semangat pagi

23215456_10208769711954728_2312466205685020644_o.jpg

pagi – pagi dapat salam dari container 😃
semangat pagi, selamat menjemput rezki. #Halal insyaa Allah, #berkah #Alhamdulillah 💛💙
#containers #containeryard #forwarder #forwarderindonesia #shipping #shippingline

Iklan

penerapan Verified Gross Mass (VGM)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tanggal 27 Juni 2016, TPM mengadakan meeting dengan pihak pihak yang terkait berkaitan dengan penerapan Verified Gross Mass (VGM) dan SOLAS yang diterapkan per 1 July 2016.

1. Data VGM harus betul betul akurat dan benar, bukan asumsi atau perkiraan

2. Certificate VGM dibuat oleh real shipper yang akan export dan harus diemail ke kami dan aslinya dibawa bersamaan PEB satu set

3. VGM adalah gross weight cargo ditambah dengan tare container(yang dapat diliat dipintu container seperti diattachment ini)

4.Masing-masing shipper  membuat VGM dengan kop surat shipper, ditanda tangani dan diserahkan ke MLO(kami) sebelum container Masuk CY, Paling bagus jika aslinya dapat dikirim ke kami setelah shipper stuffing karena kami harus submint ke TPM segera sebelum gate in cy. Contoh Format VGM terlampir.
Cara mengisinya
1. No. VGM dibuat oleh shipper berdasarkan no urut VGM shipper buat
2. POL adalah port of loading berarti di isi Makassar, Indonesia
3. POD adalah Port of Delivery yang berarti diisi Negara tujuan export (destination)
4. Commodity adalah cargo yang akan diexport
5. Detail data:
– Booking Number = No booking shipment
– Container Number = No container export
– Seal Number = No seal
– Container Type/Size = Type container seperti D20; D40; D40’hc,R20; R40’hc
– GW Cargo = Berat cargo yang akan dimuat di container
– Tare weight container = berat empty container yang terdapat dipintu container (contoh terlampir)
–  VGM from shipper = GW Cargo ditambah Tare weight container
6. kemudian tulis nama, tanda tangan serta stempel perusahaan.
7. kemudian diemail dulu certificate VGM untuk kami submint ke TPM dan aslinya dibawa bersamaan dengan PEBnya

5. Jika shipper membuat Job Full sementara shipper belum stuffing maka di TPM akan tertulis di job full status UTANG VGM dan itu akan diwarning sampai pada saat akan masuk cy, Container akan tetap diterima oleh TPM hanya kemungkinan tidak akan dimuat karena tidak ada certificate VGMnya. Jadi Certificate VGM harus segera diserahkan ke Kami sebelum container masuk CY

6. Toleransi batas perbedaan VGM antara shipper dan TPM adalah 5% dari hasil timbangan TPM,

7. Jika terdapat perbedaan certificate VGM dari shipper tidak terlalu jauh dengan timbangan TPM maka yang akan digunakan adalah certificate VGM dari shipper

8. Jika terdapat perbedaan certificate VGM dari shipper terlalu jauh dengan hasil timbangan TPM maka yang digunakan adalah certificate VGM yang
dikeluarkan oleh TPM dan itu ada cost fee. Certificate VGM dari TPM ini akan diserahkan kembali ke shipper untuk ditandatangani, dan diserahkan kembali ke kami           setelah complete tandadatangan dan stempel sebagai VGM resmi yang akan diakui dan digunakan di connecting vessel port.

9. Untuk Cost fee certificate TPM belum diketahui berapa besarnya, masih dalam process

10. Jika container tidak dimuat karena tidak ada certificate VGM, maka segala biaya yang timbul menjadi beban shipper.

Sangat pentingnya VGM ini karena aturannya TIDAK ADA VGM TIDAK DIMUAT(NO VGM NO LOAD), maka harus diperhatikan baik-baik, jangan sampai tidak dimuat karena ketidaktersediaan VGM

*catatan kaki : VGM = verifikasi berat kotor kontainer

Belajar EMKL : tuslah

Lama tak berbagi informasi seputar dunia EMKL, Alhamdulillah siang ini sambil menunggu panggilan Dzhuhur mari kita wujudkan 🙂

Libur lebaran sudah berlalu, seminggu insyaa Allah cukuplah, apalagi kami yang berkiblat pada jadwal pelayaran it’s our long holiday. Setelah itu kembali rutinitas. Dan kalau diingat-ingat kembali, sepertinya kurang dari seminggu juga sih hheheheee …

4_kontainer menuju pelabuhan

Di satu siang, minus beberapa hari sebelum lebaran seorang costumer menanyakan tentang biaya tuslah container di Jakarta. Kalian mungkin sudah biasa mendengar istilah “tuslah” ini, dan kalau belum mulai hari ini insyaa Allah sudah tahu. Tuslah tak lain adalah biaya tambahan. Kalau istilah umumnya kenaikan tarif armada lalu-lintas baik darat, laut maupun udara karena adanya lonjakan penumpang. Biasanya diberlakukan menjelang hari raya (H-7) dan H+7 maupun hari-hari besar lain. Misal tahun baru atau liburan panjang. Persentase kenaikan Tuslah biasanya diatur oleh Dinas perhubungan.

Nah, untuk pengguna jasa container sendiri, tuslah terjadi akibat kepadatan arus  lalu-lintas darat sehingga dikeluarkanlah biaya ekstra agar container sampai ke tujuan dengan aman, selamat dan tak membahayakan pengguna jalan lainnya. Biaya tambahan yang dikeluarkan seperti pengalaman kemarin di tiga hari pertama berlaku biayanya lebih sedikit dibanding hari ke empat dan seterusnya.Untuk para pengguna jasa yang aktif melakukan pengiriman container hal ini terkadang tidak bisa dihindari, karena itu biasanya kami menginformasikan kepada mereka sebelum proses stuffing sehingga tidak akan terkejut jika kemudian si costumer dibebankan biaya tuslah.

Dan sepertinya tulisannya jeda dulu, lain waktu dilanjutkan kembali

Belajar EMKL : Bill of Lading

Sumber Literasi : http://www.exim.web.id/2009/03/bill-of-lading-bl.html

Sumber Gambar : Arsip PT. Anugrah Trans Makassar

Bill of Lading (B/L)adalah dokumen perjalanan atau pemuatan. B/L dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan yang tertulis di dalam B/L tersebut. B/L ini jika oleh pelayaran lazim disebut Bill Of Lading (B/L) namun untuk maskapai penerbangan disebut Airwaybill, atau bahkan ada sebutan lain Ocean B/L, Marine B/L, Sea waybill. Apapun sebutan itu pada dasarnya sama adalah dokumen pengangkut, dan semua itu adalah dalam kategori B/L. (meski dalam prakteknya akan berbeda, tapi yang jelas kita samakan semua itu adalah b/l). Dan selajutnya kita sebut b/l saja ya..

Pendeknya b/l adalah bukti penyerahan / pengiriman barang dari pengirim kepada pelayaran untuk mengirimkan barangnya sampai ke tempat tujuan yang ditunjuk oleh si pengirim. Jadi B/l dapat berfungsi sebagai :
– Dokumen penyerahan barang dari eksportir kepada pihak ekspedisi
– Dokumen kontrak perjalanan antara eksportir dengan perusahaan ekspedisi
– Dokumen kepemilikan barang yang tertera dalam dokumen b/l

Dalam b/l wajib disebut, :
– nomer dan tanggal b/l dan ditandatangani yang mengeluarkan
– nama pengirim, penerima barang
– pelabuhan muat, bongkar
– nama sarana pengankut, nama kapal atau pesawat dan no perjalanannya
– nama, jumlah dan jenis barangnya
– berat bersih atau kotor barang
– model penyerahan barang, ongkos perjalanan dibayar dimuka atau dibelakang
– kondisi lain yang disepakati.

 

Berikut Contoh B/L untuk pelayaran Lokal/Dalam Negeri :

Contoh BL  Tanto-Original

Contoh : BL PT.Tanto Intim Line-Original

Contoh BL-Tanto Copy

Contoh BL-PT.Tanto Intim Line (Copy)

Contoh : BL PT. Meratus Line

Contoh : BL PT. Meratus Line

contoh : Surrender Notice PT. Meratus Line
contoh : Surrender Notice PT. Meratus Line

Belajar EMKL part 2

English: A 20-foot long ISO container Русский:...

English: A 20-foot long ISO container Русский: Двадцатифутовый контейнер (Photo credit: Wikipedia)

UKURAN CONTAINER BARANG UMUM

Ukuran Eksternal Container :

(satuan dalam meter)

  • 20′ :  panjang (P) 6  Lebar (L) 2,3  Tinggi (T) 2,4
  • 40′ (ada 2 macam), yaitu :

– standar : panjang (P) 12  Lebar (L) 2,3  Tinggi (T) 2,4

–  HQ           : panjang (P) 12  Lebar (L) 2,3  Tinggi (T) 2,6

Ukuran Internal Container :

(satuan dalam meter)

  • 20′ :  panjang (P) 5,8  Lebar (L) 2,2  Tinggi (T) 2,3
  • 40′ (ada 2 macam), yaitu :

– standar : panjang (P) 11,5  Lebar (L) 2,2  Tinggi (T) 2,5

–  HQ           : panjang (P) 11,5  Lebar (L) 2,2  Tinggi (T) 2,3

*. Container adalah  adalah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Organization for Standardization (ISO) sebagai alat atau perangkat pengangkutan barang yang bisa digunakan diberbagai moda, mulai dari moda jalan dengan truk peti kemaskereta api dan kapal petikemas laut .

*.  maximum muatan isi cont 20″ 22.500 kg, apabila melebihi 22.500 kg semua  resiko yang timbul ditanggung oleh  pengirim barang

Jenis Container :

  • Container barang umum untuk diisi kotak-kotak, karung, drum, palet dls, jenis yang paling banyak digunakan
  • Container tangki yaitu tangki baja yang dibangun didalam kerangka container digunakan untuk mengangkut Tanki yang didalamnya diisi barang-barang yang berbahaya, misalnya gas, minyak, bahan kimia yang mudah meledak.
  • Container berventilasi untuk barang organik yang membutuhkan ventilasi
  • Container Generator
  • Container berpendingin digunakan untuk mengangkut barang – barang yang memerlukan suhu pendingin, misalnya untuk jenis sayur-sayuran, daging dll.
  • Container curah, digunakan untuk mengangkut muatan curah, misalnya beras, gandum, dll.
  • Container yang diperlengkapi dengan isolasi
  • Container dengan pintu disamping digunakan untuk mengangkut muatan yang ukurannya tidak memungkinkan dimasukan dari pintu belakang Petikemas. Jadi semua sisi Peti kemas harus dibuka. Misalnya alat – alat berat.

*. Jenis Container untuk Tabung gas, tangki, generator biasanya tidak dilengkapi dengan dinding samping, depan belakang dan atas.

# dari berbagai sumber