seperti sinetron

Sekedar sharing, tapi semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua…

Minggu pagi kemarin, Paman yang tinggal di Kab. Enrekang menelpon saya, menanyakan sebuah alamat, kebetulan saya sedang di luar kota namun saya tetap memberitahu kalau alamat yang dimaksud tidak jauh dari rumah, dan adik saya juga tahu alamat tersebut dan bisa mengantar beliau ke sana. Kemudian saya pun segera menghubungi orang rumah.

Tak lama berselang, kakak saya mengirimkan pesan di grup wechat kami :

Kakak : Putta, carikan dulu nomornya hery, urgent

Kakak : motornya Om Appang yang dicuri adai di toa daeng 3

Furqan, kami biasa memanggilnya Putta adalah adik saya yang tinggal di Kota Palopo.

Hery, sepupu kami seorang petugas kepolisian di Makassar.

Arfan, kami biasa memanggilnya Om Appang. Saudara Laki-laki Ibu yang tinggal di Kab. Enrekang. Kehilangan motor kesayangannya dua bulan yang lalu.

Putta : Tunggu… d gudang ka … kejar setoran

Putta : 085xxxxxxxxx.. nmrx heri

Menurut info dari rumah, setelah komunikasi dengan Heri, mereka pun bergegas menuju TKP – Toa Daeng 3 – Rumah seorang Tukang Rental Mobil, yang sebelumnya telah berkomunikasi dengan  Paman via telepon.

Berdasarkan cerita dari Paman, kemarin memang Paman sedang dalam perjalanan ke Kota Pare-pare. Paman seorang pedagang barang campuran, yang membeli barang dagangan di Kota Pare-pare karena jaraknya juga lebih dekat dibanding harus berbelanja ke Makassar. Namun, di tengah perjalanan seorang tetangga, yang ternyata Paman dari Si Pemilik Rental Mobil.

Adalah Si Pemilik Rental, telah menyewakan mobilnya ke Tuan X, namun sudah 2 minggu dari  mobil yang disewakan belum kembali. Si Pemilik Rental pun mendatangi alamat yang diberi oleh Si Penyewa, dan mobil pun dikembalikan, namun setelah melihat kondisi mobil-jok belakang dan tape sudah entah di mana-Si Pemilik Rental marah dan meminta pertanggung jawaban penyewa. Akhirnya ia menemukan sebuah motor yang kondisinya masih baru, ia pun mengambil motor tersebut sebagai jaminan sampai Si Penyewa melunasi hutangnya. Sesampai di rumah, Si Pemilik Rental memeriksa kondisi motor dan menemukan STNK pemilik motor yang alamatnya dekat dengan rumah Pamannya. Segera dihubunginya Si Paman bla bla bla … sampai akhirnya terhubung dengan Paman Kami.

” seperti sinetron, kata kami, bersyukur pada Allah ternyata Paman masih berjodoh dengan motornya, dan berterima kasih pada Si Pemilik Rental yang baik … Allah akan membalas yang lebih. Aamiin.

 

 

 

 

Judulnya hanya menemani

Di satu malam di pertengahan bulan Mei 2016, saya memposting di salah satu akun medsos saya beberapa foto jejak perjalanan ke Pantai Akkarena di siang harinya. Judulnya sih cuma menemani tamu dari Jakarta dan niat awalnya bukan ke Akkarena, tapi ke Pulau Samalona. Berhubung niat awal tak kesampaian , jadilah kami ke Akkarena. Meski kedatangan kami disambut angin laut yang super kuenceng, tak menyurutkan semangat gifo kami :)))))

#cheeeeerrrrs #Turis-turis #nekat

Cukup pahami kami yang hanya ingin mengabadikan #kenangan

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Garis Waktu

Dari waktu ke waktu, umurku semakin bertambah namun itu juga berarti jatah waktu pun semakin berkurang.
Hidup adalah sebuah nikmat teramat berharga yang harus ku syukuri, meski tak bisa ku pungkiri bahwa satu demi satu orang-orang terkasih meninggalkan untuk selamanya. Tapi satu hal bahwa kenangan-kenangan bersama mereka tetap hidup membersamai hingga saatnya waktuku pun tiba.
Ada saat-saat di mana kenangan bersama mereka yang tlah pergi kembali mengusik, dan saat itu seakan alur waktu pun mundur kembali memutarnya. Seperti itulah, alur maju-mundur yang awalnya ku temukan di pelajaran Bahasa Indonesia tak hanya berlaku di film-film yang biasa muncul di televisi saja. Karena film yang sesungguhnya adalah kehidupan dan diri kita adalah pemerannya, entah itu sebagai pemeran utama atau hanya sekedar numpang lewat sebagai figuran, namun kuharap dirimu adalah pemeran utama di kehidupanmu seperti halnya hidupku.
Begitu banyak hal yang bisa membuat kenangan itu kembali, seperti di satu sore saat kita tengah bercengkrama dengan orang-orang terkasih, tiba-tiba seseorang di antara kita mengucapkan sesuatu dan membuat kita semua kembali teringat hal pada hal yang sama.

keluarga cemarakuMasih lekat diingatan saat aku menemani kakek mengawinkan salak dan memetiknya. Memetik buah-buah tomat dan dan sayur-mayur, lalu menjualnya saat hari pasar tiba. Hohoho, membawa pulang uang hasil dagangan untuk di[tabung] di rumah kakek punya nilai tersendiri buatku. Dan jika ikan-ikan mas Kakek sudah besar, dan pemilik-pemilik rumah makan mulai berdatangan untuk membeli, aku pun bisa menemaninya menyaksikan para pembeli menangkap sendiri ikan-ikan untuk mereka bawa. Oh iya, aku juga kebagian telur-telur ikannya dan itu sangat lezat 😉
Jika matahari bersinar cerah, aku bisa menemani Nenek-Ibu dari Bapak-menjemur gabah. Menjaganya dari serangan ayam dan burung-burung kecil yang nakal. Itu sangat seru.
Aku juga masih ingat, di satu sore yang hangat, saat aku duduk bersama bapak menikmati sepiring kue pancong. Itu beberapa tahun yang lalu, sebelum kepergiannya.
Saat kecil dulu, Bapak sendiri yang mengajarkan aku dan saudara-saudara huruf-huruf hijaiyah. Mulai dari mengeja hingga tartil. Menjadi imam di sholat-sholat fardhu kami, dan untuk hal yang satu ini kami punya istilah sendiri “penduduk Mekkah”. Sssttt … Ini milik kami.
Nenek-Ibu dari Ibu-pun tak kalah hebatnya. Saat berada di dapur pun aku bisa tersenyum mengenang kembali saat aku membantu nenek membuat puding jagung yang manis, semanis ajaran dan nasehatnya.

Aku akhirnya tahu bahwa mereka adalah orang-orang tua yang visioner. Mendidik dan mengajarkan banyak hal yang sangat terasa manfaatnya di saat anak cucunya beranjak dewasa, dan saat itu mereka tak lagi ada membersamai mereka.

Terima kasih atas pelajaran dan pengalaman berharga, kenangan-kenangan terindah yang tlah kalian hadiahkan untuk hidupku. Ini kado terindah di sepanjang garis waktuku.

kado dari cigna :)

kado dari cigna 🙂

naluri cahaya

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Tanpa aba-aba alias miscall terlebih dahulu, eh tiba-tiba lampu main padam begitu saja. Hmmm … seperti kedatangan hujan yang menderas seketika pun disusul oleh angin kencang yang sukses menerbangkan atap beberapa rumah tetanga, akhirnya berimbas ke pemadaman yang sering terjadi. Yah, untuk masyarakat yang cerdas akan segera mafhum kalau ini semata-mata adalah demi alasan keselamatan, meskipun tak bisa dipungkiri juga bahwa akibat pemadaman yang lebih sering dari minum obat sesuai resep dokter alias lebih dari 3×1 sehari akan berimbas pula pada umur alat-alat elektronik seperti lemari es dan lainnya.

Oh iya, sebelum merembes ke banyak hal … “merembes” hohohoho air kali ya ??? … karena sebenarnya ini hanyalah pengamatan seorang amatir dari diriku dan sebuah prolog dariku tentang sebuah percakapan sederhana yang biasa terjadi di sekitar kita dan baru saja terjadi di gubuk sederhanaku.

Adzan maghrib sudah berkumandang, saat tiba-tiba pemadaman lampu kembali terjadi. Si Ica, adikku dengan sigap menyalakan “lampu cash” imut kami dan meletakkannya di atas tempat tidurku, tepat di samping Si Ria, adik bungsuku yang sedang bersiap-siap hendak melaksanakan Sholat Maghrib. Saat Si Ria sedang sholat, Si Mama masuk ke dalam kamar sambil berkata pada Ica, “kenapa lampunya diletakkan di situ, apa tidak mengganggu orang sholat”. Dengan santainya Si Ica menjawab, ” sengaja M, nanti kalau dijauhkan dia tak tahu di mana tempat sujudnya hehehe :)”.

Jawaban adikku yang satu ini memang hanya bercandaan kecil seperti yang biasa kami lakoni satu sama lain. Namun, dibalik itu naluriku sedikit terusik oleh sebuah kata. “Cahaya”. Bahwa cahaya, adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung yang diberi cahaya oleh Allah SWT, dan sebaliknya merugilah orang-orang yang tak mendapatkannya. Bahwa karena cahaya itulah, orang-orang yang beruntung tadi akhirnya bersegera memenuhi panggilanNya, menunaikan Sholat saat mendengar seruan dari para Mu’adzin. Yah, hanya orang-orang yang mendapat cahaya di dalam hatinya yang tergerak, sebaliknya betapa banyak orang yang mengabaikannya karena hatinya masih gelap karena belum mendapatkan cahaya. Bahwa orang-orang yang telah diberi cahaya di dalam hatinya, dalam keadan gelap sekalipun, entah karena berada di tempat yang gelap atau bahkan karena “maaf” secara fisik penglihatan mereka  terbatas atau tidak dapat melihat sama sekali pun, mereka tetap tahu ke mana dan di mana tempat sujud mereka. Karena sejatinya kita dari tanah dan atas izin Allah kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dan kelak atas izinNya pula kita akan dikembalikan ke tanah pula.

Sebuah ungkapan sederhana yang sudah sangat familiar di telinga, apalagi saat kita kanak-kanak, saat masih jadi santri di sebuah surau, masjid (belajar mengaji) dulu, ada baiknya aku sematkan di akhir celotehku ini …

“Sholatlah kamu sebelum disholati” 

<<semoga bermanfaat^^>>

Jembatan : sinrijala

Jembatan. Pembangunannya memasuki hari ketiga sekarang, dan sangat memungkinkan butuh berhari-hari atau mungkin minggu sampai bulan untuk proses pembangunannya mengingat sungai depan rumah ini tergolong dalam belum lagi musim penghujan yang sepertinya sudah mengirimkan pesan kalau bentar lagi dia akan datang menyapa dan menderaskan bulir-bulir basahnya. Tapi setidaknya aku dan semua warga berlogo sinrijala, sukaria dan sukamaju mestilah bersyukur, “Alhamdulillah ya [sesuatu] hheheeeheee 🙂

Allah lewat tangan-tangan bapak-bapak tukang yang kecipratan rejeki dari pemerintah dengan tekun dan cekatan mewujudkan mimpi kecil kami, yaitu punya jembatan lagi yang bisa kembali mempererat silaturrahim kami sesama warga sempadan sungai sinrijala. Wah, masjid Nuruttaufiq dijamin jama’ahnya- yang beberapa bulan terakhir sejak jembatan sebelumnya terbawa arus-akan hadir kembali. “Insyaa Allah, ada jalan”, begitu katanya Maher Zain kan 🙂

Di hari pertama mereka mengisi pasir ke dalam karung-karung plastik kemudian menenggelamkannya ke dalam sungai. Di hari ke dua pun masih melakukan hal yang sama, karena sungai depan rumah ini lumayan dalamlah. Sangat melelahkan sepertinya, belum lagi mereka harus bolak-balik ke seberang sungai demi melakukan hal yang sama. Untung saja beberapa diantara mereka bermotor, jadinya di dua hari kemarin untuk ke seberangnya mereka berkeliling menyusuri sempadan sungai kira-kira 200m kemudian berbelok menyeberangi jembatan di ujung jalan … wah wah wah, salute … smangat !!!  makanya di hari ketiga ini mereka akan membuat rakit dari bambu untuk memudahkan pekerjaan.

Jadi sabar sabar sabar bersyukur bersyukur bersyukur, copast kalimatnya dear grandma alm.-semoga Allah mengampuni, melapangkan alam kuburnya- “sabar jadi subur”, amin amin amin 🙂

Cerita dari pete-pete

Gadis penjaga toko, ku kira sudah dua kali aku seperjalanan_satu pete-pete_ dengannya. Yup betul, meski ada banyak wajah dan gaya penumpang yang setiap hari mengejar pete-pete nol lima tapi pada si Gadis Penjaga Toko ini ingatanku masih bisa diandalkan 🙂 . Aku masih ingat di dua perjalanan sebelumnya dengan rambut tergerai sebahu dan sebuah jepitan sederhana yang tersemat di rambut. Hmmm, entah ini baik atau tidak ya tapi pada penumpang yang lain pun aku juga mengamati sepintas juga, apalagi kalau mereka naiknya belakangan, bahkan tak jarang aku terlibat pembicaraan dengan mereka. Tapi paling tidak aku juga punya alasan mengapa aku sering mengamati beberapa penumpang, selain bentuk kewaspadaan pada hal-hal yang tak diinginkan, tak jarang pula aku bertemu teman , tetangga di dalam angkot hhehee. Oh iya, yang ku maksud dengan hal-hal yang tak diinginkan itu, aku pun punya pengalaman buruk yang na’udzubillah semoga tak terulang lagi.

Jadi, di satu sore sepulang dari tempat kerja yang lama, aku itu ternyata satu angkot dengan sindikat copet. Aku naik lebih dulu dari seorang laki-laki yang kemudian duduk di sebelahku hampir bersamaan dengan seorang gadis yang kemudian duduk berhadapan dengan laki-laki tersebut. Sepanjang jalan laki-laki ini terus berlagak seolah-olah sedang menelpon seseorang dengan handphone di tangannya sambil sesekali digoyangkan. “no signal”, katanya. Begitu seterusnya sampai kemudian Sopir angkot kembali menaikkan seorang penumpang laki-laki yang kemudian duduk dekat pintu, sebangku dengan gadis tadi namun diapit oleh seorang penumpang lain. Baru saja beberapa meter angkot berjalan, si penumpang yang baru naik ini tiba-tiba merasa mual dan muntah meski dari mulutnya tak mengaluarkan cairan apapun dan tak lama kemudian meminta angkot berhenti dan turun. Pete-pete kemudian berjalan kembali setelah menurunkan laki-laki yang telah menyita sejenak perhatian kami, namun tak lama berselang, Si gadis yang duduk berhadapan dengan lelaki yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya tiba-tiba berseru kehilangan handphone nya yang membuat seisi angkot panik termasuk lelaki di sebelahku yang kemudian menjatuhkan sebuah handphone ke bawah tempat duduknya. “Hp ku !!! … kenapa bisa ada di situ ??? ” kata si gadis sambil menunjuk ke bawah tempat duduk si lelaki. Pak Sopir kemudian menghentikan angkot yang ternyata di tempat yang sama banyak rekan-rekan sesamanya para sopir sedang beristirahat. Mengetahui insiden di dalam pete-pete mereka hampir saja menurunkan si lelaki dan mengeroyoknya tapi dengan memasang wajah tak berdosanya meski tampak ketakutan pun lelaki ini berdalih tak sengaja. Untung saja bapak-bapak sopirnya baik sehingga lelaki ini selamat dari aksi pengeroyokan. Kembali ke pete-pete, usut punya usut ternyata aksinya dimulai saat lelaki yang muntah yang ternyata adalah rekannya mengusik perhatian kami. Kami hanya memperhatikan dia muntah tapi tak memperhatikan tangannya yang ternyata menepuk bahu si gadis agar si gadis terhipnotis dan lelaki yang duduk disebelahku bisa mengambil handphone di tas kecil si gadis. Sentuhan magic yang sudah terasah tentunya, namun kata si gadis ternyata tak cukup berhasil karena si gadis yang kebetulan sedang berpuasa-puasa sunnat mungkin-tak lupa mengingat Allah katanya. Subhanallah, Allah Maha Besar. dan ganjarannya ia  tahu bahwa Allah Maha Melihat, Maha Melindungi.

Oh, iya balik lagi ke gadis penjaga toko yang entah ia pun melakukan hal yang sama sepertiku atau tidak it’s okay lah karena aku kan punya argumen yang cukup untuk menguatkan pengamatan yang mungkin ada sebagian orang yang menganggap aneh meski aku merasa itu wajar dan sah-sah saja. Yup karena selain alasan-alasan tadi itu dengan pengamatan seperti ini aku bisa mengasah dan memperkaya kepekaan, rasa, ingatan, pengalaman dan yang terpenting memperkaya Analekta-ku tentunya hhehee …

Di pertemuan ke tiga dengan si gadis penjaga toko ini, ada sesuatu yang beda tampaknya. Rambut yang sebelumnya lurus tergerai itu, sekarang terbalut rapi  sebuah jilbab paris berwarna hitam. Alhamdulillah, segala puji Sang Pemberi hidayah. Semoga tetap istiqomah. Amin.

***. pete-pete it’s angkot, di makassar kami menyebutnya demikian oh iya penyebutannya pete’-pete’ … jangan salah ya 🙂

seri kehidupan : 1 Jam

sumber : http://hampala.multiply.com/journal/item/6832

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya :

”Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita…? “

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata :

”Tidak, nak… “

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi…

”Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun…?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

”Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan

kesalahan…?”

Ayahnya tertawa…

”Mungkin tidak bisa juga, nak…”

”OK ayah, ini yang terakhir kali…

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja…?”

Akhirnya ayahnya mengangguk.

“Kemungkinan besar, bisa nak…”

Anak ini tersenyum lega…

”Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah…

Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga

aku dapat hidup dengan benar… “

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati… Marilah kita hidup dari waktu ke

waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini…

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun…

Akan menjadikan kita terbiasa…

Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat…

Dan sifat akan berubah jadi karakter…

HIDUPLAH 1 JAM TANPA :

Tanpa kemarahan,

Tanpa hati yang jahat,

Tanpa pikiran negatif,

Tanpa menjelekkan orang,

Tanpa keserakahan,

Tanpa pemborosan,

Tanpa kesombongan,

Tanpa kebohongan,

Tanpa kepalsuan…

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .

HIDUPLAH 1 JAM DENGAN :

Dengan kasih sayang kpd sesama…

Dengan damai,

Dengan kesabaran,

Dengan kelemah lembutan,

Dengan kemurahan hati,

Dengan kerendahan hati..

Dengan ketulusan..

Dan Mulailah dari Jam ini…

1 jam yang sederhana, tapi sangat mungkin akan berarti bagi perjalanan 10

tahun kedepan, bahkan mungkin sampai akhir hayat kita.

hmmm, kedengarannya mungkin simpel bin sederhana tapi in action dan aplikasinya akan terasa berat tapi setidaknya kita harus dan harus optimis dan mencoba … bismillah

.: erythrina :.

Species: Erythrina crista-galli Family: Fabace...

Erythrina selalu mengingatkanku tentangmu

tentang senyum cerahmu merekah serupa mahkotanya

tentang semangat merahmu semerah kelopaknya

dan diriku yang selalu hangat bersamamu

di bawah rindang tajuknya

Hidupmu menyimpan banyak kesedihan

aku tahu itu, tapi senyum dan semangatmu pun tak pernah jera menyela

seperti kuncup-kuncup Erythrina yang tak pernah bosan membunga

meski tanah memerah karena  guguran bunga yang berlomba

dan kau anggap itu satu keindahan, seperti kisah meteor garden yang selalu kau ceritakan

Oh, kau yang pernah ada di satu episode hidupku

yang telah mengajarkan arti hidup padaku

kembali, di bawah lembayung berbatas senja

aku datang untuk mengenangmu

Sahabatku

Sahabat datang bukan dari audisi, tapi dari dalam hati. Sahabat datang bukan untuk diseleksi tapi untuk dimiliki. Jangan memiliki sahabat karena gengsi, tapi milikilah sahabat dari hati yang suci.

*in memoriam best friendku “Ruhi Rasyid”

.: ketika takdir berbicara :.

#Maha Sunyi
Angin yang menggeser sebagian hati, menggaris sepi yang kemudian jadi nyeri. Entah, pada apa harus berbicara, ketika kata tidak bisa selesai menjelas.
 Duduk di kala senja mulai ranum, kuning merona, dan membagi sebagian kelelahan di antara bunyi derat bambu. Membagi senja dan mimpi, dalam dekap hangat alunan kidung malaikat; syahdu. 
Kita menggambar rumah, jelita-jelita kecil, buku-buku berdebu, dan sejengkal dapur. Harapan dan pengharapan, hanya pada ketika senja separuh ranum. Apa yang digaris, ketika mimpi dan pengharapan hanya ada pada sebagian dari diri kita yang memang tunduk pada takdir?

#Jelita Kecil
Jelita kecil duduk di pinggir kasur kapuk, menggoyang botol susu, sembari tersenyum tersipu-sipu

Nyatakah kau Nak? Terlahirkah kau dari tulang garba Ibumu? 
Atau memang kau serupa jelita kecil dalam ruh malaikat putih yang menari di antara harap dan doa? 
Kau serupa anak Jelita kecil yang lahir sebelum  ruh ditaruh dalam rahim,
 Ibu meminta ujudmu tetap. Pada sejengkal kesadaran yang dimiliki, untuk menjadi waras dan tidak, kau mewujud dalam setiap bulir air mata. 
Ibu mencintaimu Nak; Jelita Kecil berambut  ikal mayang. Ibu berdoa,

#Epilogue,
Konon, rumah yang kita bangun susun menyusun kini menjadi abu, dimakan waktu, dan lelatu penghuni rumah itu. 

Rumah yang kau cipta, di mana letak dapur untuk puan memasak, tali ayun tempat mengayun jelita-jelita kecil, dipan di mana rokok menjadi abu, dan derat kasur bambu kini jadi abu. 
Jelita kecil hanya sekedar mampir, mengisi kebahagiaan dan ruang harapan. DIhidupi dengan doa, dan harus pergi mengikuti takdir yang di makan waktu. 
Kami sendu merenung nasib kala itu.
Betapa Tuhan membuat garis takdir jadi kepastian, dan waktu menjadi bagian paling nyeri. Kami, yang merenung nasib tidak lagi ingin berlari. Rumah itu ada di hati paling dalam, dihidupi selagi kami mampu, dan kita harus berhenti bersedu.
Tuhan, tempat kami mengaduh, tidak boleh gaduhkah Tuhan? 
Pada sebagian sepi, air mata menolak takdir, Tuhan, apakah mendengar?

RIP. Tahmid (Tammi) … Allaahummaghfirlahu warhamhu …

sumber : http://oase.kompas.com/read/2012/05/03/21344387/Puisi-puisi.Susan.Gui

.: mengikat rasa :.

Tapi terlepas dari penyakit lupa itu, toh hari ini galau dan tawa , sedih dan bahagia menyambangi rasaku hampir bersamaan yang akhirnya sukses membuatku teringat akan beberapa kisah yang kembali nyata memenuhi selasar pikiranku dan ohhhhhhhh … aku juga bingung harus mulai menguraikan dari mana karena semua seakan berlomba tapi ah, coba dululah lagian mending diungkapin juga biar dada lapang-lega habis kemarin pake acara lupa buang di laut pas trip ke Kodingareng kemarin hhehee …

Jum’at malam kemarin ke Rumah Sakit Awal Bros sama teman-teman jenguk istrinya K’ Andre yang habis lahiran anak ke dua. Sebelumnya, di malam jum’atnya sudah sepakat buat rame-rame ke RS nya dan dilanjutkan di pagi jum’atnya memberi kabar ke beberapa teman lagi kalau-kalau mereka mau bergabung, termasuk Dia si x-man yang sempat bikin galau, man … !!! Dan … ternyata dianya bilang … “insyaallah” dan itu berarti “ya” … oh no !!!

Satu pagi senin yang cerah, seorang sahabat tiba-tiba muncul dengan raut wajah sedih kontras dengan cuaca di luar jendela. Ia pun kemudian menceritakan kesedihannya padaku panjang lebar. Rumah tangganya kembali galau karena si misua (baca: suami) yang sangat posesif. Aku turut prihatin apalagi ada dua malaikat kecil yang telah meramaikan keluarga kecilnya, tapi sikap posesif si misua malah makin menjadi-jadi, dan ujung-ujungnya selalu menyalahkan isteri dan kariernya.  Hmmm …

Tepat sebulan Bapak keluar dari rumah sakit setelah sebulan lebih terbaring di rumah sakit karena penyakit jantung . Alhamdulillah semakin membaik, tapi masih harus rawat jalan. Kemarin ibu bilang Bapak sudah bisa sholat berdiri … Alhamdulillah, aku jadi terharu dan sangat bersyukur mendengarnya. Dan bahagia pun makin bertambah karena sakitnya Bapak, dua saudara laki-laki ku akhirnya berani bilang stop to smoke.  Demikianlah ada hikmah di balik  musibah.

Si Naufal, ponakanku yang umurnya baru empat bulan, masuk rumah sakit karena masalah pernafasan dan menyedihkannya karena aku dan saudara-saudaraku harus merahasiakan tentang hal ini pada Ibu dan Bapak. Naufal dirawat inap selama 3 hari dan selama itu pula kami harus menutupinya dengan alasan kesehatan ke dua manusia yang telah sangat berjasa di hidup kami. Sumpah demi Allah, ini sangat tak mudah dan tak tak mengenakkan. Fuuuuuuuu …

Bulan ini penjualan container alhamdulillah sukses untuk ukuranku dan teman-teman yang masih pemula dan amatiran. Banyak kekurangan di sana-sini dan kami masih harus belajar banyak. Mulai dari urusan trucking dan buruh yang tak jarang sukses merepotkan kami, container yang dikompalin karena alasan bocor atau kotor, beberapa shipper nakal yang mangkir dari pembayaran stapelan dan freight containerlah, urusan nego by tambang yang sesuai ke pelayaran yang mendadak naik karena bulan ini, hingga permohonan pembebasan uang jaminan untuk Jakarta. Dan, mungkin masih banyak lagi … yang kadang membuatku dan teman-teman sangat emosional, cemas, galau, sedih, tersenyum, bahagia, tertawa di saat yang sama. Semangat semangat !!!

Masih banyak hal tapi rasanya tak dapat mengurainya saat ini, semuanya … mungkin di satu saat dan kembali lagi … jika memoriku tentangnya masih awas.  Termasuk giro yang  jatuh tempo hari ini bersamaan dengan permintaan muatan yang membuatku H2C dan tiba-tiba ada sms dari P’Salim yang sangat menyejukkan datang … “saya sudah isi mandirita 35 jt … “. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Selalu ada rahasia di balik rahasia.

Semua rasa yang memenuhiku saat ini  tiba-tiba membuatku begitu merindukan rintik dan hujan agar aku bisa merintik dan menderas bersamanya,   menari-nari di antara tirai-tirainya yang basah dan tak ada yang tahu bahwa saat itu i’m crying …

Oh, Lord I fall, I rise, I make mistakes, I live, I learn, I’ve been hurt but I’m alive. I’m human, I’m not perfect but I’m thankful…

Dan akhirnya Alhamdulillah For Everything !!

Mutiara pengikat : Belajarlah untuk melihat sisi positif dari keadaan apa adanya, bersyukurlah selalu. … “sabar jadi subur” , katanya dear grand ma almarhumah yang semoga dilapangkan selalu alam kuburnya.