my key is back

Adakah di antara kalian yang pernah mengalami hal yang sama dengan saya ?

satu ketika saya ingin membuka WP saya, namun saat saya login mengetik email kemudian pasword kemudian meminta kode verifikasi yang biasanya terkirim ke ponsel saya, namun kodenya tak kunjung datang. Setelah mencoba berkali-kali dan berhari-hari and finally give up. Give up dalam artian menyerah untuk mencoba dengan cara saya sendiri karena bagaimanapun juga yang saya butuhkan adalah kode. Akhirnya setelah sekian lama saya pun kemudian mengirimkan tanda SOS ke support teamnya WP. Setelah berhari-hari menunggu akhirnya kemarin sore hilal pun nampak. Biar lebih kelihatan valid dan authentic, berikut kutipan pesannya via email :

Nov 23, 2020, 3:17 UTC

Hi there,

I’m Romina, a Happiness Engineer on WordPress.com.

You’ve reached out to us on the WordPress app regarding the issue about logging in to your WordPress.com account.

Here is a single–use code that you can use to regain access to your account here:

http://wordpress.com/wp-login.php

Single-Use Code: xxxxxxxx

If you’re having trouble receiving the two-step authentication code through SMS, please check if your phone has the SMS/call blocker installed that could have marked our SMS as spam.

We would also recommend disabling the two-step authentication with SMS and enable it with an authenticator app like Google Authenticator.

*. mohon maaf demi keamanan akun saya, single-use code nya saya rahasiakan ya

Dan di sinilah saya saat ini menuangkan kebahagiaan saya karena menemukan kembali kunci rumah saya. Alhamdulillah, i’m home now, tetapi setelah sekian lama ternyata banyak yang berubah dan sepertinya saya harus beradaptasi terlebih dahulu, karena sepertinya saya mengalami kesulitan untuk sekedar membagikan kebahagiaan saya. Tetiba saya merasa menjadi sangat #gaptek huhuhuuuu somebody help me please !!!

coming home

Alhamdulillah tak berhingga, punya keluarga kecil  dan rumah sederhana yang hangat untuk pulang. Inilah alasan mengapa aku selalu ingin pulang.

Sebatang pohon belimbing, akan menyapa “welcome home” di sudut pagar dan sebatang Lannea grandis di sudut yang lain, bersama si Dendrobium kecil yang menempel padanya. Di sana juga ada Jasminum sambac. Dulu aku menanamnya di ssebuah pot plastik, dan ia rupanya sangat nyaman dan tumbuh subur, merambati pagar bambu rumah kami yang kini mulai tampak usang. Hmmm, aroma bunganya selalu wangi di pagi dan malam hari. Anthurium plowmanii, di sebuah pot besar di samping jendela. Iris, Puring, Euphorbia, Zodia, beberapa jenis Anthurium. Ibu telaten merawatnya, menyiram, ngelap daunnya sehinnga selalu tampak cantik dan alhasil suatu ketika seorang teman yang datang berkunjung menyangka kalau  Zamio Culcas kami adalah bunga plastik hohohoooo …


Rumah kami memang sangat sederhana but it’s our home sweet home sampai kapan pun. Tempat kami berkumpul, tertawa dan menangis. Merayakan pesta pernikahan seorang di antara kami, dan kemudian di saat yang lain berduka  melepas kepergian Bapak dan Nenek tercinta kami. Dan kebahagiaan saat kembali seorang bayi laki-laki yang imut kemudian menggenapkan jumlah kami. Di balik semua peristiwa kami mencoba ikhlas dan tegar. Ada yang pergi dan kemudian ada yang mengisi. Live must go on.

Di beberapa sore menghangatkan kebersamaan dengan sepiring bakwan, ubi goreng atau kue pancong. Dan di hampir semua pagi dengan menu istimewa dari dapur kami yang sederhana.

Rumah kami sangat sederhana, tapi banyak kenangan manis di dalamnya, dan jauh darinya akan selalu banyak menghadirkan rindu untuk segera pulang.

karena selalu ada banyak cinta di sana

I’m coming home