Judulnya hanya menemani

Di satu malam di pertengahan bulan Mei 2016, saya memposting di salah satu akun medsos saya beberapa foto jejak perjalanan ke Pantai Akkarena di siang harinya. Judulnya sih cuma menemani tamu dari Jakarta dan niat awalnya bukan ke Akkarena, tapi ke Pulau Samalona. Berhubung niat awal tak kesampaian , jadilah kami ke Akkarena. Meski kedatangan kami disambut angin laut yang super kuenceng, tak menyurutkan semangat gifo kami :)))))

#cheeeeerrrrs #Turis-turis #nekat

Cukup pahami kami yang hanya ingin mengabadikan #kenangan

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mutiara Pagi

# Hikmah Luka

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi.

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi. (Photo credit: Wikipedia)

Pepohonan yang sudah “matang” akan siap dilukai dan dibentuk dengan cara ditebang, digergaji, dihijrahkan ke luar hutan, dipahat, dipaku, diampelas dan diwarnai, sehingga “harga jual”nya meningkat tajam.

So, setiap luka akan membentuk kedewasan dan meningkatkan nilai dirimu dibandingkan sebelumnya. Bersabar dan bersyukurlah atas setiap luka yang sempat kau rasakan, terima dan maafkanlah kehadirannya.

” please share and follow @gerychocolatos ” … demikian kalimat akhir dari status Chocolatos yang [sesuatu] ini, yang kemudian ku blok and then “copast” agar bisa ku share di analekta ini. Berbagi,  kurasa seperti ini jugalah caraku mengabadikannya.

 

Cerita dari pete-pete

Gadis penjaga toko, ku kira sudah dua kali aku seperjalanan_satu pete-pete_ dengannya. Yup betul, meski ada banyak wajah dan gaya penumpang yang setiap hari mengejar pete-pete nol lima tapi pada si Gadis Penjaga Toko ini ingatanku masih bisa diandalkan 🙂 . Aku masih ingat di dua perjalanan sebelumnya dengan rambut tergerai sebahu dan sebuah jepitan sederhana yang tersemat di rambut. Hmmm, entah ini baik atau tidak ya tapi pada penumpang yang lain pun aku juga mengamati sepintas juga, apalagi kalau mereka naiknya belakangan, bahkan tak jarang aku terlibat pembicaraan dengan mereka. Tapi paling tidak aku juga punya alasan mengapa aku sering mengamati beberapa penumpang, selain bentuk kewaspadaan pada hal-hal yang tak diinginkan, tak jarang pula aku bertemu teman , tetangga di dalam angkot hhehee. Oh iya, yang ku maksud dengan hal-hal yang tak diinginkan itu, aku pun punya pengalaman buruk yang na’udzubillah semoga tak terulang lagi.

Jadi, di satu sore sepulang dari tempat kerja yang lama, aku itu ternyata satu angkot dengan sindikat copet. Aku naik lebih dulu dari seorang laki-laki yang kemudian duduk di sebelahku hampir bersamaan dengan seorang gadis yang kemudian duduk berhadapan dengan laki-laki tersebut. Sepanjang jalan laki-laki ini terus berlagak seolah-olah sedang menelpon seseorang dengan handphone di tangannya sambil sesekali digoyangkan. “no signal”, katanya. Begitu seterusnya sampai kemudian Sopir angkot kembali menaikkan seorang penumpang laki-laki yang kemudian duduk dekat pintu, sebangku dengan gadis tadi namun diapit oleh seorang penumpang lain. Baru saja beberapa meter angkot berjalan, si penumpang yang baru naik ini tiba-tiba merasa mual dan muntah meski dari mulutnya tak mengaluarkan cairan apapun dan tak lama kemudian meminta angkot berhenti dan turun. Pete-pete kemudian berjalan kembali setelah menurunkan laki-laki yang telah menyita sejenak perhatian kami, namun tak lama berselang, Si gadis yang duduk berhadapan dengan lelaki yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya tiba-tiba berseru kehilangan handphone nya yang membuat seisi angkot panik termasuk lelaki di sebelahku yang kemudian menjatuhkan sebuah handphone ke bawah tempat duduknya. “Hp ku !!! … kenapa bisa ada di situ ??? ” kata si gadis sambil menunjuk ke bawah tempat duduk si lelaki. Pak Sopir kemudian menghentikan angkot yang ternyata di tempat yang sama banyak rekan-rekan sesamanya para sopir sedang beristirahat. Mengetahui insiden di dalam pete-pete mereka hampir saja menurunkan si lelaki dan mengeroyoknya tapi dengan memasang wajah tak berdosanya meski tampak ketakutan pun lelaki ini berdalih tak sengaja. Untung saja bapak-bapak sopirnya baik sehingga lelaki ini selamat dari aksi pengeroyokan. Kembali ke pete-pete, usut punya usut ternyata aksinya dimulai saat lelaki yang muntah yang ternyata adalah rekannya mengusik perhatian kami. Kami hanya memperhatikan dia muntah tapi tak memperhatikan tangannya yang ternyata menepuk bahu si gadis agar si gadis terhipnotis dan lelaki yang duduk disebelahku bisa mengambil handphone di tas kecil si gadis. Sentuhan magic yang sudah terasah tentunya, namun kata si gadis ternyata tak cukup berhasil karena si gadis yang kebetulan sedang berpuasa-puasa sunnat mungkin-tak lupa mengingat Allah katanya. Subhanallah, Allah Maha Besar. dan ganjarannya ia  tahu bahwa Allah Maha Melihat, Maha Melindungi.

Oh, iya balik lagi ke gadis penjaga toko yang entah ia pun melakukan hal yang sama sepertiku atau tidak it’s okay lah karena aku kan punya argumen yang cukup untuk menguatkan pengamatan yang mungkin ada sebagian orang yang menganggap aneh meski aku merasa itu wajar dan sah-sah saja. Yup karena selain alasan-alasan tadi itu dengan pengamatan seperti ini aku bisa mengasah dan memperkaya kepekaan, rasa, ingatan, pengalaman dan yang terpenting memperkaya Analekta-ku tentunya hhehee …

Di pertemuan ke tiga dengan si gadis penjaga toko ini, ada sesuatu yang beda tampaknya. Rambut yang sebelumnya lurus tergerai itu, sekarang terbalut rapi  sebuah jilbab paris berwarna hitam. Alhamdulillah, segala puji Sang Pemberi hidayah. Semoga tetap istiqomah. Amin.

***. pete-pete it’s angkot, di makassar kami menyebutnya demikian oh iya penyebutannya pete’-pete’ … jangan salah ya 🙂

i need Allah

I need Allah … yes !!! sangat … selalu. Seperti sebaris kalimat singkat di Header-I need Allah-Analekta, di susah, sedih dan senangku i need Allah dan sepanjang hari bersama-Nya adalah [sesuatu] …

dan segala yang bernama [sesuatu] itu aku sangat bergantung pada Nya dan setiap detik waktu, setiap detak jantung adalah berkah tak terhingga. Dan sejatinya pada tiap-tiap keberkahan ada bait-bait syukur yang menyertainya. Berdzkir dan berdoa adalah salah satu ungkapan rasa terima kasih dan syukurku pada Nya. Dan di pagi yang basah ini, ditemani embun dan bulir-bulir kristal basahnya, ku untai Rabithah pagiku ini sebagai wujud syukurku untuk setiap [sesuatu] yang berkah yang amat sangat tak berhingga.

Aku berada di pagi hari ini sementara segala kekuasaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Robb, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari rasa malas dan hari tua yang tidak menyenangkan. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka dan siksa kubur.

Ya Allah, dengan pertolonganMu aku berada di pagi ini dan dengan pertolonganMu pula kami berada di sore hari, dengan pertolonganMu kami hidup dan dengan pertolonganMu kami mati, serta hanya kepadaMu kami dibangkitkan kelak.

Ya Allah, sesungguhnya pada sore ini, aku bersaksi di hadapanMu, di hadapan para malaikat penjunjung ‘ArsyMu, para malaikatMu (yang lain) serta seluruh makhluk ciptaanMu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagiMu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulMu.

Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hambaMu, maka pasti berasal dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu. Hanya bagi segala puja-puji dan syukur.

Aku berada di pagi ini di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan di atas agama bapak kami Ibrahim, sebagai seorang muslim yang lurus dan tidak termasuk orang-orang musyrik.

Dan akhirnya Ya Allah, limpahkanlah sholawat beriring salam kepada Nabi kami Muhammad.

*** ___***

Aamien aamien aamien yaa Robbal’aalamien