humming galau : menunggu

Listen to the rythm of the falling rain

Listen to the rythm of the falling rain (Photo credit: rainboWaves)

Bersama Desember yang akan segera pergi, dan hujan yang mengguyur deras.

Aroma basah yang menguar di antara pucuk dan tunas yang mulai kuncup-bersemi, dan genangan yang terus bertambah, dan hatiku yang mulai cemas.

Cemas pada hujan atau cemas menatap ponsel yang tak kunjung menampakkan pesan dirimu ??? … aku menanti SMS

Apa kabarmu di sana ???

Masihkah kita berpayung di bawah langit yang sama ???

Jika iya, coba kau tengok dari balik jendela. Pemandangan di luar sana mungkin sedikit kabur, tersamar oleh tirai-tirai basah, bayangan hujan yang hebat, tapi ku harap jalan setapak untuk pulang masih terbayang di pelupuk matamu.

Genangan di pekarangan semakin banyak, seperti sepi yang kian mengusik, menggenangkan bulir kristal, hangat di pelupuk mata. Mengalir, seperti aliran hujan dari balik jendela.

Semakin, semakin mengaburkan pandanganku.

Ku seka anak sungai di pipi, pun kaca jendela yang basah karena hujan yang terus menderas.

Tak ingin ku kaburkan pandanganku, sedikitpun.

Untuk menanti tibamu, saat hujan mulai reda dan selengkung pelangi mulai tersenyum manis, dan hari kembali cerah, pun demikian hatiku.

*~ humming after rain ~*

senandung selepas hujan

Dengarkan sisa hujan semalam, yang masih menetes di atas genting. Ada kelembutan makna yang mengubah segala kisruh di hati.
tanah, rerumputan dan dahan telah basah karena nikmatNya yang tak pernah habis.
Semoga hidup kita pun berkelimpahan berkah
Allah… berkahilah hari ini…

humming after rain
Listen to the rest of the rain last night, still dripping on the roof. There is a sense of tenderness, change everything chaotic.
soil, grass and branches have been wet because of the joy that neverruns out.
May the abundant blessings of our lives
God … bless this day …