pesan hujan

Ada kalanya mendung tak membawa pesan dari hujan.

Dia hanya lewat dan mungkin sejenak mampir, sekedar memayungi mu dari terik.

Tapi kali ini, mendung yang menggantung di atas sana sepertinya sedang membawa pesan dari hujan.

Baiklah, aku memang sedang menantikannya.

Tik tik tik, nada berdering saat aku pun menerima sebaris pesan

“sedia payung sebelum hujan”

Pelangi hatiku

 

Ronsen Tulang Paha tanggal 27 september kemarin,

La Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billaah…

Segala upaya kesembuhan milik manusia, tapi ternyata Allah Azza Wa Jalla punya kehendak yang berbeda …

7 bulan berjalan, tulang paha masih belum nyambung juga …

Alhamdulillah🙂

– MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN? (QS. Ar Rahman) – 

Alhamdulillah … aku memuji Nya bukan karena kaki yang tak kunjung sembuh, namun lebih dari itu adalah karena kebesaran hatimu menerima takdir Nya.
Semangat dan ikhlasmu-lah yang selalu mengembangkan hatiku, membuatku kemudian mengukir senyum tipis meski di saat yang sama sudut mataku basah karena haru dan bahagia.
Karenanya di pagi dan mendung yang membersamainya, ku coba mencerna dan memaknai  kedamaian hatimu. Mendung tak berarti galau, karena toh hatimu demikian lapang, seluas samudera menerima ketetapan Nya untuk berdamai dengan takdir. Jika pun akhirnya mendung membawa hujan, kelak hujan pun akan membawa selengkung pelangi dan satu hal bahwa pelangi tak akan kembali menghadirkan mendung.
“Pelangi tak pernah mendung” seperti hatimu yang selalu menghadirkan pelangi untuk hatiku.
Semangat ^^d