Penipuan bermodus Phishing

Perkembangan teknologi membawa efek positif dan negatif bagi kita. Kalau efek positif ya Alhamdulillah, sangat baiklah buat kita, tapi kalau sebaliknya efek negatif, na’udzubillah semoga kita terhidar darinya. Salah satu efek negatifnya adalah makin marak dan beragamnya modus penipuan, mulai dari sms minta pulsa, inilah itulah, pokoknya ada saja cara yang digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Seperti email dari Bank Mandiri yang baru saja aku terima pagi ini berjudul “Waspadai Penipuan Bermodus Phishing”, yang kemudian aku share di beranda analekta ini agar saya dan anda-anda semua yang kebetulan lewat atau tak sengaja menemukan tulisan ini, bisa sama-sama waspada.

Apa itu Phishing?

Phishing adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah dengan tujuan penipuan atau kejahatan.
Bagaimana phishing dilakukan?

Teknik Phishing yang sering digunakan:

Menggunakan format dan alamat e-mail palsu untuk meminta data rekening dengan alasan perbaikan/upgrade sistem
Menggunakan website palsu yang mirip dengan website Bank Mandiri yang resmi
Mengirimkan form isian melalui e-mail yang meminta user ID, password atau PIN

Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan User user ID, password atau PIN secara tidak sah.
Mencegah phishing

Selalu periksa alamat website yang Anda kunjungi di address bar browser Anda. website resmi bank, yaitu: http://www.bankmandiri.co.id
Jangan pernah memberikan User ID atau PIN Anda pada orang lain bahkan staf Bank Mandiri sekalipun. Bank Mandiri tidak pernah menanyakan nomor PIN untuk alasan apapun.
Jangan terpancing untuk mengikuti anjuran melakukan transfer ke rekening tertentu, dengan tujuan mendapatkan hadiah undian.
Jika Anda mendapatkan e-mail yang berisi pemberitahuan bahwa Bank Mandiri sedang meng-upgrade system dan meminta Anda melakukan konfirmasi dengan data-data pribadi, jangan reply atau meng-klik link yang ada pada e-mail tersebut. Bank Mandiri menerapkan kebijakan untuk tidak meminta pemilik rekening/Nasabah meng-update data melalui sarana e-mail.
Jika anda sudah terlanjur melakukan reply, segera hubungi mandiri call 14000 untuk melakukan penghapusan fasilitas internet banking dan silahkan mendaftar ulang melalui mandiri ATM atau cabang yang terdekat.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang email yang dikirimkan oleh Bank Mandiri atau bila Anda merasa bahwa seseorang sedang mencoba melakukan penyalahgunaan atas nama Bank Mandiri, segera hubungi mandiri call 14000

Terima kasih telah meluangkan waktu dan semoga tulisan ini bermanfaat buat anda. Terima kasih pada Bank Mandiri atas informasinya. Tetap waspada, dan jangan lupa untuk selalu memohon penjagaan pada Sang Maha Menjaga.

Iklan

Langkah Sukses Bersama Bank Mandiri

Pagi yang mendung ini ku awali dengan secangkir kopi dan 2 potong brownies ditambah seiris pisang goreng hangat buatan ibu. Efek kafein dari secangkir kopi panas kurasa cukuplah untuk menghangatkan semangat dan menghalau kantuk yang kadang menyerang di saat yang tidak tepat. Pagi ini, aktifitas luar ku awali dengan kunjungan ke Bank Mandiri. Ada setoran kliring yang harus dijalankan pagi ini, sekalian cetak buku tabungan dan mengambil buku cek baru. Hari Kamis, hampir seminggu yang lalu aku mengajukan permintaan buku cek 25 yang baru, dan semestinya sehari setelahnya sudah bisa diambil, tapi karena aktifitas yang cukup padat jadi baru hari inilah aku bisa. Sejak perusahaan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) tempat aku belajar mandiri pindah rumah ke lokasi yang boleh dibilang tak searah dengan Bank Mandiri Cabang tempat aku membuka Rekening Giro, aku mengalihkan transaksi tunaiku ke cabang terdekat dari Kantor. Kecuali untuk hal-hal tertentu yang memang mengharuskan untuk diproses di cabang asal seperti urusan giro ini, mau tidak mau aku harus ke kantor cabang yang dimaksud. Repot, mungkin iya tapi mungkin aku sudah terbiasa dengan ritme dan rutinitas ini, sebagai orang yang diamanahi tanggung jawab untuk urusan finansial ekspedisi yang telah aku perjuangkan bersama sahabat-sahabatku yang luar biasa.

Sebenarnya, untuk urusan bank dan keuangan aku juga memulai dari kata “belum tahu” kemudian dalam perjalanan suksesku terus berproses sampai sekarang. Saat berstatus mahasiswa, aku kadang merasa agak minder juga pada teman-teman kuliah yang bisa dengan mudah menggunakan kartu mahasiswa mereka yang memang dwifungsi juga sebagai kartu ATM. Tangan-tangan mereka lincah memasukkan kartu ke mesin ATM untuk mengeluarkan selembar atau lebih uang kiriman dari orang tua atau sekedar transfer ke rekening lain. Saat menemani salah seorang di antara mereka aku sangat teliti memperhatikan tangan mereka menggerakkan kartu, menatap monitor mesin yang menampilkan banyak perintah saat kartu telah dimasukkan. Aku merasa sangat norak dan kampungan meski aku juga tak ingin bertanya karena takut dibilang kampungan atau apalah, secara aku tinggalnya di kota dan mereka sebagiannya berasal dari desa, tapi untuk urusan menggunakan fasilitas bank mereka lebih beruntung dan ahli. Sungguh gaptek oh gaptek diriku, bahkan aku punya cerita yang cukup memalukan yang sampai sekarang masih ku simpan rapi untuk diriku sendiri. Jadi ceritanya dua minggu setelah aku akhirnya memutuskan untuk membuka rekening di sebuah bank milik pemerintah, untuk menyimpan penghasilan pertamaku di sela-sela padatnya aktifitas perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan yang aku tekuni. Aku mendatangi sebuah ATM untuk mencoba bertransaksi sendiri seperti yang biasa dilakukan oleh teman-temanku dulu, namun saat akan memasukkan kartu ATM-ku aku bingung sendiri dibuatnya karena aku bahkan tak tahu bahagian mana yang harus lebih dahulu aku masukkan. Betapa malu dan bodohnya diriku ini, dan setelah akhirnya aku berhasil memasukkan kartu berkat bantuan si buku panduan dan melaksanakan beberapa perintah yang diinstruksikan, aku harus merelakan kartuku tertelan mesin ATM karena tak lincah mengikuti instruksi. Dan kurasa itulah pengalaman terbodohku bersama ATM yang untuk beberapa waktu membuatku sebisa mungkin menghindari ATM. Namun, seiring perjalanan waktu semakin ke sini justru aku merasa sebagian aktifitasku adalah interaksi dengan dunia perbankan termasuk ATM itu sendiri.

Pada awalnya, untuk jasa pelayanan bank aku menggunakan jasa Bank Milik Pemerintah, namun sejak bergelut di dunia EMKL ini aku memilih menggunakan jasa bank swasta. Langkah awalku ke bank swasta adalah dengan membuka Rekening Tabungan Bisnis di Bank yang Terdepan dan Terpercaya, yaitu Bank Mandiri. Ini dikarenakan fasilitas dan layanan yang memberi kemudahan lebih dalam proses transaksi dengan pelayaran dan sebagian besar pelanggan yang menggunakan jasa ekspedisi kami adalah nasabah di Bank-Bank Swasta. Dua, tiga sampai lima kali dalam seminggu aku mendatangi Bank untuk penarikan atau penyetoran ataupun sekedar untuk mencetak buku untuk mengontrol dan melihat setiap aktifitas transaksi yang masuk dan keluar, apalagi sejak fasilitas histori transaksi di Internet Banking Mandiri ditiadakan jadinya aku semakin aktif bersilaturrahmi ke Bank Mandiri terdekat. Meski kemudian aku bisa medapatinya di bilik Mutasi Rekening, namun ibarat  sebaris ungkapan kata yang sangat akrab di lidah dan telinga “ala bisa karena biasa”, aku sudah terlanjur berada di zona nyaman di bilik Histori Transaksi 🙂

Namun, jika hanya sekedar untuk bertransaksi non finansial aku sangat berterima kasih atas bantuan internet banking dan mobile banking. Transaksi apapun, entah itu transfer, pembayaran tagihan listrik, tagihan telepon, pembelian pulsa, pembelian tiket atau sekedar cek saldo, dua fasilitas ini bisa diandalkan. Selain itu, untuk  memenuhi berbagai kebutuhan  dengan mudah dan tanpa membutuhkan agunan, fasilitas kredit Mandiri KTA bisa diandalkan. Untuk pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan baik melalui developer maupun penjual perorangan, Mandiri KPR bisa memberikan fasilitas pinjaman. Selain itu dengan Tabungan Rencana Mandiri setoran bulanan bisa ditentukan sendiri sampai jatuh tempo, karena selain suku bunga tabungan yang tinggi juga tabungan kita sudah diasuransikan. Fasilitas lain yang Bank Mandiri berikan untuk para nasabahnya adalah Mandiri Kartu Kredit yang menawarkan diskon dan cicilan yang cukup menggiurkan. Jadi, seiring berkembang pesatnya dunia teknologi, dunia perbankan terkhusus Bank Mandiri pun semakin canggih dengan beragammnya fasilitas yang ditawarkan yang tak lagi hanya Mandiri Tabungan dan kartu debit semata.

Untuk melihat betapa Bank terkhusus Bank Mandiri semakin memanjakan nasabahnya   terlihat pada video berikut :

Baca lebih lanjut

‘ntahlah, hanya ingin bercerita

24 Agustus 2012. Pagi. Semangat semangat !!! it’s time toek balik kembali ke rutinitas, berkutat kembali dengan container dan segala remeh-cemehnya. Yupppp bismillah, semangat semangat !!!

Pagi ini dimulai dengan kunjungan bank. Bank pertama yang kutuju adalah Bank BCA KCP Pettarani. Saling sapa dengan Pak Muchlis-security bank-yang selalu tersenyum ramah  dan hangat, membukakan pintu kacanya. Maklumlah, nasabah lama jadinya aku dan beberapa wajah di Bank ini termasuk Pak Muchlis sudah familiar satu sama lain. “Mau ke CS, Pak !” seruku kemudian. Pak Muchlis kemudian mengarahkanku ke tempat pengambilan nomor antrian dan “Alhamdulillah, numero uno” ucapku pelan, senangnya hati. Karena dapatnya nomor satu jadi tak perlu menunggu waktu lama saat kemudian Si CS yang ramah menekan tombol dan terdengarlah suara dari mesin pemanggilnya “nomor antrian satu”.

Kurang lebih 30 menit bersama CS dan senyum dan ucapan yang ramah “terima kasih atas kunjungannya bu, ada lagi yang bisa kami bantu ??? “sementara ini dulu, trima kasih kembali”, jawabku sambil tersenyum pula. Kemudian berbalik dan berjalan menuju deretan tempat duduk menunggu antrian, merapikan kembali bawaanku dan berjalan menuju ATM, menarik lembaran-lembaran seratus ribu rupiah, membalas senyum dan ucapan ramah-terima kasih- Pak Muchlis saat membukakan kembali pintu kacanya, aku pun meninggalkan Bank BCA untuk selanjutnya menuju Bank ke dua hohohoooo.

Bank ke dua yang aku kunjungi adalah Bank Mandiri Pettarani. Letaknya tak jauh dari BCA Pettarani, hanya dibatasi oleh beberapa Ruko. Dan seperti di bank sebelumnya dan hari-hari biasanya, di sini kembali disambut dengan senyum ramah dan sapaan hangat dari security. Tujuan ke mandiri ini adalah lagi-lagi ke CS dan lagi-lagi dapatnya nomor antrian satu, Alhamdulillah !!! dan seperti di BCA tadi, aku dan wajah-wajah di sini pun sudah saling mengenal. Ada progress Ramadhan nih. Mbak Nurul Si CS yang akan aku kunjungi sekarang berjilbab ternyata, Alhamdulillah. Oh iya, tadi di BCA pun demikian, seorang teller cantiknya juga ada yang sudah berjilbab, Alhamdulillah. Di Ramadhan kemarin sih sempat dengar juga pas lagi transaksi si Tellernya nanya-nanya ke rekan-rekan tellernya “cocok gak yak klo aku jilbaban juga ?” dan gayung pun bersambut, niat baiknya direspon positif oleh rekan-rekannya dan hasilnya seperti yang ku saksikan pagi ini. Congratulation mbak-mbak ya, inilah kemenangan kalian, semoga tetap istiqomah.

Setelah urusan dengan mbak selanjutnya dengan teller cantik. Oh iya, seorang teller-mbak yuni- yang biasanya melayani kami juga rupanya sedang cuti jadinya teller kurang satu, tapi hari ini amanlah antrian juga gak rame ini.

Akhrinya kunjungan bank untuk hari ini selesai juga, it’s time to ngantor heheee … Dengan angkot kode 05, melajulah aku ke tempat yang aku sebut office.


سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

(Subhaanal ladzii sakhkhorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolibuun)

Maha Suci (Tuhan) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami

Di perjalanan, Pak sopir menyuguhkan musik yang sungguh aduhai … “di dalam gubukkk bambu tempat tinggalku di sini ku renungi nasibku … “ ahhhaaaa apa mau dikata, hobbynya Pak supir kali ya kita idem aja, mencoba menikmati saja heheheee …

“… kucing pun menari, mengajakku bercanda, hati riang membuatku bahagia … “ … Pak Supir menambah volume music gubuk bambunya setelah menurunkan seorang penumpang. Hmmm … aku hanya bisa tersenyum sendiri, menikmati kebahagiaan Pak Supir mungkin seperti kucing menari kali ya seperti lirik lagunya yang diputar beberapa kali hehehee … Kebahagiaan kecil yang meski aku tak begitu menyukai music dangdut tapi aku juga tak bisa menafikan that Dangdut is a music of my country-di dalam gubukkk bambu suka dukaku di sini ku dendangkan sejuta rasa– yang menghadirkan kebahagiaan kecil di hati seorang supir angkot-lelaki paruh baya-yang akhirnya pun menularkan kebahagiaannya pada kami meski hanya senyum-senyum kecil dari mulut kami tapi tau tidak hati ku juga ikut tersenyum menyaksikannya. Karena Bahagia itu sederhana. That’s it !!!