The Masterpiece

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mahakarya bocah-bocah lincah, hanya bisa tersenyum melihatnya … Terus berkarya ya … lanjutkan kreativitas kalian. Apapun yang terlintas di benak kalian, wujudkan ia tak mengapa handphone dipenuhi lukisan abstrak, dinding rumah seperti tembok lorong asal bakat kalian terus terasah 😙😙😙

 

cant you smile 4 me ???

aku rindu itu dari mulutmu, dari matamu, dari hatimu

senyummu yang menghangatkan, hangatmu yang menenangkan

oh, can you smile 4 me ???

aku butuh itu

selengkung yang merekah, that’s it

so, smile 4 me please ^^d

senyum ala bocah aktif

no rain no rainbow !!! Ya tak begitu jugaji kapang. Karena dengan selengkung senyum tulusmu u can paint the rainbow … Cheeerrrrr

“senyuman, dari hati, jatuh ke hati “

#Raihan

 

Ronsen Tulang Paha tanggal 27 september kemarin,

La Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billaah…

Segala upaya kesembuhan milik manusia, tapi ternyata Allah Azza Wa Jalla punya kehendak yang berbeda …

7 bulan berjalan, tulang paha masih belum nyambung juga …

Alhamdulillah🙂

– MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN? (QS. Ar Rahman) – 

Alhamdulillah … aku memuji Nya bukan karena kaki yang tak kunjung sembuh, namun lebih dari itu adalah karena kebesaran hatimu menerima takdir Nya.
Semangat dan ikhlasmu-lah yang selalu mengembangkan hatiku, membuatku kemudian mengukir senyum tipis meski di saat yang sama sudut mataku basah karena haru dan bahagia.
Karenanya di pagi dan mendung yang membersamainya, ku coba mencerna dan memaknai  kedamaian hatimu. Mendung tak berarti galau, karena toh hatimu demikian lapang, seluas samudera menerima ketetapan Nya untuk berdamai dengan takdir. Jika pun akhirnya mendung membawa hujan, kelak hujan pun akan membawa selengkung pelangi dan satu hal bahwa pelangi tak akan kembali menghadirkan mendung.
“Pelangi tak pernah mendung” seperti hatimu yang selalu menghadirkan pelangi untuk hatiku.
Semangat ^^d

‘ntahlah, hanya ingin bercerita

24 Agustus 2012. Pagi. Semangat semangat !!! it’s time toek balik kembali ke rutinitas, berkutat kembali dengan container dan segala remeh-cemehnya. Yupppp bismillah, semangat semangat !!!

Pagi ini dimulai dengan kunjungan bank. Bank pertama yang kutuju adalah Bank BCA KCP Pettarani. Saling sapa dengan Pak Muchlis-security bank-yang selalu tersenyum ramah  dan hangat, membukakan pintu kacanya. Maklumlah, nasabah lama jadinya aku dan beberapa wajah di Bank ini termasuk Pak Muchlis sudah familiar satu sama lain. “Mau ke CS, Pak !” seruku kemudian. Pak Muchlis kemudian mengarahkanku ke tempat pengambilan nomor antrian dan “Alhamdulillah, numero uno” ucapku pelan, senangnya hati. Karena dapatnya nomor satu jadi tak perlu menunggu waktu lama saat kemudian Si CS yang ramah menekan tombol dan terdengarlah suara dari mesin pemanggilnya “nomor antrian satu”.

Kurang lebih 30 menit bersama CS dan senyum dan ucapan yang ramah “terima kasih atas kunjungannya bu, ada lagi yang bisa kami bantu ??? “sementara ini dulu, trima kasih kembali”, jawabku sambil tersenyum pula. Kemudian berbalik dan berjalan menuju deretan tempat duduk menunggu antrian, merapikan kembali bawaanku dan berjalan menuju ATM, menarik lembaran-lembaran seratus ribu rupiah, membalas senyum dan ucapan ramah-terima kasih- Pak Muchlis saat membukakan kembali pintu kacanya, aku pun meninggalkan Bank BCA untuk selanjutnya menuju Bank ke dua hohohoooo.

Bank ke dua yang aku kunjungi adalah Bank Mandiri Pettarani. Letaknya tak jauh dari BCA Pettarani, hanya dibatasi oleh beberapa Ruko. Dan seperti di bank sebelumnya dan hari-hari biasanya, di sini kembali disambut dengan senyum ramah dan sapaan hangat dari security. Tujuan ke mandiri ini adalah lagi-lagi ke CS dan lagi-lagi dapatnya nomor antrian satu, Alhamdulillah !!! dan seperti di BCA tadi, aku dan wajah-wajah di sini pun sudah saling mengenal. Ada progress Ramadhan nih. Mbak Nurul Si CS yang akan aku kunjungi sekarang berjilbab ternyata, Alhamdulillah. Oh iya, tadi di BCA pun demikian, seorang teller cantiknya juga ada yang sudah berjilbab, Alhamdulillah. Di Ramadhan kemarin sih sempat dengar juga pas lagi transaksi si Tellernya nanya-nanya ke rekan-rekan tellernya “cocok gak yak klo aku jilbaban juga ?” dan gayung pun bersambut, niat baiknya direspon positif oleh rekan-rekannya dan hasilnya seperti yang ku saksikan pagi ini. Congratulation mbak-mbak ya, inilah kemenangan kalian, semoga tetap istiqomah.

Setelah urusan dengan mbak selanjutnya dengan teller cantik. Oh iya, seorang teller-mbak yuni- yang biasanya melayani kami juga rupanya sedang cuti jadinya teller kurang satu, tapi hari ini amanlah antrian juga gak rame ini.

Akhrinya kunjungan bank untuk hari ini selesai juga, it’s time to ngantor heheee … Dengan angkot kode 05, melajulah aku ke tempat yang aku sebut office.


سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

(Subhaanal ladzii sakhkhorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolibuun)

Maha Suci (Tuhan) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami

Di perjalanan, Pak sopir menyuguhkan musik yang sungguh aduhai … “di dalam gubukkk bambu tempat tinggalku di sini ku renungi nasibku … “ ahhhaaaa apa mau dikata, hobbynya Pak supir kali ya kita idem aja, mencoba menikmati saja heheheee …

“… kucing pun menari, mengajakku bercanda, hati riang membuatku bahagia … “ … Pak Supir menambah volume music gubuk bambunya setelah menurunkan seorang penumpang. Hmmm … aku hanya bisa tersenyum sendiri, menikmati kebahagiaan Pak Supir mungkin seperti kucing menari kali ya seperti lirik lagunya yang diputar beberapa kali hehehee … Kebahagiaan kecil yang meski aku tak begitu menyukai music dangdut tapi aku juga tak bisa menafikan that Dangdut is a music of my country-di dalam gubukkk bambu suka dukaku di sini ku dendangkan sejuta rasa– yang menghadirkan kebahagiaan kecil di hati seorang supir angkot-lelaki paruh baya-yang akhirnya pun menularkan kebahagiaannya pada kami meski hanya senyum-senyum kecil dari mulut kami tapi tau tidak hati ku juga ikut tersenyum menyaksikannya. Karena Bahagia itu sederhana. That’s it !!!

Setelah Jum’at ke lima, ku harap mendengar kabar bahagia. Ibarat satu tubuh, jika salah satu bahagiannya terluka, bahagian lain turut merasakan sakit. Tapi, mengetahui dirimu semakin membaik dari hari ke hari adalah bahagia tak terkiraku. Alhamdulillah, segala puji bagi Nya.

Teruslah berjuang, karena hangat semangatku akan selalu hadir dengan selengkung senyum termanis untukmu.

Dan esok, tika sang  fajar mulai membuka hari, dari kisi-kisi jendela ku bisa merasai hangat bahagiamu.

Aku mendukungmu dengan hangat … semangat ^^d

.: so beautiful life :.

“Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur tersebut akan berakhir. Tapi jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir!

HAL – HAL BESAR selalu dimulai dari dalam. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tapi Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa.

Jadi, jangan menyerah. Terus berjuang! Life is so beautiful.

Hidup adalah perjalanan, maka nikmatilah.
Hidup adalah tantangan, maka hadapi.
Hidup adalah anugerah, maka terimalah.
Hidup adalah pertandingan, maka menangkan.
Hidup adalah tugas, maka selesaikan.
Hidup adalah cita-cita, maka capailah.
Hidup adalah lagu, maka nyanyikanlah.
Hidup adalah janji, maka penuhilah.
Hidup adalah keindahan, maka bersyukurlah.
Hidup adalah teka-teki, maka pecahkan!

1 hal yg membuat kita bahagia adalah CINTA.
1 hal yg membuat kita tambah dewasa adalah MASALAH.
1 hal yg membuat kita hancur adalah PUTUS ASA.
1 hal yg membuat kita maju adalah USAHA.
1 hal yg membuat kita kuat adalah DOA.”

The element of life

The element of life (Photo credit: emrank)

Luar biasa!

courtesy of : Andrie Wongso