Hujan dan Subuh

Mensemesta, bertasbih bersama embun dan tanah basah.

Allaahumma shoyyiban naafi’an, ada keberkahan menyertainya.

Menderas di antara lantunan merdu suara muadzin yang menggema

Menggetarkan hati hamba-hamba yang merindu untuk bersegera

Namun, tak bagi jiwa-jiwa angkuh yang merasa akan hidup selamanya

Dahan-dahan dan pucuk, embun dan tanah basah semua tunduk bertasbih, oh mensemesta bertasbih pada Nya.

Dan  kita yang pulas berkemul, oh malunya.

Sungguh.

Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Tapi insan kalaupun ada hanya
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum
Hayaa ‘alash sholaah
Hayya ‘alal falaah

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Berkumandang suara adzan

Tabuh berbunyi
Berkumandang

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permu...

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permukaan daun. (Photo credit: Wikipedia)

Iklan

*~ sesuatu di balik rembulan

Judul : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Penerbit : Republika
penulis : tere liye
tebal buku : 426 HALAMAN

Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima Pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?
Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memilki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?
Ray (tokoh utama dalam kisah ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.
Siapkan energi Anda untuk memasuki dunia Fantasi Tere-Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega

Khas-nya Tere Liye, membuat cerita yang bisa jadi bahan perenungan bagi pembacanya..

Berikut kutipan dari novel ini yang paling berkesan:

Bayangkanlah sebuah kolam luas,
Kolam itu tenang,
saking tenangnya terlihat bak kaca.

Tiba-tiba hujan deras turun..
Bayangkan,
ada berjuta bulir air hujan yang jatuh di atas air kolam, membuat riak..
Jutaan rintik air yang terus-menerus berdatangan, membentuk riak, kecil-kecil memenuhi seluruh permukaan kolam…

Begitulah kehidupan ini,
bagai sebuah kolam raksasa.
Dan manusia bagai air hujan yang berdatangan terus-menerus, membuat riak..
Riak itu adalah gambaran kehidupannya.

Siapa yang peduli dengan sebuah bulir air hujan yang jatuh ke kolam, menit sekian, detik sekian? Ada jutaan bulir air hujan lain, bahkan dalam sekejap riak yang ditimbulkan tetes hujan barusan sudah hilang, terlupakan, tak tercatat dalam sejarah…

Siapa yang peduli dengan anak manusia yang lahir tahun sekian, bulan sekian, tanggal sekian, jam sekian, menit sekian, detik sekian? Ada miliaran manusia, dan bahkan dalam sekejap, nama, wajah, dan apalah darinya segera lenyap dari muka bumi! Ada seribu kelahiran dalam setiap detik, siapa yang peduli?
Itu jika engkau memandang kehidupan dari sisi yang amat negatif..

Kalau engkau memahaminya dari sisi positif,
maka kau akan mengerti ada yang peduli atas bermiliar-miliar bulir air yang membuat riak tersebut,
Peduli atas riak-riak yang kau timbulkan di atas kolam, sekecil atau sekejap apapun riak itu..

Dan saat kau menyadari ada yang peduli,
maka kau akan selalu memikirkan dengan baik semua keputusan yang akan kau ambil..
Sekecil apapun itu, setiap perbuatan kita memiliki sebab-akibat..

Siklus sebab-akibat itu sudah ditentukan..
Tak ada yang bisa mengubahnya, kecuali satu!
Yaitu Kebaikan..
Kebaikan bisa mengubah takdir..
Nanti engkau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu..
Apalagi kebaikan-kebaikan yang memang dilakukan dengan sengaja..

Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu,
Seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa mengubah siklusnya,
Maka dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik..
Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia,
Mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain,
Tapi dia tetap mengisi sebaik mungkin…

hohoho … sangat sesuatu huhuhu …

.: hujan dan pagi :.

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permu...

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permukaan daun. (Photo credit: Wikipedia)

Satday pagi, bersama hujan yang terus menderas

aku tak menunggu tapi juga tak mencerca

karena di tiap titik-titiknya ada berkah yang menyertai, aku yakin itu

seperti sebaris do’a hujanku

“Allaahumma shoyyiban naafi’an”

 

# Hujan pagi ini #

Sepagian ini hujan menyapa bumiku

 
Merinai lembut diantara senyapnya pagi
 
Ia membawa kembali sejumput kenangan yang sempat ku curi simpan
 
Kenangan tentang kita dan hujan
 
Bersama sang bayu yang menghembuskan dinginnya
 
Kutitipkan salam kebahagiaan bagimu
 
Sedang apa kamu yang di sana?
 
Adakah sepagian ini hujan juga menyapa bumimu?