hujan di november

Di November kesembilan ia pun menderas

menjawab senandung rindu sang katak

Di pokok-pokok gersang yang layu, daun terakhir kemarin telah meranggas

Cucuran hujanlah yang membuatnya kembali bergairah

” pucuk-pucuk akan segera menguncup, Si pokok melengkungkan senyum

Hujan telah menepati janji “.

Iklan

Turn on The LIFE

When I want to be Rich, I forgot … that LIFE is a RICHES

Ketika aku ingin hidup kaya, aku lupa … bahwa KEHIDUPAN adalah sebuah KEKAYAAN

flower in the summer rain

flower in the summer rain (Photo credit: lanier67)

Mengawali November dengan sebaris kutipan manis, menghidupkan HIDUP. Finally November kembali menyapa. Meski rona langit tampak lebih kelam #mendung but it’s not bad i think, coz si cloudy datang is not to make the darkness semata, tapi lebih dari itu to give glad tidings that cool rain will fall. So, lets turn on the life. Dan jika kemudian hujan turun, lets celebrate it under the pouring.

Welcome Life, welcome November, Welcome Rain ^^d

.: bye bye november :.

hampir tak terasa, November benar-benar hampir di penghujungnya dan sejauh ini pun belum terbersit kreativitas yang mengesankan yang kelak membuat memoriku tersenyum mengenangnya. Oh, entah aku yang ditinggal atau sebaliknya aku yang akan meninggalkan November kali ini dengan segala rasa dan kejutan yang telah dihadirkannya. Tapi, kurasa yang ke dua yang lebih tepat. Bahwa aku yang akan kembali melangkah dan terus melangkah meninggalkan November yang yup hari-harinya penuh kejutan. Di dalamnya segala rasa dan asaku bercampur-aduk. Beberapa kali dia menghadirkan panas yang sangat menyengat dan membuat hariku gerah. Tapi dalam banyak kesempatan pun dia memberikan teduh dalam hujannya … November Rain !!! dan terkadang rasaku pun ikut menderas bersamanya. Itu jika suasana hatiku semendung langit yang dihadirkannya. Tapi karena tak selamanya mendung pertanda hujan, dan aku justru menunggu mendungnya yang meneduhkan langkahku dan kemudian hatiku. Dan jika kemudian mendung benar-benar membuat rasa langit melankolis dan akhirnya mengeluarkan tangisan hujannya, rasa hatiku sebaliknya bersukacita menyambutnya. Mungkin aku egois dan tak adil, tapi mungkin juga tidak. Aku hanya tak sabar menanti selengkung senyum pelangi setelahnya.Hohoho …

Penghujung November dan mungkin akan segera berlalu, tapi tak benar-benar pergi karena yang sebenarnya bahwa akulah yang akan meninggalkan Nomemberku menjemput Desember yang menjelang dengan senyum-senyum mencerahkan bunga-bunga Desember di kiri-kanan jalan, meskipun kelak menghadirkan banyak hujan. Tapi aku selalu yakin akan lebih banyak pelangi yang siap menjelang setelahnya.

Perjalanan selanjutnya jika Yang Maha Kuasa dan Berkehendak berkenan, setelah bersama Desember, Januari, Feburuari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober dan akhirnya November. Yah, kembali menjelang dan bersama November tapi tentulah kejutan yang akan dihadirkannya akan berbeda pula. Hidup memang penuh kejutan, entah dia menyenangkan, menyedihkan, menyakitkan, membahagiakan, merontokkan dan ataupun melambungkan si penerima kejutan, namun yang pasti hidup tak pernah kehilangan sentuhannya untuk membuat membuat kejutan-kejutan.

So, bye bye November ^^d