Cerita dari pete-pete

Gadis penjaga toko, ku kira sudah dua kali aku seperjalanan_satu pete-pete_ dengannya. Yup betul, meski ada banyak wajah dan gaya penumpang yang setiap hari mengejar pete-pete nol lima tapi pada si Gadis Penjaga Toko ini ingatanku masih bisa diandalkan 🙂 . Aku masih ingat di dua perjalanan sebelumnya dengan rambut tergerai sebahu dan sebuah jepitan sederhana yang tersemat di rambut. Hmmm, entah ini baik atau tidak ya tapi pada penumpang yang lain pun aku juga mengamati sepintas juga, apalagi kalau mereka naiknya belakangan, bahkan tak jarang aku terlibat pembicaraan dengan mereka. Tapi paling tidak aku juga punya alasan mengapa aku sering mengamati beberapa penumpang, selain bentuk kewaspadaan pada hal-hal yang tak diinginkan, tak jarang pula aku bertemu teman , tetangga di dalam angkot hhehee. Oh iya, yang ku maksud dengan hal-hal yang tak diinginkan itu, aku pun punya pengalaman buruk yang na’udzubillah semoga tak terulang lagi.

Jadi, di satu sore sepulang dari tempat kerja yang lama, aku itu ternyata satu angkot dengan sindikat copet. Aku naik lebih dulu dari seorang laki-laki yang kemudian duduk di sebelahku hampir bersamaan dengan seorang gadis yang kemudian duduk berhadapan dengan laki-laki tersebut. Sepanjang jalan laki-laki ini terus berlagak seolah-olah sedang menelpon seseorang dengan handphone di tangannya sambil sesekali digoyangkan. “no signal”, katanya. Begitu seterusnya sampai kemudian Sopir angkot kembali menaikkan seorang penumpang laki-laki yang kemudian duduk dekat pintu, sebangku dengan gadis tadi namun diapit oleh seorang penumpang lain. Baru saja beberapa meter angkot berjalan, si penumpang yang baru naik ini tiba-tiba merasa mual dan muntah meski dari mulutnya tak mengaluarkan cairan apapun dan tak lama kemudian meminta angkot berhenti dan turun. Pete-pete kemudian berjalan kembali setelah menurunkan laki-laki yang telah menyita sejenak perhatian kami, namun tak lama berselang, Si gadis yang duduk berhadapan dengan lelaki yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya tiba-tiba berseru kehilangan handphone nya yang membuat seisi angkot panik termasuk lelaki di sebelahku yang kemudian menjatuhkan sebuah handphone ke bawah tempat duduknya. “Hp ku !!! … kenapa bisa ada di situ ??? ” kata si gadis sambil menunjuk ke bawah tempat duduk si lelaki. Pak Sopir kemudian menghentikan angkot yang ternyata di tempat yang sama banyak rekan-rekan sesamanya para sopir sedang beristirahat. Mengetahui insiden di dalam pete-pete mereka hampir saja menurunkan si lelaki dan mengeroyoknya tapi dengan memasang wajah tak berdosanya meski tampak ketakutan pun lelaki ini berdalih tak sengaja. Untung saja bapak-bapak sopirnya baik sehingga lelaki ini selamat dari aksi pengeroyokan. Kembali ke pete-pete, usut punya usut ternyata aksinya dimulai saat lelaki yang muntah yang ternyata adalah rekannya mengusik perhatian kami. Kami hanya memperhatikan dia muntah tapi tak memperhatikan tangannya yang ternyata menepuk bahu si gadis agar si gadis terhipnotis dan lelaki yang duduk disebelahku bisa mengambil handphone di tas kecil si gadis. Sentuhan magic yang sudah terasah tentunya, namun kata si gadis ternyata tak cukup berhasil karena si gadis yang kebetulan sedang berpuasa-puasa sunnat mungkin-tak lupa mengingat Allah katanya. Subhanallah, Allah Maha Besar. dan ganjarannya ia  tahu bahwa Allah Maha Melihat, Maha Melindungi.

Oh, iya balik lagi ke gadis penjaga toko yang entah ia pun melakukan hal yang sama sepertiku atau tidak it’s okay lah karena aku kan punya argumen yang cukup untuk menguatkan pengamatan yang mungkin ada sebagian orang yang menganggap aneh meski aku merasa itu wajar dan sah-sah saja. Yup karena selain alasan-alasan tadi itu dengan pengamatan seperti ini aku bisa mengasah dan memperkaya kepekaan, rasa, ingatan, pengalaman dan yang terpenting memperkaya Analekta-ku tentunya hhehee …

Di pertemuan ke tiga dengan si gadis penjaga toko ini, ada sesuatu yang beda tampaknya. Rambut yang sebelumnya lurus tergerai itu, sekarang terbalut rapi  sebuah jilbab paris berwarna hitam. Alhamdulillah, segala puji Sang Pemberi hidayah. Semoga tetap istiqomah. Amin.

***. pete-pete it’s angkot, di makassar kami menyebutnya demikian oh iya penyebutannya pete’-pete’ … jangan salah ya 🙂

.: Tips Aman Naik Angkot :.

Coat of arms of Makassar

Coat of arms of Makassar (Photo credit: Wikipedia)

Belakangan ini, banyak penumpang mobil angkutan kota atau yang di Makassar dikenal dengan nama pete-pete, menjadi korban kejahatan yang sebagian besarnya adalah kaum hawa alias perempuan. Mulai dari  pelecehan seksual sampai hipnotis, dimana seseorang yang telah terkena hipnotis akan menyerahkan perhiasan dan barang berharga lain miliknya tanpa disadari. Nah, sekedar jaga-jaga agar tidak menjadi korban kejahatan, beberapa tips berikut bisa dilakukan :

  1. Pas naik angkot, pegang pintunya, naik pelan-pelan. Jangan sok manja minta dituntun sama sopirnya.
  2. Kalau Sopir bertanya, “Mau ke mana, Mbak ??” jangan dijawab, “Mau ke hatimu.” Jawaban ini bisa bikin sopirnya galau.
  3. Walau narsis jangan sampai mengajak sopirnya foto bareng. Apalagi sampai upload foto di facebook.
  4. Naik angkot tidak perlu dandan cantik. Soalnya cuma di FTV saja sopir angkot ganteng. Ups, pisssssss P’ Sopir hhehheheee :))))))
  5. Pas sopir mau oper gigi, tidak usah sok romantis pakai pegang tangan dan menatap mata si sopir.
  6. Kalau duduk di belakang sopir, tidak usah tiba-tiba tutup mata sopir terus bilang, ” coba tebak, aku siapa ?”
  7. Kalau sampai tujuan, “kiri, pir”. Jangan bilang, “kiri, beib. (INGAT) !!!
  8. Sepenuh apapun angkotnya, jangan sampai duduk di pangkuan sopir. Pokoknya JANGAN !!!
  9. Terakhir dan terpenting, kalau terima uang kembalian, terima saja. Tidak usah pake acara cium tangan segala.

semoga bermanfaat hmmmm … ^^d

sumber : coffe break Fajar edisi sabtu, 28 April 2012