Local Guide

Awalnya hanya coba-coba, membagikan hasil jepretan kamera hp yang ala kadarnya tempat-tempat yang saya kunjungi #eh ternyata seru juga berbagi cerita melalui gambar-gambar yang bisa membantu orang menemukan spot-spot yang belum pernah mereka kunjungi, kami menjadi pionir untuk anda … Memotret dan membagikan kepada dunia layaknya seorang fotografer, bahkan kami pun adalah  akan meriview tempat-tempat yang pernah kami kunjungi. So, i’m a local guide now, satu dari sekian banyak local guide yang bertebaran di seluruh penjuru dunia. Dan kami adalah reviewer, Fotografer, Pionir dan Pencari Fakta buat anda.

=========================================================================

Local Guide adalah komunitas global para penjelajah yang menulis ulasan, berbagi foto, menjawab pertanyaan, menambahkan atau mengedit tempat, dan memeriksa fakta di Google Maps.

==========================================================================

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

yang awalnya sekedar iseng dan coba-coba ini membuat saya semakin menyukainya, adalah tak lain karena selain dapat membantu orang lain lewat google maps, kita-kita para local guiders ini akan mendapatkan point setiap kali memberikan kontribusi. Asyikkkk keun, saya pun awalnya tak tahu.

Nah, point ini nantinya akan dipergunakan untuk mempertinggi level ke tingkat yang lebih tinggi, semakin tinggi level google pemandu lokal anda maka semakin besar pula manfaat yang akan diterima karena semakin tinggi level maka hadiah juga semakin besar.

Mendengar kata point, apakah anda tertarik juga untuk bergabung ? Ok, silahkan daftar langsung di sini dan mulailah berkontribusi membantu jutaan pengguna google map, karena honestly tujuan utama seorang local guide adalah membantu orang lain dan point berikut hadiah yang diperoleh setelahnya adalah nilai plusnya.

Iklan

Sore di Jimbaran

Memanjakan mata jelang buka puasa. Berlari kecil di atas hamparan pasir putih, menyambut deburan ombak dan air pasang yang menyejukkan kaki. Segala duka dan gundah sejenak menghilang, yang ada hanya bahagia. Senyum merekah bersama rona senja … “Kamu lebih kuat dari sebuah masalah”.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Waspadalah

Assalam ‘alaikum warohmatullah

Dear sekalian, terkhusus pengguna fasilitas internet banking. Sekedar membagi pengalaman yang semoga bermanfaat bagi kalian.

Jelang siang tadi, saya mengecek kembali mutasi rekening saya. Meskipun kemarin siang saya juga sudah cetak buku tabungan di bank. Dan benar saja, ada sesuatu yang aneh dan mengejutkan, sangat mengejutkan. Ternyata ada begitu banyak transaksi yang tak saya kenali. Dana masuk dari beberapa orang dan … yang membuat saya lebih terkejut lagi pendebetan dari rekening saya yang nilaix besar ke rekening seseorang yg tak saya kenali pula sementara saya pun tak merasa pernah melakukan transaksi tersebut. Saya pun segera menyadari, sesuatu telah terjadi. Saya pun langsung teringat pada seorang teman korban phishing. Saya membaca setiap transaksi aneh itu, beberapa transaksi sepertinya dilakukan melalui atm bersama. Saya pun segera memeriksa kartu ATM saya, Alhamdulillah ATM nya ada. Akhirnya saya segera mencetak mutasi di internet banking saya dan berencana mendatangi bank cabang terdekat. Namun, terlebih dahulu saya menelpon ke CS bank tersebut dan meminta untuk memblokir rekening saya. Si CS menanyakan alasan saya memblokir akhirnya saya pun menceritakan kejadiannya. Setelah saya menyebutkan nomor rekening dan nomor kartu saya seperti instruksi Si Mbak CS, ia pun memeriksa rekening saya, namun anehnya transaksi-transaksi yang saya maksud tidak terbaca di sistemnya, namun demi keamanan ia tetap memblokir rekening saya dan menyarankan saya segera mendatangi bank cabang terdekat.
Sesampai di bank cabang terdekat, saya pun menceritakan hal yang sama pada CS yang melayani saya. Memperlihatkan hasil cetak mutasi saya.
Setelah memeriksa rekening saya di sistem, tapi seperti penjelasan Mbak CS via telepon transaksi-transaksi tersebut tidak terbaca oleh sistem. Mereka juga bingung dan mengcopy hasil cetak mutasi yang saya bawa.
Alhamdulillah, transaksi-transaksi aneh tersebut tidak mempengaruhi saldo rekening saya.
Meski demikian saya masih merasa was-was namun si CS mengatakan bahwa rekening saya aman karena pin dan token ada pada saya.
Alhamdulillah, lega juga akhirnya. Saya pun meminta si cs memulihkan kembali rekening saya dan mencetak buku tabungan saya. Dan sebelum meninggalkan bank, tak lupa saya mengganti pin ATM saya

Alhamdulillah semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan semoga bermanfaat.
Aamin

Wassalam

“kucing batuk” ;)

Yaaaa ada kucing batuk !!!
Hahahahaaa kebodohan masa kecil yang menggelikan. Rasanya di masa itu belum sekalipun aku pernah melihat “kucing batuk” tapi …
Entah mendapat bisikan dari mana, Udin, kakak pertama kami tiba-tiba memproklamirkan istilah itu. Dan dasar kami prajurit-prajurit kecil yang payah, begitu mendengar seruan itu akan refleks berlari menjerit ketakutan mencari perlindungan pada orang tua atau mengikuti arah kakak kami yang sudah lebih dulu berlari, entah dia benar-benar merasakan ketakutan seperti kami, tapi setelah beberapa tahun lamanya, sejak istilah itu perlahan menghilang seiring pertambahan usia kami. Saat aku membukanya kembali sebagai kenangan, saat itu aku pun yakin kalau itu hanyalah keisengannya semata.
3bf84c69_o
Begitu banyak kenangan, namun ketakutan kami pada kucing batuk, sepertinya ratingnya selalu tinggi. Kesannya mungkin sangat tak masuk akal, tapi ya namanya juga anak-anak. Mendengar seruan itu, sama saja dengan mendengar kakak kami berkata ada hantu atau monster berwajah seram seperti yang biasa kami lihat di televisi. Alhasil monster khayalan si kakak sukses membuat kami menjerit. Karakter Si Kucing Batuk yang menyeramkan benar-benar terekam di memori kami waktu itu. Apalagi jika seruan itu diucapkan di malam hari, saat pemadaman listrik dan kami duduk mengelilingi sebatang lilin. Di tengah celotehan kami yang selalu asyik, tiba-tiba Si Kakak berseru “ada kucing batuk” dan seketika itupun kami menjerit, berhamburan mencari nenek, mama atau bapak.
Masa-masa kecil yang lucu dan bahagia. Aku tampak seperti orang gila saat mengingatnya, tertawa sendiri namun airmata pun tak kuasa menahan diri. Awas kau kucing batuk !!!

SMS Penipuan … Hati – hati !!!

Beberapa menit yang lalu, saya menerima sebuah pesan singkat dari nomor +6281242334347. Isi pesannya sebagai berikut :

INFO RESMI TELKOMSEL, Nomor Anda T-

pilih mendpt hadiah GEMERLAP

TELKOMSELpoin PIN pemenang b89c7h9.

Info lengkap klik : http://www.gemerlap-telko

msel2013.webs.com

ketika membaca isi pesan tersebut, saya yakin ini merupakan satu dari sekian banyak cara dan modus penipuan yang mengatasnamakan banyak perusahaan dan kali ini Telkomsel. Akhirnya saya coba searching lewat bantuan jendela om Google dengan mengetikkan [gemerlap telkomsel 2013] di kotak pencarian. Nah, dari situ kemudian saya menemukan informasi dengan judul Telkomsel: Hati-hati dengan Situs yang Mengatasnamakan Telkomsel.

Berbekal informasi ini, saya kemudian hendak membagikan informasi ini melalui akun Facebook saya. Ketika saya mengetikkan situs http://www.gemerlap-telkomsel2013.webs.com, muncullah link situs tersebut dengan gambar berlatar telkomsel. Di dorong rasa penasaran, saya kemudian membuka situs tersebut. Jujur saya salut dengan kerja keras dari si pembuat situs tersebut, karena memang dibuat sangat meyakinkan. Menampilkan beberapa halaman seperti :

Home | Daftar Pemenang | Product | Lokasi layanan | Profil Perusahaan | Testimonial | Promo Tur 2013

Tampilan halaman Daftar Pemenang

Selamat Kepada Pemenang Undian 2013
 Hadiah Pertama
Hadiah Kedua
Hadiah Ketiga
  Hadiah Keempat
 Hadiah Kelima
Hadiah Keenam
Keterangan;
Pengundian dilakukan melalui Pengacakan nomor di Komputer di hadapan Notaris dan disaksikan oleh pihak Dinas Sosial  Pemda dan jajaran manajemen TELKOMSEL,ini Menyeluruh pemakai kartu simPATI,Halo dan kartu AS di Seluruh Indonesia tanpa terkecuali
Mohon maaf bila pencamtunan nomor pemenang tidak kami cantumkan secara lengkap dan alamat kami tidak cantumkan demi untuk menghindari unsur-unsur yang tidak bertanggung jawab (penggandaan nomor/pemalsuan pemenang).
pemenang resmi kami akan mendapatkan konfirmasi melalui SMS/pesan singkat yang mencantumkan situs undian resmi PT.TELKOMSELhttp://gemerlap-telkomsel2013.webs.com/
Demi menghindari hal-hal yang merugikan pemenang, TELKOMSEL  tidak menyalurkan hadiah melalui kantor cabang. Syarat-syarat diumumkan melalui via telepon di 021-50444747
Warna kendaraan sesuai persediaan,pemenang tidak dapat memilih.Kondisi kendaraan adalah baru dan on the road (BBN Jakarta).
TATA CARA PENGAMBILAN HADIAH:
Pajak administrasi / Pengiriman Hadiah di tanggung oleh pemenang untuk pengurusan BBN (biaya balik nama),Rinciannya sebesar Rp3.450.000,- (Tiga juta empat ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Keputusan ini mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat, Penyetoran dana Administrasinya melalui Bank/Rekening Bendahara Samsat Polda Metro Jaya Selaku Penanggung Jawab Pengantaran Hadiah Pemenang . (khusus Pemenang kendaraan Roda Empat), Untuk meminta no rekening bendahara silahkan hub: humas telkomsel Drs.H.bambang Irawan.
Hadiah pemenang akan di antarkan langsung ke alamat anda melalui Jasa Penerbangan, dengan menggunakan Pesawat Kargo BOEING 737 GX dari bandara Halim Perdana Kusuma menuju ke Bandara atau Lapangan Penerbangan yang terdekat di daerah anda. setelah itu perjalanan dilanjutkan ke alamat pemenang.
Batas pengambilan Hadiah berlaku selama 2 hari. Apabila Pemenang tidak mengurus Hadiahnya sampai batas waktu yang ditentukan, maka Hadiah tersebut akan dialihkan pada kandidat pemenang yang lain dan kewajiban Kami kepada pemenang sudah tidak ada lagi.
  Untuk Melaporkan Alamat dan Identitas Anda, Silahkan hubungi:
Humas P.T TELKOMSEL jak-sel Drs.H.Bambang Irawan
Call Hotline khusus Pemenang Undian Poin 777 (021-50444747)

Hati-hati terhadap penipuan……!!!!!!

Syarat dan Ketentuan Berlaku!
Saya kemudian mencocokkan kode PIN pemenang yang saya terima dengan yang terlihat pada halaman tersebut. COCOK. Cukup cerdas kamu !!! Namun, saya juga masih lebih cerdik karena tak langsung percaya dengan hadiah menggiurkan yang ditawarkan.
Dan benar saja, setelah mengkonfirmasi ke 166, ternyata nomor pengirim dan situs yang mengatasnamakan Telkomsel tersebut tak dikenali dan yang lebih penting lagi, si Mbak CS bilang kalau tak ada pengundian di hari ini. Jadi … slamat yah, karena aku tak tertipu … Alhamdulillah !!!
 Si Mbak CS juga bilang, kalau saya merasa terganggu dengan sms ini, saya bisa mengadukan ke 1166, caranya :
ketik [penipuan]#no.pengirim#isi pesan
dikirim ke 1166
Saya sudah mengadukan dan telah menerima sms balasan dari 1166 :
Pelanggan yth, terima kasih atas laporan SMS PENIPUAN yang anda sampaikan.
Semoga ini bisa menjadi peringatan dan pelajaran agar kita tak mudah percaya pada segala bentuk penipuan yang menawarkan banyak hadiah yang menghijaukan mata. Na’udzubillah …

Bahagia

Hmmm, harapannya apa ya … ??? tak muluk-muluk-lah, sederhana saja, … ” bahagia ” that’s it !!!. Aku hanya ingin bahagia, bersama mereka-mereka yang selalu special di hatiku, di mana dan ke mana pun kaki ini melangkah.

Aku dilahirkan, di hari ke lima di bulan Maret, lebih dari sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun yang lalu pukul 15:15 menit di RSB ST. Fatimah Ujung Pandang (Makassar sekarang). Aku anak ke dua, dan sekaligus cucu ke dua. Konon, keluarga sangat bersukacita, apalagi karna aku anak perempuan pertama dari keluarga Bapak. Maklumlah, ayah bersaudara laki semua, maka sebagai ungkapan syukur mereka telah dikaruniai seorang bayi perempuan finally, pas akikahan yang mestinya cuma satu kambing, kemudian digenapkan menjadi dua kambing. Satu kambing untuk anak perempuan, syar’inya memang demikian, adapun yang satu itu hanya sekedar bentuk ungkapan syukur semata plus karena kambing kakek lagi banyak-banyaknya 🙂

bone-boneDemikianlah, hingga aku pun kemudian menjadi cucu kesayangan Kakek-Nenek. Tinggal bersama mereka di sebuah desa kecil yang sejuk di kaki gunung di bagian utara Sulawesi Selatan. Namun, saat memasuki usia sekolah, aku kembali bersama Bapak dan Ibu di Ujung Pandang dan kembali berlibur ke kampung saat libur panjang tiba. Kakek dan Nenek, salah satu dari mereka akan datang menjemput menjelang liburan. Dan setiba di kampung, seekor ayam kampung pun sudah siap, demikian pula menjelang kepulanganku kembali ke Ujung Pandang. Hohohooo … masa kecil yang indah, banyak cerita, banyak kenangan yang masih lekat terekam di memori.

Seiring perjalanan usia, satu persatu dari mereka, Nenek, Kakek dan kemudian Bapak beberapa bulan yang lalu, kembali ke Sang Maha Pencipta. Teriring do’a semoga mereka di beri ampunan, mendapat tempat terbaik di sisi Nya. Amin.

Demikian cerita hidup terus berlajut, bak episode dalam drama dan sinetron. Ada yang pergi, dan ada yang kemudian datang mengisi. Satu persatu anggota baru kemudian datang mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh mereka. Meski demikian, posisi mereka tetap tak akan terganti. Selamanya. Tanpa jasa besar mereka, kaki ini tak bisa berjalan sejauh ini. Terima kasih tak berhingga dan Alhamdulillah, puji syukur tak berbatas pada Sang Maha Pencipta, Pemilik dan Penyatu yang telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan bernama keluarga. Semoga kelak, kembali menyatukan kami dalam sebuah ikatan yang sama. Amin.

naluri cahaya

English: A green version of http://commons.wik...

English: A green version of http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Allah-eser2.jpg (Photo credit: Wikipedia)

Tanpa aba-aba alias miscall terlebih dahulu, eh tiba-tiba lampu main padam begitu saja. Hmmm … seperti kedatangan hujan yang menderas seketika pun disusul oleh angin kencang yang sukses menerbangkan atap beberapa rumah tetanga, akhirnya berimbas ke pemadaman yang sering terjadi. Yah, untuk masyarakat yang cerdas akan segera mafhum kalau ini semata-mata adalah demi alasan keselamatan, meskipun tak bisa dipungkiri juga bahwa akibat pemadaman yang lebih sering dari minum obat sesuai resep dokter alias lebih dari 3×1 sehari akan berimbas pula pada umur alat-alat elektronik seperti lemari es dan lainnya.

Oh iya, sebelum merembes ke banyak hal … “merembes” hohohoho air kali ya ??? … karena sebenarnya ini hanyalah pengamatan seorang amatir dari diriku dan sebuah prolog dariku tentang sebuah percakapan sederhana yang biasa terjadi di sekitar kita dan baru saja terjadi di gubuk sederhanaku.

Adzan maghrib sudah berkumandang, saat tiba-tiba pemadaman lampu kembali terjadi. Si Ica, adikku dengan sigap menyalakan “lampu cash” imut kami dan meletakkannya di atas tempat tidurku, tepat di samping Si Ria, adik bungsuku yang sedang bersiap-siap hendak melaksanakan Sholat Maghrib. Saat Si Ria sedang sholat, Si Mama masuk ke dalam kamar sambil berkata pada Ica, “kenapa lampunya diletakkan di situ, apa tidak mengganggu orang sholat”. Dengan santainya Si Ica menjawab, ” sengaja M, nanti kalau dijauhkan dia tak tahu di mana tempat sujudnya hehehe :)”.

Jawaban adikku yang satu ini memang hanya bercandaan kecil seperti yang biasa kami lakoni satu sama lain. Namun, dibalik itu naluriku sedikit terusik oleh sebuah kata. “Cahaya”. Bahwa cahaya, adalah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung yang diberi cahaya oleh Allah SWT, dan sebaliknya merugilah orang-orang yang tak mendapatkannya. Bahwa karena cahaya itulah, orang-orang yang beruntung tadi akhirnya bersegera memenuhi panggilanNya, menunaikan Sholat saat mendengar seruan dari para Mu’adzin. Yah, hanya orang-orang yang mendapat cahaya di dalam hatinya yang tergerak, sebaliknya betapa banyak orang yang mengabaikannya karena hatinya masih gelap karena belum mendapatkan cahaya. Bahwa orang-orang yang telah diberi cahaya di dalam hatinya, dalam keadan gelap sekalipun, entah karena berada di tempat yang gelap atau bahkan karena “maaf” secara fisik penglihatan mereka  terbatas atau tidak dapat melihat sama sekali pun, mereka tetap tahu ke mana dan di mana tempat sujud mereka. Karena sejatinya kita dari tanah dan atas izin Allah kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dan kelak atas izinNya pula kita akan dikembalikan ke tanah pula.

Sebuah ungkapan sederhana yang sudah sangat familiar di telinga, apalagi saat kita kanak-kanak, saat masih jadi santri di sebuah surau, masjid (belajar mengaji) dulu, ada baiknya aku sematkan di akhir celotehku ini …

“Sholatlah kamu sebelum disholati” 

<<semoga bermanfaat^^>>

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 2.400 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 4 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Langkah Sukses Bersama Bank Mandiri

Pagi yang mendung ini ku awali dengan secangkir kopi dan 2 potong brownies ditambah seiris pisang goreng hangat buatan ibu. Efek kafein dari secangkir kopi panas kurasa cukuplah untuk menghangatkan semangat dan menghalau kantuk yang kadang menyerang di saat yang tidak tepat. Pagi ini, aktifitas luar ku awali dengan kunjungan ke Bank Mandiri. Ada setoran kliring yang harus dijalankan pagi ini, sekalian cetak buku tabungan dan mengambil buku cek baru. Hari Kamis, hampir seminggu yang lalu aku mengajukan permintaan buku cek 25 yang baru, dan semestinya sehari setelahnya sudah bisa diambil, tapi karena aktifitas yang cukup padat jadi baru hari inilah aku bisa. Sejak perusahaan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) tempat aku belajar mandiri pindah rumah ke lokasi yang boleh dibilang tak searah dengan Bank Mandiri Cabang tempat aku membuka Rekening Giro, aku mengalihkan transaksi tunaiku ke cabang terdekat dari Kantor. Kecuali untuk hal-hal tertentu yang memang mengharuskan untuk diproses di cabang asal seperti urusan giro ini, mau tidak mau aku harus ke kantor cabang yang dimaksud. Repot, mungkin iya tapi mungkin aku sudah terbiasa dengan ritme dan rutinitas ini, sebagai orang yang diamanahi tanggung jawab untuk urusan finansial ekspedisi yang telah aku perjuangkan bersama sahabat-sahabatku yang luar biasa.

Sebenarnya, untuk urusan bank dan keuangan aku juga memulai dari kata “belum tahu” kemudian dalam perjalanan suksesku terus berproses sampai sekarang. Saat berstatus mahasiswa, aku kadang merasa agak minder juga pada teman-teman kuliah yang bisa dengan mudah menggunakan kartu mahasiswa mereka yang memang dwifungsi juga sebagai kartu ATM. Tangan-tangan mereka lincah memasukkan kartu ke mesin ATM untuk mengeluarkan selembar atau lebih uang kiriman dari orang tua atau sekedar transfer ke rekening lain. Saat menemani salah seorang di antara mereka aku sangat teliti memperhatikan tangan mereka menggerakkan kartu, menatap monitor mesin yang menampilkan banyak perintah saat kartu telah dimasukkan. Aku merasa sangat norak dan kampungan meski aku juga tak ingin bertanya karena takut dibilang kampungan atau apalah, secara aku tinggalnya di kota dan mereka sebagiannya berasal dari desa, tapi untuk urusan menggunakan fasilitas bank mereka lebih beruntung dan ahli. Sungguh gaptek oh gaptek diriku, bahkan aku punya cerita yang cukup memalukan yang sampai sekarang masih ku simpan rapi untuk diriku sendiri. Jadi ceritanya dua minggu setelah aku akhirnya memutuskan untuk membuka rekening di sebuah bank milik pemerintah, untuk menyimpan penghasilan pertamaku di sela-sela padatnya aktifitas perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan yang aku tekuni. Aku mendatangi sebuah ATM untuk mencoba bertransaksi sendiri seperti yang biasa dilakukan oleh teman-temanku dulu, namun saat akan memasukkan kartu ATM-ku aku bingung sendiri dibuatnya karena aku bahkan tak tahu bahagian mana yang harus lebih dahulu aku masukkan. Betapa malu dan bodohnya diriku ini, dan setelah akhirnya aku berhasil memasukkan kartu berkat bantuan si buku panduan dan melaksanakan beberapa perintah yang diinstruksikan, aku harus merelakan kartuku tertelan mesin ATM karena tak lincah mengikuti instruksi. Dan kurasa itulah pengalaman terbodohku bersama ATM yang untuk beberapa waktu membuatku sebisa mungkin menghindari ATM. Namun, seiring perjalanan waktu semakin ke sini justru aku merasa sebagian aktifitasku adalah interaksi dengan dunia perbankan termasuk ATM itu sendiri.

Pada awalnya, untuk jasa pelayanan bank aku menggunakan jasa Bank Milik Pemerintah, namun sejak bergelut di dunia EMKL ini aku memilih menggunakan jasa bank swasta. Langkah awalku ke bank swasta adalah dengan membuka Rekening Tabungan Bisnis di Bank yang Terdepan dan Terpercaya, yaitu Bank Mandiri. Ini dikarenakan fasilitas dan layanan yang memberi kemudahan lebih dalam proses transaksi dengan pelayaran dan sebagian besar pelanggan yang menggunakan jasa ekspedisi kami adalah nasabah di Bank-Bank Swasta. Dua, tiga sampai lima kali dalam seminggu aku mendatangi Bank untuk penarikan atau penyetoran ataupun sekedar untuk mencetak buku untuk mengontrol dan melihat setiap aktifitas transaksi yang masuk dan keluar, apalagi sejak fasilitas histori transaksi di Internet Banking Mandiri ditiadakan jadinya aku semakin aktif bersilaturrahmi ke Bank Mandiri terdekat. Meski kemudian aku bisa medapatinya di bilik Mutasi Rekening, namun ibarat  sebaris ungkapan kata yang sangat akrab di lidah dan telinga “ala bisa karena biasa”, aku sudah terlanjur berada di zona nyaman di bilik Histori Transaksi 🙂

Namun, jika hanya sekedar untuk bertransaksi non finansial aku sangat berterima kasih atas bantuan internet banking dan mobile banking. Transaksi apapun, entah itu transfer, pembayaran tagihan listrik, tagihan telepon, pembelian pulsa, pembelian tiket atau sekedar cek saldo, dua fasilitas ini bisa diandalkan. Selain itu, untuk  memenuhi berbagai kebutuhan  dengan mudah dan tanpa membutuhkan agunan, fasilitas kredit Mandiri KTA bisa diandalkan. Untuk pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan baik melalui developer maupun penjual perorangan, Mandiri KPR bisa memberikan fasilitas pinjaman. Selain itu dengan Tabungan Rencana Mandiri setoran bulanan bisa ditentukan sendiri sampai jatuh tempo, karena selain suku bunga tabungan yang tinggi juga tabungan kita sudah diasuransikan. Fasilitas lain yang Bank Mandiri berikan untuk para nasabahnya adalah Mandiri Kartu Kredit yang menawarkan diskon dan cicilan yang cukup menggiurkan. Jadi, seiring berkembang pesatnya dunia teknologi, dunia perbankan terkhusus Bank Mandiri pun semakin canggih dengan beragammnya fasilitas yang ditawarkan yang tak lagi hanya Mandiri Tabungan dan kartu debit semata.

Untuk melihat betapa Bank terkhusus Bank Mandiri semakin memanjakan nasabahnya   terlihat pada video berikut :

Baca lebih lanjut