i need Allah

I need Allah … yes !!! sangat … selalu. Seperti sebaris kalimat singkat di Header-I need Allah-Analekta, di susah, sedih dan senangku i need Allah dan sepanjang hari bersama-Nya adalah [sesuatu] …

dan segala yang bernama [sesuatu] itu aku sangat bergantung pada Nya dan setiap detik waktu, setiap detak jantung adalah berkah tak terhingga. Dan sejatinya pada tiap-tiap keberkahan ada bait-bait syukur yang menyertainya. Berdzkir dan berdoa adalah salah satu ungkapan rasa terima kasih dan syukurku pada Nya. Dan di pagi yang basah ini, ditemani embun dan bulir-bulir kristal basahnya, ku untai Rabithah pagiku ini sebagai wujud syukurku untuk setiap [sesuatu] yang berkah yang amat sangat tak berhingga.

Aku berada di pagi hari ini sementara segala kekuasaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Robb, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari rasa malas dan hari tua yang tidak menyenangkan. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka dan siksa kubur.

Ya Allah, dengan pertolonganMu aku berada di pagi ini dan dengan pertolonganMu pula kami berada di sore hari, dengan pertolonganMu kami hidup dan dengan pertolonganMu kami mati, serta hanya kepadaMu kami dibangkitkan kelak.

Ya Allah, sesungguhnya pada sore ini, aku bersaksi di hadapanMu, di hadapan para malaikat penjunjung ‘ArsyMu, para malaikatMu (yang lain) serta seluruh makhluk ciptaanMu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagiMu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulMu.

Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hambaMu, maka pasti berasal dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu. Hanya bagi segala puja-puji dan syukur.

Aku berada di pagi ini di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan di atas agama bapak kami Ibrahim, sebagai seorang muslim yang lurus dan tidak termasuk orang-orang musyrik.

Dan akhirnya Ya Allah, limpahkanlah sholawat beriring salam kepada Nabi kami Muhammad.

*** ___***

Aamien aamien aamien yaa Robbal’aalamien

Iklan

.: Berkaca pada Hujan :.

Hujan sepagi ini mengucur deras dan … basah.Payung hitam kuharap bisa memberi sedikit perlindungan,tapi hohoho … si hitam malah membentuk kurva parabola dan byuuuuuuurrrrrr … akhirnya terguyur-lah.

Yah apa mau dikatalah, dinikmati sajalah “Allahumma shoyyiban naafi’an” … di setiap rintiknya semoga mengalir keberkahan amin amin amin … seperti sebait doa rabithah pagiku selepas subuh tadi

“Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hamba Mu, maka pasti berasal dari Mu semata, tidak ada sekutu bagi Mu. Hanya bagi Mu segala puji dan syukur.

dan berkaca pada guyuran hujan pagi ini, hujan adalah berkah, hujan adalah harapan. Hujan turun bukan untuk membuat malas, tapi sebaliknya hujan adalah semangat. Semangat untuk bergegas, semangat untu tak berdiam diri. Ok Ok Ok.