Dialog EMKL : Container Jumbo

我们一起加油吧!。。。melepaskan diri dari #euforia kemarin, kembali ke dunia #nyata yang butuh banyak #pembetulan 🙊 #ups hhh “pembetulan”, pinjam #istilah laporan pajak tawwa.

67648079_10212855890346634_6495485689797279744_n

Gbr1. :

E : Tidak ada #container kuning max gross 32.500 (memulai kehebohan di grup #tukanggantungcontener)
A : di #depo BGR iya ? … F, tolong cnfirm bu L, pake cont #standart mau g ? cont #jumbo sdg kosong…”
E : tdk ada jg P’, Jumbo ji ini P’ tp max 30 ji dg cont.”
A : 🤔🤔 … ” 30 – 4 = 26 ton ji max isinya ?”
🔜skip

68359322_10212855890626641_9040244630037200896_n

Gbr2. :

E : cont 2 periksa ulangki om J sampe di #gudang

Gbr3 & 4. :

J : biasax dpt 7 naik, ini 6 mami … 1 jengkal mami ini om lebihnya dari palpon …

A : kenapa bisa nd muat ?

E : ball yang besar

J : tinggi 2.50meter

E : tinggi cont ini ?

A : – Tinggi interior 40ft standar (2,39cm)
– Tinggi interior 40ft jumbo (2,68cm)

Ukur baik2 jusman, kayakx nda ada yg 2,5m 🤔

Gbr5&6 :
E : ini jumboji jg
A : cont jumbo maksudx 30 cm lebih tinggi daripada cont standar, #dimensi yang lain sama ji (P x L) … klo ini pastimi jumbo max gross 32.5 ton
#skip #privatjet lagi gaessss 😅👏🏽

WhatsApp Image 2019-08-08 at 10.40.47Gbr 7.

J : Bisa mi na dapat 35 /tirnya

AZ : Mantap mentong om jusman, tambah disayang mamana

67465084_10212855892346684_6361081152194740224_n
Gbr8. (pinjam gbr org share di grup) … #hasilnya
E : sya mulaimi naik panasku 😅😅 … ku kira #darah rendah ternyata dana rendah … pusing kodong na pakamma 27 ton
H : sya jg kak 😅
J : tdk tau ma sya mau bilang apa 不知道 🙊 … yg tadinya tegang pilih cont langsung mencair nabikin gegara #gambar penurun panas.

Sudah dulu gaesss #refresing nya, lanjut isi container gaesss 💪 let’s #workhard #together… Semangat !!!

catatan : percakapan menggunakan bahasa sehari-hari di Makassar dan penulisannya pun banyak menyingkat kata seperti percapakan via whatsapp dkk

Fisik hanyalah sekedar kata

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Potret perempuan-perempuan tangguh pekerja rumput laut, mengikat rupiah dengan rumput, dan ya “Fisik hanyalah sekedar kata”.

mengenal seaweed

Kemarin aku lebih banyak berbagi seputar dunia EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), ke depan aku juga ingin berbagi seputar dunia seaweed atau dalam bahasa ibu kita dikenal dengan nama Rumput Laut.

Rumput laut tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya buat kamu-kamu yang bermukim di wilayah pesisir tentulah sangat kental dengan rumput laut.

1

Rumput laut telah ada pada kehidupan kita sehari-hari lho. Mulai dari menggosok gigi, memakai shampoo, menikmati es krim dan coklat, memakai pakaian dengan motif dan corak yang beraneka warna, sampai menyemir sepatu, tahukah kamu dari mana asalnya ? Pasta gigi, shampoo, es krim, coklat, bahan pewarna pakaian, semir sepatu, umumnya terbuat dari rumput laut.  Meski demikian kamu tahu gak sih Rumput Laut itu seperti apa? Aku yakin kamu sudah sering mendengar bahkan menyebutkannya. hayooo, bentuk dan rupanya seperti coba !!!

Rumput Laut, mengadopsi tafsiran dari kata seaweed yang arti sebenarnya adalah tanaman pengganggu. Meski demikian, tafsiran kata “tanaman pengganggu” itulah yang sebenarnya sangat mengganggu karena rumput laut tidak termasuk rumput (graminae) ataupun tumbuhan pengganggu dari jenis Spermatophyta (tumbuhan tingkat tinggi) yang umumnya tumbuh di darat, dan bukan pula termasuk  kelompok seagrasses (lamun).

2

Rumput laut sebenarnya adalah algae laut (agar-agar atau ganggang), dan termasuk ke dalam kelompok tumbuhan tingkat rendah (Tallophyta).

Rumput laut tumbuh menempel pada bebatuan atau menancap pada substrat pasir di perairan.

Berdasarkan hasil survey tahun 2002 di Indonesia terdapat lebih dari 700 jenis rumput laut, namun yang banyak dikenal dan dibudidayakan  saat ini adalah jenis Eucheuma sp. (Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum), dan Gracilaria sp.

Berdasarkan data statistic Perikanan Budidaya, KKP tahun 2010, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki produksi rumput laut basah sebesar 774.026 Ton. Produksi rumput laut Sulawesi Selatan berkontribusi besar terhadap produksi rumput laut nasional, yaitu sebesar 45%. Tak hanya sampai disitu, Sulawesi Selatan juga merupakan produsen rumput laut terbesar setelah Chili di Amerika. Sehingga rumput laut pun telah memberikan sumbangan besar untuk pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan, dalam pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

Sama halnya dengan dunia EMKL, awalnya ini pun sangat terasa asing, bukan hanya di telinga, oleh mata pun belum pernah tampak wujudnya. Hingga di satu ketika, aku berjodoh dengan salah satu  daerah penghasil rumput laut di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Takalar. Saat itu aku tergabung dalam tim penilai kinerja hasil penanaman bakau di Pulau Tanakeke . Di atas hamparan permadani biru yang luas membentang itulah mataku menangkap pemandangan yang masih awam bagiku. Hamparan tali membentang berpelampung botol-botol bekas minuman plastic semisal aqua dan sejenisnya. Dan itulah awal pertemuanku dengan rumput laut yang sangat istimewa itu. Sesuatu kata Syahrini. Dan tahukah kamu, seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Itulah yang terjadi padaku. Semakin aku mengenalnya jauh, semakin aku cinta

 

#bersambung …