terusik rindu

masih menatap hujan di langit yang sama

Rintik atau lebatkah kau rasa ???

Jarak yang mendekat kian terasa

mungkinkah hadirmu kan segera menjelma ???

Rindu … inilah yang kurasa

mengusik relung hati dan raga

dari balik tirai-tirai hujan yang basah

ku ingin tatap matamu segera

Iklan

rasa [senja]

midnight sun on Senja

midnight sun on Senja (Photo credit: Zanthia)

[Senja] Anging mammiri mulai mengirimkan sinyal senyap dan dingin. Menciptakan irama gesekan dahan-ranting padu dalam desau angin semilir, rambat merayap, menelusup relung sendi. Oh, rindu dan sepi perlahan mengusik hati.

[Mendung] dan oh ku kira akan turun hujan namun titiknya tak kunjung pun, hingga malam mulai merangkak, panjang dan kelam. Rinduku kian membiru. Duhai Dewi malam, selimuti hatiku dengan dekap hangatmu. Aku tak ingin beku menjemput pagi. Kuatkan aku untuk tak bisu, menyerah dalam kebekuan tuk menjemput remang sinar keemasan di ufuk fajar.

Anging Mammiri: 
Anging mammiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusarroa takka luppa
Eaule .. na mangu’rangi
Tutenayya, tutenayya pa’risi’na
 
Battumi anging mammiri
Anging ngerang dinging-dinging
Nama lantang sa’ri buku
Eaule .. na mangu’rangi
Ma’lo’lorang, ma’lo’lorang je’ne’ mata
 
 
Artinya:
 
Wahai angin yang bertiup semilir, aku menitip pesan
Sampaikanlah hingga ke jendela rumahnya
Pada dia yang sering melupakan
Duhai .. Hingga dia dapat teringat
Si dia yang tak memiliki simpati
 
Datanglah wahai angin yang bertiup semilir
Angin yang membawa rasa dingin
Yang menusuk hingga ke sumsum tulang
Duhai .. Agar dia teringat
Bercucuranlah, bercucuranlah air mata 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

di ruang rindu kita bertemu

aaaahhhh semilir angin pagi menghembuskan kerinduan, dan lagi-lagi aaaaagggghhhh pagi-pagi meleleh pagi-pagi melankolis.

dan kemudian pagi beranjak siang namun tak demikian dengan rindu yang tetap mengusik sedari pagi meski teriknya siang mulai menyengat. Lalu kemudian teriknya siang perlahan memudar di balik rona senja, namun rindu ini tetap terjaga.  “Namamu tersemat di ruang rindu, oh adakah dirimu demikian ?? ” , tanya hatiku.

pada penggalan waktu sore yang indah, 
telah kutitipkan cinta di selaput tipis ruang hatimu yang teduh,
maka biarkan cinta itu lelap disana,
meski gigil menggigit ngilu dan sedikit mengusik lelapnya mimpi,
mimpi tentang samudera yang terarungi namun tiada pernah terlihat tepiannya .

Ku tau cinta yang kutitipkan tak elok seperti asa di kehidupanmu,
hingga aku tak pernah tau seberapa berartinya cinta itu bagimu,
karena ku tau engkau seseorang yang penuh dengan ketakterdugaan ,
Namun pun begitu, 
ku tau dirimu telah mampu meneduhkan resah pada kesunyian yang tiada pernah sedetik pun enyah dari ruang waktu ku,
hingga tiada alasan apapun untuk tidak mengakui bahwa benarlah hadirmu telah mampu menerbangkan putik putik cinta dari dalam taman hatiku.

Aku tau engkau membutuhkan waktu untuk menerjemahkan setiap goresan kataku menjadi sebuah makna kalimat tentang cinta,
aku juga tau engkau memerlukan waktu untuk mengenal warna suaraku dimana intonasinya sering menjadi kacau kala kuterbius di indah suaramu.

Kadang terfikir olehku tentang keberanian untuk mencintaimu,
sedang ku tau akhir kisah ini tak akan menjadi indah seperti kisah cinta Romie dan Juliete .

Ah … aku merindukanmu,
sebuah ucapan ironis yang tanpa kusadari telah terucap dari belahan bibirku yang kaku lagi beku,
hingga langit akalku melesat untuk mencari cinta yang kutitipkan di selaput tipis hatimu itu .

Aku menyadari bahwa aku telah mengambil resiko untuk mencintaimu,
hingga kadang munafik ku berkata dengan angkuh nya bahwa aku akan siap untuk kehilanganmu ,
padahal jika sekejab saja aku kehilanganmu, 
ada kelu yang mengelus hati,
lalu menghadirkan sebuah rindu yang tak mampu kuramu untuk menjadi sebuah penawar .

Entahlah,
aku tidak sedang ingin menangis, 
kala ku tau engkau sedang meniti detik waktu yang ramah dalam sebuah romansa yang indah .

Hingga biarlah waktu yang mengajariku tentang sebuah kata kebahagiaan,
di mana kebahagiaan yang kau rasa akan kurasakan juga,
entah mulai detik ini, 
entah esok atau nanti ,
dan entah hingga ruang waktu yang akan memaksanya , 
karena aku telah terlanjur mencintaimu dalam sebuah ruang kerinduan 

sumber : http://apsas.multiply.com/journal/item/911

Rindu ini mulai menguras hati 😦

*~ menitip rindu

Blue print untuk gradasi biru-hijau yang selalu membuat rindu

satu alasan yang selalu membuncahkan kerinduan pada  surga kecil di Selat Makassar.

Pada  riuh canda-tawa  anak-anak nelayan memecah debur ombak, siap menantang badai. Melambungkan asa tinggi tentang keelokan negeri seberang di balik awan.

Ingin rasa mengulang kembali masa bersama rona senja di atas putih pasir pantai yang hangat, dan matahari senja yang perlahan redup, tenggelam di balik cakrawala.

Ah, asaku tertambat di dermaga kayu. Bilakah masa itu tiba menjemput rindu yang gemerisik ???

Oh, kau semilir anging mammiri padamu kutitip pesan rinduku untuk ranah seberang, … “nantikan aku di satu masa”.

foto by Arham Muhammad BAKSOS KEROHANIAN PERISAI & KBB 

Sasliansyah Arfah

Bakti Sosial Himpunan Sastra Inggris Unhas (PERISAI) dan Komunitas Beranda Baca  (KBB), akan dilaksanakan tanggal 26-27 Mei 2012. bertempat di Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.

Kegiatan
1. Penyerahan Buku oleh Perisai dan KBB ke Perpustakaan Pulau
2. Renovasi Perpustakaan Pulau
3. Bermain dengan anak oleh teman2 PERISAI UNHAS dan KBB

Buat teman2 yang ingin berpartisipasi, keberangkatannya besok tanggal 26 Mei jam, 11.00, dari pelabuhan kayu bangkoa, silahkan menghubungi no 081343629402 (ARHAM) dan ICHA ( 085395613325).

Sebuah dedikasi kecil untuk negeri….

>>>> AkuSasliansyah Arfah and 11 others like this.

Afand Nashruddin wow great! semoga sukses yah :))

Sasliansyah Arfah terima kasig bang Luqman Bahri, bukunya akan diserahkan besok, minta doa apa ini? hehhehe

Sasliansyah Arfah ‎Afand Nashruddin, terima kasih…

Luqman Bahri Bung Sasliansyah, semoga kegiatannya berjalan lancar. Salam sukses serta mulia.

Sasliansyah Arfah sama2 terima kasih, semoga berjalan sesuai rencana…

Yuyu Ichsani sukses yaa bwt PERISAI n KBB, smoga kegiatan nya lancar.. i wish i could go..

Putri Santoso Saya bukana anak sastra ingris bsa ikut jg?

Tiwi Hinta absenka 🙂

Sasliansyah Arfah ‎Yuyu Ichsani, kami harap dirimu bisa pergi, one day…

Sasliansyah Arfah putri santoso, sangat bisa, ini kegiatan utk siapa saja, salam hangat dr KBB

Sasliansyah Arfah ‎Tiwi Hinta, pdhal berharap dirimu bisa ikut, soalnya besaok banyak yg mau dipaku…hehhe

Isra Icca Ibhe ‎@putri: yuk ikut… Ditggu ya di dermaga…
@tiwi: iya aku tlpn td hpx gak aktif2 ya!!!…

Tiwi Hinta Iya chaaaa….lg di luar makassar ;(

Sasliansyah Arfah ‎Tiwi Hinta, pasti lagi di pelosok bumi cha…hheheh

Isra Icca Ibhe Owcht… 😦

Fadhliyah Muhammad Yusuf ‎Sasliansyah Arfah Isra Icca Ibhepulang nanti bawa cerita yg banyak nah … goodluck ^^d

*. Hikhikhikssss again … tak bisa ikut :((((((((((((((((