demikianlah

# Engkau adalah cerita

Kemarin adalah cerita tentangmu

Hari ini pun masih ku bercerita tentangmu

dan esok … kuharap demikian

tentangmu, aku selalu ingin bercerita

cerita yang selalu hangat diceritakan

cerita yang terlalu indah untuk dilupakan

cerita yang akan tersimpan rapi dalam kotak bernama kenangan di setiap masa

bagiku Engkau adalah cerita …

demikianlah

# Cinta

Jika orang berkata bahwa cinta adalah cerita indah namun tak berarti

aku toh justru memaknainya dengan kata yang lain yang lebih bermakna

bahwa cinta adalah saat tubuh mulai renta dan rambut mulai memutih,

dan kita saling menopang satu sama lain.

Betapapun dan siapapun kita di masa lalu, siapa yang peduli

Karena hanya ada satu hal, bahwa kita saling peduli.

bahwa cinta adalah kita di usia senja

demikianlah

:: Si Tukang Giling n’ Me

Adi. Demikianlah orang-orang memanggilnya, termasuk aku kemudian. Seorang tukang giling aneka bumbu dan rempah di sebuah pasar tradisional di Makassar. Pasar Terong tepatnya.

Pagi ini, berbekal sekilo cabe besar aku melangkahkan kaki ke los Si Adi, menyusuri lorong-lorong pasar yang sudah mulai ramai. Semakin mendekati los Si Adi, intro musik yang sangat familiar di telingaku, membuatku mempercepat langkah … kali ini lebih bersemangat mendekati sumber suara ^^d. Dan,,, aha !!! benar saja … “good Adi”, batinku pelan mendekati meja penuh bumbu aneka rempah, meletakkan sekantong bawaanku dan mendapatinya sedang menata barang dagangannya sambil bernyanyi penuh semangat mengikuti lirik lagu yang mulai mengalun …

Hora, asi moto wo mite goran

Korega anata no ayumu michi

“giling”, kataku, membuatnya sedikit terkejut dan berbalik ke arahku dan memberi isyarat padaku ” setelah ini ya !!!… yup, kira-kira maksudnya seperti itulah. Setelah ia selesai menata dagangannya yang memang hampir selesai menurutku, kemudian berbalik dan melanjutkan pekerjaannya, eh nyanyinya juga lho hehehe…

Haha ga kureta takusan no yasashisa

Ai wo idaite ayumeto furikaesita …

Ano toki wa mada osanakute iminado siranai

hmmm … Kiroro featuring Adi hhahaaaa … boleh-boleh … toh aku sangat menikmati pagi ini, menunggu lama pun tak masalah, tapi bukan Adi dong namanya klo anggurin pelanggannya lama. Tak cukup lima menit dagangannya akhirnya selesai ditata dan melanjutkannya ke Cabe milikku.

“kasar, halus, atau sedang”, kalimat andalannya saat hendak menggiling. “sedang”, jawabku. Dan akhirnya digilinglah sekilo bawannku itu… sssttt … sambil bernyanyi lho …

Yume wa itsumo sora takaku aru kara

Todokanakute kowai ne dakedo oi suzukeruno

Jibun no sutori dakara koso akira metakunai …

Hasil gilingan sudah di tangan, ongkos giling sudah dibayar, dengan ucapan terima kasih, aku pun beranjak meninggalkan Los dan duet langka yang juga hampir selesai, membawa semangat Hora Kiroro dan Adi pagi ini yang sangat ingin kubagi .Rencananya sih sesampai di rumah nanti, akan berbagi cerita sambil  ditemani semangkok indomie (kesannya kayak di iklan indomie begitu), eh ternyata nyampe rumah gas habis mana tukang gas nya lama pula datangnya wkwkwk … nasib 12 jari deh …

“Nah, begitu ceritaku, apa ceritamu ??? …”