejatinya kita dari tanah dan atas izin Allah kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dan kelak atas izinNya pula kita akan dikembalikan ke tanah pula.

Sebuah ungkapan sederhana yang sudah sangat familiar di telinga, apalagi saat kita kanak-kanak, saat masih jadi santri di sebuah surau, masjid (belajar mengaji) dulu, ada baiknya aku sematkan di akhir celotehku ini …

“Sholatlah kamu sebelum disholati” 

<<semoga bermanfaat^^>>

Jembatan : sinrijala

Jembatan. Pembangunannya memasuki hari ketiga sekarang, dan sangat memungkinkan butuh berhari-hari atau mungkin minggu sampai bulan untuk proses pembangunannya mengingat sungai depan rumah ini tergolong dalam belum lagi musim penghujan yang sepertinya sudah mengirimkan pesan kalau bentar lagi dia akan datang menyapa dan menderaskan bulir-bulir basahnya. Tapi setidaknya aku dan semua warga berlogo sinrijala, sukaria dan sukamaju mestilah bersyukur, “Alhamdulillah ya [sesuatu] hheheeeheee 🙂

Allah lewat tangan-tangan bapak-bapak tukang yang kecipratan rejeki dari pemerintah dengan tekun dan cekatan mewujudkan mimpi kecil kami, yaitu punya jembatan lagi yang bisa kembali mempererat silaturrahim kami sesama warga sempadan sungai sinrijala. Wah, masjid Nuruttaufiq dijamin jama’ahnya- yang beberapa bulan terakhir sejak jembatan sebelumnya terbawa arus-akan hadir kembali. “Insyaa Allah, ada jalan”, begitu katanya Maher Zain kan 🙂

Di hari pertama mereka mengisi pasir ke dalam karung-karung plastik kemudian menenggelamkannya ke dalam sungai. Di hari ke dua pun masih melakukan hal yang sama, karena sungai depan rumah ini lumayan dalamlah. Sangat melelahkan sepertinya, belum lagi mereka harus bolak-balik ke seberang sungai demi melakukan hal yang sama. Untung saja beberapa diantara mereka bermotor, jadinya di dua hari kemarin untuk ke seberangnya mereka berkeliling menyusuri sempadan sungai kira-kira 200m kemudian berbelok menyeberangi jembatan di ujung jalan … wah wah wah, salute … smangat !!!  makanya di hari ketiga ini mereka akan membuat rakit dari bambu untuk memudahkan pekerjaan.

Jadi sabar sabar sabar bersyukur bersyukur bersyukur, copast kalimatnya dear grandma alm.-semoga Allah mengampuni, melapangkan alam kuburnya- “sabar jadi subur”, amin amin amin 🙂

Cerita dari pete-pete

Gadis penjaga toko, ku kira sudah dua kali aku seperjalanan_satu pete-pete_ dengannya. Yup betul, meski ada banyak wajah dan gaya penumpang yang setiap hari mengejar pete-pete nol lima tapi pada si Gadis Penjaga Toko ini ingatanku masih bisa diandalkan 🙂 . Aku masih ingat di dua perjalanan sebelumnya dengan rambut tergerai sebahu dan sebuah jepitan sederhana yang tersemat di rambut. Hmmm, entah ini baik atau tidak ya tapi pada penumpang yang lain pun aku juga mengamati sepintas juga, apalagi kalau mereka naiknya belakangan, bahkan tak jarang aku terlibat pembicaraan dengan mereka. Tapi paling tidak aku juga punya alasan mengapa aku sering mengamati beberapa penumpang, selain bentuk kewaspadaan pada hal-hal yang tak diinginkan, tak jarang pula aku bertemu teman , tetangga di dalam angkot hhehee. Oh iya, yang ku maksud dengan hal-hal yang tak diinginkan itu, aku pun punya pengalaman buruk yang na’udzubillah semoga tak terulang lagi.

Jadi, di satu sore sepulang dari tempat kerja yang lama, aku itu ternyata satu angkot dengan sindikat copet. Aku naik lebih dulu dari seorang laki-laki yang kemudian duduk di sebelahku hampir bersamaan dengan seorang gadis yang kemudian duduk berhadapan dengan laki-laki tersebut. Sepanjang jalan laki-laki ini terus berlagak seolah-olah sedang menelpon seseorang dengan handphone di tangannya sambil sesekali digoyangkan. “no signal”, katanya. Begitu seterusnya sampai kemudian Sopir angkot kembali menaikkan seorang penumpang laki-laki yang kemudian duduk dekat pintu, sebangku dengan gadis tadi namun diapit oleh seorang penumpang lain. Baru saja beberapa meter angkot berjalan, si penumpang yang baru naik ini tiba-tiba merasa mual dan muntah meski dari mulutnya tak mengaluarkan cairan apapun dan tak lama kemudian meminta angkot berhenti dan turun. Pete-pete kemudian berjalan kembali setelah menurunkan laki-laki yang telah menyita sejenak perhatian kami, namun tak lama berselang, Si gadis yang duduk berhadapan dengan lelaki yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya tiba-tiba berseru kehilangan handphone nya yang membuat seisi angkot panik termasuk lelaki di sebelahku yang kemudian menjatuhkan sebuah handphone ke bawah tempat duduknya. “Hp ku !!! … kenapa bisa ada di situ ??? ” kata si gadis sambil menunjuk ke bawah tempat duduk si lelaki. Pak Sopir kemudian menghentikan angkot yang ternyata di tempat yang sama banyak rekan-rekan sesamanya para sopir sedang beristirahat. Mengetahui insiden di dalam pete-pete mereka hampir saja menurunkan si lelaki dan mengeroyoknya tapi dengan memasang wajah tak berdosanya meski tampak ketakutan pun lelaki ini berdalih tak sengaja. Untung saja bapak-bapak sopirnya baik sehingga lelaki ini selamat dari aksi pengeroyokan. Kembali ke pete-pete, usut punya usut ternyata aksinya dimulai saat lelaki yang muntah yang ternyata adalah rekannya mengusik perhatian kami. Kami hanya memperhatikan dia muntah tapi tak memperhatikan tangannya yang ternyata menepuk bahu si gadis agar si gadis terhipnotis dan lelaki yang duduk disebelahku bisa mengambil handphone di tas kecil si gadis. Sentuhan magic yang sudah terasah tentunya, namun kata si gadis ternyata tak cukup berhasil karena si gadis yang kebetulan sedang berpuasa-puasa sunnat mungkin-tak lupa mengingat Allah katanya. Subhanallah, Allah Maha Besar. dan ganjarannya ia  tahu bahwa Allah Maha Melihat, Maha Melindungi.

Oh, iya balik lagi ke gadis penjaga toko yang entah ia pun melakukan hal yang sama sepertiku atau tidak it’s okay lah karena aku kan punya argumen yang cukup untuk menguatkan pengamatan yang mungkin ada sebagian orang yang menganggap aneh meski aku merasa itu wajar dan sah-sah saja. Yup karena selain alasan-alasan tadi itu dengan pengamatan seperti ini aku bisa mengasah dan memperkaya kepekaan, rasa, ingatan, pengalaman dan yang terpenting memperkaya Analekta-ku tentunya hhehee …

Di pertemuan ke tiga dengan si gadis penjaga toko ini, ada sesuatu yang beda tampaknya. Rambut yang sebelumnya lurus tergerai itu, sekarang terbalut rapi  sebuah jilbab paris berwarna hitam. Alhamdulillah, segala puji Sang Pemberi hidayah. Semoga tetap istiqomah. Amin.

***. pete-pete it’s angkot, di makassar kami menyebutnya demikian oh iya penyebutannya pete’-pete’ … jangan salah ya 🙂