tasbih pagi

Sepercik harapan kembali datang, saat fajar mulai membuka hari

Bintang venus menggantung di timur

selengkung bulan sabit tipis hampir memudar bersama satu rotasi yang hampir sempurna

rona langit kemerahan di balik tajuk-tajuk Trembesi di tepi jalan

Subhanallah, Maha Suci-lah Sang Pencipta mu dan diriku

membersamai langkah ku lantunkan bait-bait Rabithahku menjemput pagi

aku bertasbih dan bersyukur memuji Kuasa dan Nikmat-Nya

menjemput sebuah harapan yang bersahaja

Kami berada di pagi hari ini sementara segala kekuasaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Robb, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari rasa malas dan hari tua yang tidak menyenangkan. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka dan siksa kubur. 

Ya Allah, dengan pertolonganMu kami berada di pagi ini dan dengan pertolonganMu pula kami berada di sore hari, dengan pertolonganMu kami hidup dan dengan pertolonganMu kami mati, serta hanya kepadaMu kami dibangkitkan kelak. 

Ya Allah, sesungguhnya pada pagi ini, aku bersaksi di hadapanMu, di hadapan para malaikat penjunjung ‘ArsyMu, para malaikatMu (yang lain) serta seluruh makhluk ciptaanMu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagiMu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulMu. 

Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hambaMu, maka pasti berasal dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu. Hanya bagi segala puja-puji dan syukur. 

Kami berada di pagi ini di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan di atas agama bapak kami Ibrahim, sebagai seorang muslim yang lurus dan tidak termasuk orang-orang musyrik. 

Dan akhirnya Ya Allah, limpahkanlah sholawat beriring salam kepada Nabi kami Muhammad. 

Aamien aamien aamien yaa Robbal’aalamien

Hujan dan Subuh

Mensemesta, bertasbih bersama embun dan tanah basah.

Allaahumma shoyyiban naafi’an, ada keberkahan menyertainya.

Menderas di antara lantunan merdu suara muadzin yang menggema

Menggetarkan hati hamba-hamba yang merindu untuk bersegera

Namun, tak bagi jiwa-jiwa angkuh yang merasa akan hidup selamanya

Dahan-dahan dan pucuk, embun dan tanah basah semua tunduk bertasbih, oh mensemesta bertasbih pada Nya.

Dan  kita yang pulas berkemul, oh malunya.

Sungguh.

Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Tapi insan kalaupun ada hanya
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Selang seling sahutan ayam

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum
Hayaa ‘alash sholaah
Hayya ‘alal falaah

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mengayun memecah sunyi
Berkumandang suara adzan

Tabuh berbunyi
Berkumandang

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permu...

Bahasa Melayu: Titisan air hujan di atas permukaan daun. (Photo credit: Wikipedia)