hhohohooo lapar to

 

Masih bersama hujan yang enggan beranjak,

 

kaki pun enggan bergerak jauh dari jendela.

 

Menanti ??? … oh entah aku ini menanti siapa

 

galau laksana mendung yang masih bergelayut manja di atas sana.

 

jelas tampak berbeda dengan dua lelaki yang khusyuk bercengkerama

 

satu sama lain tampak antusias, melawan suara hujan yang menderas hebat

 

prospek masa depan, tampak begitu menggairahkan jiwa mereka

 

pun seketika mengalihkan inderaku, aku tergoda

Study.Lapar.Makan.SambungStudy   Hidup aku seb...

Study.Lapar.Makan.SambungStudy Hidup aku sebangai robot? Recheck balik Surah Al-Kahfi:103-106 Surah Adz-Dzaariyat:56 Surah Al-Baqarah:30 Surah Al-A’raaf:179 Surah Ar-Rad:11 (Photo credit: asyraaf.azahari)

hohohooo … rupanya godaan bukan hanya dari dua lelaki di sudut sana

 

dua wanita dua generasi yang sedari tadi grasak-grusuk, kembali mengusik inderaku dengan aroma yang membangkitkan rasa lapar.

 

Oh, kurasa ini sinyal untuk bersegera, makan siang sudah siap.

 

dan kukira kampung tengah pun sedari tadi meminta subsidi.

 

Iklan

Pesan Hujan

Bau basah …

Hmmm, rupanya hujan di luar jendela

tik tik tik, menitik kemudian menderas …

inilah jawaban dari panas dan gerah yang menyengat siang

lalu berganti mendung yang mengiring petang dan membawa pesan akan sejuknya  titik-titik hujan yang akan turun

dan semut-semut yang keluar dari sarang memenuhi permukaan, pun adalah pembawa pesan dari hujan. Demikian Nenek bertutur di satu senja.

Oh, aku selalu suka pada pesan ini, dan selalu suka pada barisan semut di dinding  atau yang kemudian membuat rumah baru di atas tanah dan lapisan serasah.

 

nenek

nenek (Photo credit: Nono Fara)

Pada hujan yang basah, aku bersuka cita. Pada semut-semut pembawa pesan, mestinya aku malu tapi kalian sungguh peka dan sangat menginspirasi.

 

Pada Nenek aku berterima kasih

 

semangat hangat buatmu ^^d

Setelah Jum’at ke lima, ku harap mendengar kabar bahagia. Ibarat satu tubuh, jika salah satu bahagiannya terluka, bahagian lain turut merasakan sakit. Tapi, mengetahui dirimu semakin membaik dari hari ke hari adalah bahagia tak terkiraku. Alhamdulillah, segala puji bagi Nya.

Teruslah berjuang, karena hangat semangatku akan selalu hadir dengan selengkung senyum termanis untukmu.

Dan esok, tika sang  fajar mulai membuka hari, dari kisi-kisi jendela ku bisa merasai hangat bahagiamu.

Aku mendukungmu dengan hangat … semangat ^^d

.: hujan dan pagi :.

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permu...

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permukaan daun. (Photo credit: Wikipedia)

Satday pagi, bersama hujan yang terus menderas

aku tak menunggu tapi juga tak mencerca

karena di tiap titik-titiknya ada berkah yang menyertai, aku yakin itu

seperti sebaris do’a hujanku

“Allaahumma shoyyiban naafi’an”

 

# Hujan pagi ini #

Sepagian ini hujan menyapa bumiku

 
Merinai lembut diantara senyapnya pagi
 
Ia membawa kembali sejumput kenangan yang sempat ku curi simpan
 
Kenangan tentang kita dan hujan
 
Bersama sang bayu yang menghembuskan dinginnya
 
Kutitipkan salam kebahagiaan bagimu
 
Sedang apa kamu yang di sana?
 
Adakah sepagian ini hujan juga menyapa bumimu?
 

.: menggenggam hujan :.

Berhari-hari adalah tentangnya yang lama tak saling menyapa

tapi entah mengapa aku tak pernah jenuh, menunggu

dan aku rindu

Hari ini masih tentangnya, yang mengejutkanku lewat satu salam darinya

” Assalamu alaikum…apa kabar de’? “

seketika suka pun senang dan kesejukan menyeruak, berkumpul menjadi satu

dalam mangkuk berlabel “bahagia”

namun seketika berubah mendung seperti bayangan hujan

dari balik  jendela.

” abis tabrakan de’..mobil tabrak mobil..patahtulang kaki dgn tangan.tapi sudah dioperasi 2 bulan lalu… ” katamu tenang .

tapi tidakkah kau tahu ???  bulir-bulir hujan tersirap di mataku

jari-jariku gemas ingin membebaskannya

nyatanya hatiku enggan dan lagi-lagi alirannya semakin menderas

bersama untaian cerita di jiwa

bergemuruh, mendendangkan melodi hujan

Ya Allah, lindungi dia … bahagiakan kami dalam Ridha – Mu. Amin “