Jembatan : sinrijala

Jembatan. Pembangunannya memasuki hari ketiga sekarang, dan sangat memungkinkan butuh berhari-hari atau mungkin minggu sampai bulan untuk proses pembangunannya mengingat sungai depan rumah ini tergolong dalam belum lagi musim penghujan yang sepertinya sudah mengirimkan pesan kalau bentar lagi dia akan datang menyapa dan menderaskan bulir-bulir basahnya. Tapi setidaknya aku dan semua warga berlogo sinrijala, sukaria dan sukamaju mestilah bersyukur, “Alhamdulillah ya [sesuatu] hheheeeheee ūüôā

Allah lewat tangan-tangan bapak-bapak tukang yang kecipratan rejeki dari pemerintah dengan tekun dan cekatan mewujudkan mimpi kecil kami, yaitu punya jembatan lagi yang bisa kembali mempererat silaturrahim kami sesama warga sempadan sungai sinrijala. Wah, masjid Nuruttaufiq dijamin jama’ahnya- yang beberapa bulan terakhir sejak jembatan sebelumnya terbawa arus-akan hadir kembali. “Insyaa Allah, ada jalan”, begitu katanya Maher Zain kan ūüôā

Di hari pertama mereka mengisi pasir ke dalam karung-karung plastik kemudian menenggelamkannya ke dalam sungai. Di hari ke dua pun masih melakukan hal yang sama, karena sungai depan rumah ini lumayan dalamlah. Sangat melelahkan sepertinya, belum lagi mereka harus bolak-balik ke seberang sungai demi melakukan hal yang sama. Untung saja beberapa diantara mereka bermotor, jadinya di dua hari kemarin untuk ke seberangnya mereka berkeliling menyusuri sempadan sungai kira-kira 200m kemudian berbelok menyeberangi jembatan di ujung jalan … wah wah wah, salute … smangat !!! ¬†makanya di hari ketiga ini mereka akan membuat rakit dari bambu untuk memudahkan pekerjaan.

Jadi sabar sabar sabar bersyukur bersyukur bersyukur, copast kalimatnya dear grandma alm.-semoga Allah mengampuni, melapangkan alam kuburnya- “sabar jadi subur”, amin amin amin ūüôā

Iklan

i need Allah

I need Allah … yes !!! sangat … selalu. Seperti sebaris kalimat singkat di Header-I need Allah-Analekta, di susah, sedih dan senangku i need Allah dan sepanjang hari bersama-Nya adalah [sesuatu] …

dan segala yang bernama [sesuatu] itu aku sangat bergantung pada Nya dan setiap detik waktu, setiap detak jantung adalah berkah tak terhingga. Dan sejatinya pada tiap-tiap keberkahan ada bait-bait syukur yang menyertainya. Berdzkir dan berdoa adalah salah satu ungkapan rasa terima kasih dan syukurku pada Nya. Dan di pagi yang basah ini, ditemani embun dan bulir-bulir kristal basahnya, ku untai Rabithah pagiku ini sebagai wujud syukurku untuk setiap [sesuatu] yang berkah yang amat sangat tak berhingga.

Aku berada di pagi hari ini sementara segala kekuasaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Robb, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari rasa malas dan hari tua yang tidak menyenangkan. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka dan siksa kubur.

Ya Allah, dengan pertolonganMu aku berada di pagi ini dan dengan pertolonganMu pula kami berada di sore hari, dengan pertolonganMu kami hidup dan dengan pertolonganMu kami mati, serta hanya kepadaMu kami dibangkitkan kelak.

Ya Allah, sesungguhnya pada sore ini, aku bersaksi di hadapanMu, di hadapan para malaikat penjunjung ‘ArsyMu, para malaikatMu (yang lain) serta seluruh makhluk ciptaanMu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagiMu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulMu.

Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hambaMu, maka pasti berasal dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu. Hanya bagi segala puja-puji dan syukur.

Aku berada di pagi ini di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan di atas agama bapak kami Ibrahim, sebagai seorang muslim yang lurus dan tidak termasuk orang-orang musyrik.

Dan akhirnya Ya Allah, limpahkanlah sholawat beriring salam kepada Nabi kami Muhammad.

*** ___***

Aamien aamien aamien yaa Robbal’aalamien

seri kehidupan : Kisah Tukang Kayu

Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya, namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya. Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi, namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengansegenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata,

Kerjakanlah dengan yangterbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada.

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

pic. from : bocahbancar.wordpress.com

Saat rumah itu selesai. Sang mandor¬†datang untuk memeriksa. Saat sang¬†mandor memegang daun pintu depan, ia¬†berbalik dan berkata, “Ini adalah¬†rumahmu, hadiah dariku untukmu!”¬†Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia¬†sangat menyesal. Kalau saja sejak¬†awal ia tahu bahwa ia sedang¬†membangun rumahnya, ia akan¬†mengerjakannya dengan¬†sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,¬†ia harus tinggal di rumah yang ia¬†bangun dengan asal-asalan.

Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.

Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu.Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.

kisah hidup yang sangat [sesuatu]. Ku dapat dari kotak inbox from Anne Ahira, special tingkyu buatnya slalu yang tak pernah bosan-bosannya sharing cerita dan motivasi ke aku salah satunya. Sooooo buat kamu kamu dan kamu yang juga tersetrum oleh kisah ini dan ingin kotak inboxnya diramaikan oleh pesan-pesan dari Anne Ahira yuuuuuuuks jangan ragu dan sungkan silahkan aja mampir ke¬†http://www.anneahiranewsletter.com/¬†atau klo kamu masih malu-malu sekedar ngintip aja boleh tapi dijamin gak nyesel lho heheheee …

just sesuatu ^^d

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus. Tapi satu kebenaran tentang mu adalah bahwa kamu sangat berharga, kamulah yang terbaik.

Something good, not necessarily true. Something right, not necessarily good. Something good, not necessarily valuable. Something worthwhile, not necessarily good. But the truth about you is that you are very precious, you’re the best.

Huahuahuaaa … ¬†it sounds trite but i like it … mo’ gombal mo apalah whatever urusan no.2 itu mah karena number one adalah suka, suka, dan suka … lah jadi tiga ya berarti gombalnya no. 4 dong … hohohooooo ^^d

.: Sinergi 104 :.

Betapapun kepanikan, kecemasan, kemarahan, kekecewaan, kegalauan kau hadirkan pekan ini aku bersyukur, aku punya orang-orang special bersamaku. Mungkin pekan ini terasa berat, tapi kami bersinergi satu sama lain agar terasa ringan, karena bagaimanapun live must go on dan kami pun harus terus maju. Ibarat sebuah kapal, ketika kapal sudah berada di tengan lautan tak ada kata lain selain melanjutkan pelayaran. Terus berlayar atau diam dan karam. Kejutan pekan ini adalah pelajaran dan pengalaman berharga yang akan semakin menguatkan kami insyaallah.Bekal berharga yang akan kami bawa di perjalanan sukses kami.

Kedengarannya mudah, tapi kenyataannya memang tak mudah, karena toh perjalanan sukses itu memang tak selalu mulus. Dan sukses hanya akan bersinergi dengan usaha dan kerja keras.

menghibur diri mencoba membangun semangat, di antara galau dan harap-harap cemas karena sinergi 104 fuuuuu … benar-benar menguras rasa dan pikiran … dan … eh nemu ” sesuatu ” berjudul ketika di tumpukan analekta !!!

ketika …

ketika aku memohon kekuatan

Allah mengijinkan kesulitan datang dalam hidupku

ketika aku memohon kebijaksanaan

Allah memberikan masalah untuk aku pecahkan

ketika aku memohon kesejahteraan

Allah memberiku akal untuk berpikir

ketika aku memohon keberanian

Allah mengijinkan bahaya datang untuk aku atasi

ketika aku butuh cinta

Allah memberikan orang-orang bermasalah untuk ku tolong

pada Allah aku selalu punya banyak permintaan, tapi Dia selalu Maha Tahu dan Memberi apa yang aku butuhkan dengan segala cara Nya.

[jangan liat siapa yang nulis, jangan liat siapa yang bilang]

liat tulisannya saja ,,,, ^^d