Fadhliyah, Bersyukur Apapun Keadaannya

Kalimat Kunci : Bersyukurlah  atas apapun situasi yang Anda alami dan berikan makna syukur untuk segala situasi yang Anda
hadapi.

Rose Anda バラ アンダ

Rose Anda バラ アンダ (Photo credit: T.Kiya)

Kembali mengekspos kiriman email dari Mba Anne Ahira yang baru ku terima. Aku tak ingin menyimpannya hanya untukku saja. Karena ini adalah [sesuatu], siapapun boleh membaca dan menyimpannya. Kamu bahkan bisa mengganti namaku dengan namamu lalu, kita menyimpannya bersama-sama. Ok ok ok ^^d

“Bangunlah sikap syukur dan syukurilah
atas segala sesuatu yang terjadi pada
diri Anda, melangkah ke depan untuk
menerima sesuatu yang lebih besar dan
lebih baik dari situasi Anda sekarang”
– Brian Tracy

Dear Fadhliyah,

Jika Anda sedang sulit tidur,
ingatlah pada orang-orang tunawisma
yang  tidak tidur di tempat tidur
empuk dan tak berselimut.

Jika Anda terjebak dalam kemacetan,
jangan kesal. Masih banyak orang yang
terpaksa menarik gerobak sampah yang
berat dengan berjalan kaki menuju
tempat pembuangan sampah.

Jika Anda sedang mengalami hari yang
mengesalkan di kantor, pikirkanlah
orang-orang di luar sana yang masih
belum mendapatkan pekerjaan.

Jika Anda sedang sedih dan kecewa
karena hubungan cinta Anda sedang
memburuk, pikirkanlah mengenai orang
yang tidak tahu seperti apa rasanya
mencintai dan dicintai.

Jika Anda mengeluh tidak punya sepatu
baru, pikirkanlah orang-orang yang
tidak memiliki kaki.

Jika Anda menemukan uban saat Anda
bercermin, pikirkanlah pasien kanker
yang  dikemoterapi  yang berharap
rambutnya tetap utuh.

Jika Anda mengeluh negeri ini tidak
banyak memberi untuk Anda,
pikirkanlah negara lain yang saat ini
sedang dilanda peperangan dan
kelaparan.

Jika mobil Anda mogok dan Anda harus
berjalan berkilo-kilo untuk mencari
bantuan, pikirkanlah orang cacat yang
ingin sekali berjalan seperti Anda.

Bersyukurlah Fadhliyah atas apapun situasi
yang Anda alami dan berikan makna
syukur untuk segala situasi yang Anda
hadapi.

DARI ATAS SATU TANAH TEMPAT KITA BERPIJAK

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
Senandung cerita lirih hati yang tak bertepi Pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin Ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin Semilir hidup dan sebuah kalimat mungkin
Pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri Membelai hidup yang tak memerlukan terima kasih

Maka, maafkanlah…
Hadapi hidup ini apa adanya Hidupi hidup dengan iman dan kesabaran
Enyahkan kejenuhan hidupmu buanglah rasa cemas Bersyukurlah seluas langit dan bumi
Tinggalkan kekosongan harimu dalam rencana esok pada kehidupan di hari yang lain
Tanyakan pada dirimu akan kesantunan yang selalu terabaikan !

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Peliharalah, peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh Menakhlukkan pedih menjadi peluru
Bernafas seperti batu, menjadi
singa dalam kejayaan matahari Menjaga malam bersama tamaknya ibadah para rahib rabbani
Mensyukuri semesta barsama para penjaga purnama Menikahkan jiwa bersama dakwah
Mencumbu cinta didalam jihad Bekali perjalanan bersama Allah dan RasulNya Membalut hati tanpa retorika

Siapkah kau jika hari menjadi pedang dan kesempatan kedua tak lagi memilki sarang Bertarung manjaga cinta dalam kesepian
Membunuh waktu dalam harapan Karena lahir adalah untuk melihat kenyataan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada lautan airmata kita belajar
Pada kepedihan yang mendidik kita tuk tak gentar Bertahan menjadi akar, bersemi pada keteguhan yang mekar

Celakalah para humazah dan lumazah Neraka serapah jelantah Kebutuhan jiwa di alam barzakh

Menebar jejak misteri syafaat dan kesolehan Pada saat setiap telusuri sahara jiwa dan keabadian Didekat jasad syahid hamzah Temukanlah ibroh bukit uhud dari profil mini musoirah

Begitulah sejarah menuntut kita tuk bangkit kembali Meniti tangga hari walau berulang terjatuh bangkit dan kembali terjatuh

Berdiri dan optimislah! Karena kita adalah pewaris Rasulullah diajarkan bersabar diantara lapisan batu penduduk Thaif

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Low quality image of the historical "seal...

Low quality image of the historical “seal of Muhammad”, with some added artistic decoration (and an illegible copyright notice). The seal itself is found on letters sent from Muhammad. The text reads “Muhammad rasul Allah (Muhammad is the messenger of God). (Photo credit: Wikipedia)