Jembatan : sinrijala

Jembatan. Pembangunannya memasuki hari ketiga sekarang, dan sangat memungkinkan butuh berhari-hari atau mungkin minggu sampai bulan untuk proses pembangunannya mengingat sungai depan rumah ini tergolong dalam belum lagi musim penghujan yang sepertinya sudah mengirimkan pesan kalau bentar lagi dia akan datang menyapa dan menderaskan bulir-bulir basahnya. Tapi setidaknya aku dan semua warga berlogo sinrijala, sukaria dan sukamaju mestilah bersyukur, “Alhamdulillah ya [sesuatu] hheheeeheee 🙂

Allah lewat tangan-tangan bapak-bapak tukang yang kecipratan rejeki dari pemerintah dengan tekun dan cekatan mewujudkan mimpi kecil kami, yaitu punya jembatan lagi yang bisa kembali mempererat silaturrahim kami sesama warga sempadan sungai sinrijala. Wah, masjid Nuruttaufiq dijamin jama’ahnya- yang beberapa bulan terakhir sejak jembatan sebelumnya terbawa arus-akan hadir kembali. “Insyaa Allah, ada jalan”, begitu katanya Maher Zain kan 🙂

Di hari pertama mereka mengisi pasir ke dalam karung-karung plastik kemudian menenggelamkannya ke dalam sungai. Di hari ke dua pun masih melakukan hal yang sama, karena sungai depan rumah ini lumayan dalamlah. Sangat melelahkan sepertinya, belum lagi mereka harus bolak-balik ke seberang sungai demi melakukan hal yang sama. Untung saja beberapa diantara mereka bermotor, jadinya di dua hari kemarin untuk ke seberangnya mereka berkeliling menyusuri sempadan sungai kira-kira 200m kemudian berbelok menyeberangi jembatan di ujung jalan … wah wah wah, salute … smangat !!!  makanya di hari ketiga ini mereka akan membuat rakit dari bambu untuk memudahkan pekerjaan.

Jadi sabar sabar sabar bersyukur bersyukur bersyukur, copast kalimatnya dear grandma alm.-semoga Allah mengampuni, melapangkan alam kuburnya- “sabar jadi subur”, amin amin amin 🙂

.: Episode – Oase :.

Sahabatku, di dunia ini selalu ada orang yang melempar “batu” di tengah perjalanan hidupmu, yang membuatmu perih dan terluka.

Namun apa yang hendak kamu lakukan terhadap batu-batu itu ?…

Membangun dinding derita atau jembatan menuju kebahagiaan ???

~Muhammad Agus syafii ~

Oase pelecut semangat yang akhirnya ku temukan di akhir Oktober kemarin.

Oktober ??? fuuuuuuuuuuuuu … day by day adalah kerja keras, sangat melelahkan.

Banyak hal telah terjadi. Ada yang datang, dan banyak yang pergi. Kita terkhianati dan rasanya ternyata sakit sekali. Tapi bagaimanapun juga live must go on. Dan dalam hidup kita akan selalu diperhadapkan pada pilihan-pilihan, karena sejatinya hidup adalah memilih. Dan kita yang ditinggalkan ternyata punya dua pilihan, Membangun dinding derita atau jembatan menuju kebahagiaan.

Dan karena pilihan telah ditetapkan pada pilihan yang kedua, yup meski tak mudah tapi setidaknya kita sudah berusaha dengan apa yang kita punya, coz we believe, we can survive meski akhirnya tanpa dia, dia, dia dan dia yang akhirnya memilih untuk berakhir dengan kami.

Dan akhirnya di tengah kepenatan ini, kutemukan sebuah oase yang kemudian kusemat indah dalam buku bersampul biru muda bermotif bunga-bunga pelangi yang selalu setia menemaniku.

=======================================================

special thx toek :

*. Bp. Muhammad Agus Syafii, kalimatnya sangat ” sesuatu “

*. Tiga Pilar (baca : Komisaris) untuk support-dukunganta’

*. Kru Kura-Kura Ninja-ku, alhamdulillah kerja kerasta’ berbuah sesuatu juga 🙂

*. Keluargaku yang sangat pengertian.

Dan akhirnya tempat bermuara segala urusan hanyalah pada Allah SWT. Laa haula wa laa quwwta illaa billah … Hasbunallaah wa ni’mal wakiil …