[sesuatu] di siang hari

from web

from web

Siang hari plus terik yang menyengat, boleh jadi adalah saat terhebat bagi yang sedang berpuasa. Semasa kanak-kanak dulu, aku paling benci bertemu siang saat sedang berpuasa. Badan terasa lemah tak ada daya, sepertinya seluruh energi telah terkuras dan aku hanya bisa terbaring lemah menunggu waktu Ashar dan petang. Mengapa harus Ashar ??? ntahlah, tapi yang pasti setelah asharan plus mandi sore aku kembali bersemangat. Hmmm mungkin karena bentar lagi bedug maghrib kali ya … 🙂

Tapi bicara kembali tentang suasana siang, seperti saat ini meskipun kali ini cuacanya agak-agak mendung n sukses membuat mata jadi lima watt hoaaaammmm ….. ini aku baru saja nemu kalimat-kalimat emasnya P’ Mario Teguh. Seperti biasa untuk kalimat yang sifatnya [sesuatu] buatku  akan ku share dan berharap kamupun kemudian akan merasakan [sesuatu]-nya. Baca ya …

Anda tidak bisa terbang seperti rajawali, dengan sayap kupu-kupu.

Jika yang Anda inginkan itu besar, maka besarkanlah kemauan dan kemampuan Anda.

Malas itu adalah perasaan sementara, seperti kesulitan adalah kejadiaan sesaat.

Jangan jadikan malas sebagai sifat dan kesulitan sebagai bakat.

Lakukanlah yang sederhana, yang semudah-mudahnya, yang paling dekat dengan Anda, dan sesegera mungkin.

Tutup telinga Anda dari komentar miring dan sinis dari orang lain.

Memang mungkin Anda sedang merasa malas, tapi Anda tetap bisa bekerja – walaupun tidak hebat-hebat banget.

Memang mungkin yang sedang Anda hadapi sulit, tapi Anda masih bisa mencoba – memang tidak ada jaminan Anda akan selalu berhasil. Tapi, cobalah.

Ketahuilah … Tuhan sangat mencintai orang yang tetap berupaya – di dalam keadaan yang sulit, dalam rendahnya harapan, dan dalam besarnya tantangan.

Anda bisa. Ingat ya, Anda bisa karena Tuhan membisakan orang yang tidak menyerah.

Anda bisa.

🙂

Iklan

Fadhliyah, Kekurangan Bukan Penghalang

Pagi ini dapat kiriman [sesuatu] lagi dari “i know who” and after reading this thing, you will know who is she. Hmmm … sesekali ala-ala Harry Potter bolehlah 🙂

Ok. yuk kita baca bersama dan jika kemudian kamu menyukainya seperti saya saat kali pertama membacanya, kamu boleh menyimpannya juga 🙂

Tapi, jangan lupa berterima kasih juga buat yang telah mengirimi aku, kini “you know who” – kan. Ayo gih say thank you dulu 🙂

Pengembangan dimulai pada saat kita
mulai menerima kekurangan kita

Jean Vanier

Dear Fadhliyah,

Kekurangan bukanlah penghalang meraih
sukses. Jangan batasi pikiran dan
kemampuan Anda dengan kekurangan
diri. Bila kita melangkah dan
berusaha disertai iman kepada Allah,
percayalah bahwa tak ada yang tak
mungkin.

Banyak orang yang cacat, tetapi
mereka berhasil membuktikan bahwa
kekurangan bukanlah penghalangan
untuk sukses.

Salah satunya adalah Hee Ah Hee,
pianis Korea berbakat kelahiran tahun
1985. Ia terlahir hanya memiliki 4
jari, masing-masing 2 jari pada
tangan kiri dan 2 jari pada tangan
kanannya. Ia menderita lobster claw
syndrome, jari yang bengkok
menyerupai lobster.

Sewaktu Hee Ah Hee duduk di bangku
TK, ibunya memutuskan agar ia belajar
piano supaya jari-jarinya kuat dan
dapat memegang pinsil untuk menulis.
Awalnya ketika baru 3 bulan belajar,
ia dikeluarkan karena guru sekolahnya
tak sanggup mengajarnya. Tapi
perjuangan ibunya dan Hee Ah Hee
membuahkan hasil. Satu tahun
kemudian, ia sudah menunjukan
kebolehannya dengan memenangkan
kejuaraan piano di TK-nya.

Prestasi itu diikuti dengan
kemenangannya sebagai juara pertama
piano untuk anak-anak cacat di
usianya yang ke-7. Presiden Korea
sendiri yang memberi penghargaan
tersebut. Kini, Hee Ah Hee telah
menggelar ratusan konser di seluruh
dunia, termasuk Indonesia.

English: Concert pianist, Lee Hee-ah, was born...

English: Concert pianist, Lee Hee-ah, was born in South Korea with severe physical impairments, but her disabilities have not stopped her from achieving her goals (Photo credit: Wikipedia)

Fadhliyahtidak ada yang tidak mungkin
sepanjang kita ada kemauan dan
berusaha, penuh ketekunan dan pantang
menyerah dalam mencapai mimpi!

—–Sponsor——————-

Kumpul Dengan Teman-Teman Se-Nusantara
Belajar Bisnis Bareng – Tolong Menolong – Bahu membahu
Hanya di AsianBrain!
www.AsianBrain.com 

dan setelah membaca … huahuahuaaaaaa … meleleh bin melting dibuatnya.

Mutiara Pagi

# Hikmah Luka

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi.

Bahasa Indonesia: Setu Cikaret pada jam 6 Pagi. (Photo credit: Wikipedia)

Pepohonan yang sudah “matang” akan siap dilukai dan dibentuk dengan cara ditebang, digergaji, dihijrahkan ke luar hutan, dipahat, dipaku, diampelas dan diwarnai, sehingga “harga jual”nya meningkat tajam.

So, setiap luka akan membentuk kedewasan dan meningkatkan nilai dirimu dibandingkan sebelumnya. Bersabar dan bersyukurlah atas setiap luka yang sempat kau rasakan, terima dan maafkanlah kehadirannya.

” please share and follow @gerychocolatos ” … demikian kalimat akhir dari status Chocolatos yang [sesuatu] ini, yang kemudian ku blok and then “copast” agar bisa ku share di analekta ini. Berbagi,  kurasa seperti ini jugalah caraku mengabadikannya.

 

semua [sesuatu]

Acara pulang kampung dadakannya sudah seminggu berlalu, tapi angin-anginnya masih berasa hmmm … Meski dadakan alias gak ada planning awal sama sekali plus kondisi kantong yang hampir kering, tapi toh berangkat juga, pulang kampung juga hmmm … [sesuatu] gak ya ???

Maybe [yes], dan kuanggap itu takdir dan aku toh berjodoh dengan kampung di hari itu. Ternyata si tante yang gak jadi ikut berangkat dengan rombongannya mama yang berbekal nasi kuning maknyus di pagi hari, membawa berkah buatku karena aku yang kemudian berangkat meskipun dengan judul “menemani tante”  … jadi [sesuatu]-kan akhirnya  hheheee …

[yup] sangat sesuatu, karena bisa menikmati udara segar plus plus meski hanya sehari. trus bisa menikmati perjalanan ala-ala si bolang waktu antar Om Kasman yang jadi raja sehari ke kampung tante baru … oh iya namanya Bolang juga dan hmmm … perjalanannya itu lho, mendaki gunung – turuni lembah wah lumayannnn. Tiba kembali di rumah Si Om, siang-siang bolong petualangan dilanjutkan ke sawah di belakang rumah. Hmmm … lumayan 4 ekor ikan Mas naik ke ember dan akhirnya jadi ole-ole ke Makassar. Nah [sesuatu] lagi kan ???

Oh iya, acara mandi-mandi di sungai juga [sesuatu] yang lain lho hhehheee … sehari yang penuh kesan, semua … [sesuatu] ^^d

Jembatan : sinrijala

Jembatan. Pembangunannya memasuki hari ketiga sekarang, dan sangat memungkinkan butuh berhari-hari atau mungkin minggu sampai bulan untuk proses pembangunannya mengingat sungai depan rumah ini tergolong dalam belum lagi musim penghujan yang sepertinya sudah mengirimkan pesan kalau bentar lagi dia akan datang menyapa dan menderaskan bulir-bulir basahnya. Tapi setidaknya aku dan semua warga berlogo sinrijala, sukaria dan sukamaju mestilah bersyukur, “Alhamdulillah ya [sesuatu] hheheeeheee 🙂

Allah lewat tangan-tangan bapak-bapak tukang yang kecipratan rejeki dari pemerintah dengan tekun dan cekatan mewujudkan mimpi kecil kami, yaitu punya jembatan lagi yang bisa kembali mempererat silaturrahim kami sesama warga sempadan sungai sinrijala. Wah, masjid Nuruttaufiq dijamin jama’ahnya- yang beberapa bulan terakhir sejak jembatan sebelumnya terbawa arus-akan hadir kembali. “Insyaa Allah, ada jalan”, begitu katanya Maher Zain kan 🙂

Di hari pertama mereka mengisi pasir ke dalam karung-karung plastik kemudian menenggelamkannya ke dalam sungai. Di hari ke dua pun masih melakukan hal yang sama, karena sungai depan rumah ini lumayan dalamlah. Sangat melelahkan sepertinya, belum lagi mereka harus bolak-balik ke seberang sungai demi melakukan hal yang sama. Untung saja beberapa diantara mereka bermotor, jadinya di dua hari kemarin untuk ke seberangnya mereka berkeliling menyusuri sempadan sungai kira-kira 200m kemudian berbelok menyeberangi jembatan di ujung jalan … wah wah wah, salute … smangat !!!  makanya di hari ketiga ini mereka akan membuat rakit dari bambu untuk memudahkan pekerjaan.

Jadi sabar sabar sabar bersyukur bersyukur bersyukur, copast kalimatnya dear grandma alm.-semoga Allah mengampuni, melapangkan alam kuburnya- “sabar jadi subur”, amin amin amin 🙂

i need Allah

I need Allah … yes !!! sangat … selalu. Seperti sebaris kalimat singkat di Header-I need Allah-Analekta, di susah, sedih dan senangku i need Allah dan sepanjang hari bersama-Nya adalah [sesuatu] …

dan segala yang bernama [sesuatu] itu aku sangat bergantung pada Nya dan setiap detik waktu, setiap detak jantung adalah berkah tak terhingga. Dan sejatinya pada tiap-tiap keberkahan ada bait-bait syukur yang menyertainya. Berdzkir dan berdoa adalah salah satu ungkapan rasa terima kasih dan syukurku pada Nya. Dan di pagi yang basah ini, ditemani embun dan bulir-bulir kristal basahnya, ku untai Rabithah pagiku ini sebagai wujud syukurku untuk setiap [sesuatu] yang berkah yang amat sangat tak berhingga.

Aku berada di pagi hari ini sementara segala kekuasaan adalah milik Allah. Segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Robb, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada hari ini dan keburukan yang ada setelahnya. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari rasa malas dan hari tua yang tidak menyenangkan. Ya Robb, aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka dan siksa kubur.

Ya Allah, dengan pertolonganMu aku berada di pagi ini dan dengan pertolonganMu pula kami berada di sore hari, dengan pertolonganMu kami hidup dan dengan pertolonganMu kami mati, serta hanya kepadaMu kami dibangkitkan kelak.

Ya Allah, sesungguhnya pada sore ini, aku bersaksi di hadapanMu, di hadapan para malaikat penjunjung ‘ArsyMu, para malaikatMu (yang lain) serta seluruh makhluk ciptaanMu bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagiMu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulMu.

Ya Allah, setiap kenikmatan yang aku dapatkan pada pagi ini atau yang didapatkan oleh salah seorang hambaMu, maka pasti berasal dariMu semata, tidak ada sekutu bagiMu. Hanya bagi segala puja-puji dan syukur.

Aku berada di pagi ini di atas fitrah islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan di atas agama bapak kami Ibrahim, sebagai seorang muslim yang lurus dan tidak termasuk orang-orang musyrik.

Dan akhirnya Ya Allah, limpahkanlah sholawat beriring salam kepada Nabi kami Muhammad.

*** ___***

Aamien aamien aamien yaa Robbal’aalamien

semesta cinta

Perseid_Meteor_Shower_Wows_Weekend-aaec81e6a03164a5157f0e095657c948.jpg

Di luar, langit cerah penuh bintang. Aku bisa melihatnya dari balik jendela kaca. Hmmm, bulan Agustus hampir separuh sementara penggal terakhir Ramadhan hampir sempurna menyampaikan isyarat perpisahan. Tapi sungguh, aku ingin merengkuh kenikmatan malam ini. Memandang bebas pada langit malam, ke arah bulan perak dan tipis yang menggantung rendah di langit timur. Sabitnya mengarah ke kanan, bulan sedang menipis artinya. Dan gugusan bintang-bintang dengan kerlipan menggoda. Heyyy lihat, itu Orion ku kira !!! Oh, aku terpesona pada keanggunan semesta, pada Ke-Maha-Agungan Sang Pencipta semesta.

Semua rasa yang tercipta malam ini, aku ingin mereguknya, menelan dan mengalirkannya kembali di satu malam kepadamu. Sungguh tak sabar rasanya menanti saat itu tiba, hinggan aku mulai membayangkan ketika diriku mulai bercerita bebas, penuh semangat tentang bulan, tentang bintang-bintang, tentang planet-planet tinggi di atas lengkungan langit. Aku makin bersemangat ketika aku menunjuk ke satu bintang di langit Timur, bintang venus !!! sebuah bintang yang adalah sebuah planet yang juga berevolusi mengelilingi matahari seperti bumi. Kemudian kamu akhirnya teringat pada sebuah kisah klasik-yang pernah kamu baca dari buku bacaan yang banyak dijajakan para pedagang kaki lima-dari negeri Babylonia tentang Dewi Venus (Dewi Cinta) dan dua Malaikat, Harut dan Marut. Meski pada kenyataannya aku dan kamu-kita-tahu banyak yang menolak dan meragukan kisah ini. Tapi satu hal yang kita sadari bahwa dari hari ke hari bahwa kita saling peduli, dan itu bukan sihir seperti dalam kisah Harut dan Marut. Cinta. Aku semakin merasakannya.

Hohohoooo … tiba-tiba aku merasa telah terlalu banyak bercerita, aku terlalu bersemangat kukira dan kamu … rupanya kamu pun mulai terbiasa dengan ritme dan logika cerita ini, kamu pun menikmatinya. Aku bahagia sekali. Trima kasih. Ini [sesuatu] yang baik yang akan selalu kuingat.

Dalam bait-bait doaku, aku selalu berharap malam itu segera tiba. Malam yang akhirnya aku bebas bercerita tentang semesta kita karena Sang Maha Agung telah meridhoi kita dalam sebuah ikatan yang suci dan teguh “mitsaqan ghaliza”.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

just sesuatu ^^d

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus. Tapi satu kebenaran tentang mu adalah bahwa kamu sangat berharga, kamulah yang terbaik.

Something good, not necessarily true. Something right, not necessarily good. Something good, not necessarily valuable. Something worthwhile, not necessarily good. But the truth about you is that you are very precious, you’re the best.

Huahuahuaaa …  it sounds trite but i like it … mo’ gombal mo apalah whatever urusan no.2 itu mah karena number one adalah suka, suka, dan suka … lah jadi tiga ya berarti gombalnya no. 4 dong … hohohooooo ^^d

*~ sesuatu di balik rembulan

Judul : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Penerbit : Republika
penulis : tere liye
tebal buku : 426 HALAMAN

Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima Pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?
Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memilki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?
Ray (tokoh utama dalam kisah ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.
Siapkan energi Anda untuk memasuki dunia Fantasi Tere-Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega

Khas-nya Tere Liye, membuat cerita yang bisa jadi bahan perenungan bagi pembacanya..

Berikut kutipan dari novel ini yang paling berkesan:

Bayangkanlah sebuah kolam luas,
Kolam itu tenang,
saking tenangnya terlihat bak kaca.

Tiba-tiba hujan deras turun..
Bayangkan,
ada berjuta bulir air hujan yang jatuh di atas air kolam, membuat riak..
Jutaan rintik air yang terus-menerus berdatangan, membentuk riak, kecil-kecil memenuhi seluruh permukaan kolam…

Begitulah kehidupan ini,
bagai sebuah kolam raksasa.
Dan manusia bagai air hujan yang berdatangan terus-menerus, membuat riak..
Riak itu adalah gambaran kehidupannya.

Siapa yang peduli dengan sebuah bulir air hujan yang jatuh ke kolam, menit sekian, detik sekian? Ada jutaan bulir air hujan lain, bahkan dalam sekejap riak yang ditimbulkan tetes hujan barusan sudah hilang, terlupakan, tak tercatat dalam sejarah…

Siapa yang peduli dengan anak manusia yang lahir tahun sekian, bulan sekian, tanggal sekian, jam sekian, menit sekian, detik sekian? Ada miliaran manusia, dan bahkan dalam sekejap, nama, wajah, dan apalah darinya segera lenyap dari muka bumi! Ada seribu kelahiran dalam setiap detik, siapa yang peduli?
Itu jika engkau memandang kehidupan dari sisi yang amat negatif..

Kalau engkau memahaminya dari sisi positif,
maka kau akan mengerti ada yang peduli atas bermiliar-miliar bulir air yang membuat riak tersebut,
Peduli atas riak-riak yang kau timbulkan di atas kolam, sekecil atau sekejap apapun riak itu..

Dan saat kau menyadari ada yang peduli,
maka kau akan selalu memikirkan dengan baik semua keputusan yang akan kau ambil..
Sekecil apapun itu, setiap perbuatan kita memiliki sebab-akibat..

Siklus sebab-akibat itu sudah ditentukan..
Tak ada yang bisa mengubahnya, kecuali satu!
Yaitu Kebaikan..
Kebaikan bisa mengubah takdir..
Nanti engkau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu..
Apalagi kebaikan-kebaikan yang memang dilakukan dengan sengaja..

Seseorang yang memahami siklus sebab-akibat itu,
Seseorang yang tahu bahwa kebaikan bisa mengubah siklusnya,
Maka dia akan selalu mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik..
Mungkin semua apa yang dilakukannya terlihat sia-sia,
Mungkin apa yang dilakukannya terlihat tidak ada harganya bagi orang lain,
Tapi dia tetap mengisi sebaik mungkin…

hohoho … sangat sesuatu huhuhu …

once upon a time in Kodingareng Island

Dari Kamar Makassar Golden Hotel

Dari Kamar Makassar Golden Hotel (Photo credit: photoblog0004)

Sabtu 21 April 2012, jelang pukul 11.00 dengan menyewa sebuah taxi aku, berdua dengan eki Clb Eky Amalia Putri meluncur menuju Dermaga Kayu Bangkoa.Dermaga yang sudah sangat berumur ini terletak di belakang hotel dan pertokoan di Jalan Pasar Ikan. Gerbang masuknya sangat mudah dikenali dengan sebuah plang nama bertuliskan Café Dermaga Kayu Bangkoa. Semenjak reklamasi dan revitalisasi Pantai Losari, dermaga ini semakin berperan penting bagi kehidupan masyarakat khususnya masyarakat di pulau-pulau sekitar Makassar. Ini dikarenakan, perahu-perahu yang dulunya sering mangkal di sekitar Pantai Losari, sekarang dipindahkan ke dermaga ini. Hanya saja, sungguh sangat disayangkan karena peningkatan peran ini tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Areanya dibiarkan menyempit dan kurangnya fasilitas umum yang memadai. Tengok saja lantai-lantai kayunya yang mulai lapuk dan berlubang. Btw, kembali lagi ke aku, kami  maksudku akhirnya tiba di dermaga ini. Suasananya sangat ramai … Hosh hosh hosh … dan delay !!! Masih harus menunggu. Kapal penumpang terakhir ternyata tak mampu lagi menampung kami dan bibit-bibit sukun bawaan kami. Kami pun tertolak hohoho …

Tapi tak apalah kami juga masih kurang 1 awak lagi, masih ada banyak kapal kecil yang nongkrong di dermaga. Kami yang tergabung dalam Komunitas Beranda Baca (KBB) yang akan berangkat hari ini ada delapan orang , Tiwi Hinta (Tiwi),  Mira Azisty (Mira), Chimbo Dopans (Chimbo),  Hamzah Ms (Ancha), Anwar Junior (Anwar), Clb Eky Amalia Putri (Eki), aku sendiri (Lia) dan  Idham Malik (Idham) yang masih berstatus daftar ditunggu. Empat orang rekan kami, Sasliansyah Arfah (Sasli), Mahadi Serang (Mahadi), Ieta Fauzy Harahap (Ita), dan Aulia Syahbani (Aulia) sudah berada di sana, mereka berangkat sehari sebelumnya. Dari short message terakhir Si Idham  katanya kami boleh duluan, dia akan menyusul kemudian atau … “tak berangkat sama sekali”, celetuk Si Mira. Tapi  seruan diplomatis Si banker kami, Tiwi … “kita bukan butuh orangnya tapi uangnya” ahhahahaaaa … ups !!! so sorry Mas Bro Idham, jangan dimasukkan ke hati ya cukup dimasukkan ke saku celana yang bolong saja, hhheheheeheee … just kidding, pissssssss dua jari :))))

Setelah menunggu untuk waktu yang gak mengenakkan klo dibilang singkat, kami pun bertolak dari dermaga kayu bangkoa menuju sebuah pulau bernama kodingareng. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih satu setengah jam. Suara deru mesin kapal, cipratan air laut dan riakan gelombang adalah irama dan nada yang mengiringi perlanan short weekend kami. Sambil sesekali kami berbagi canda dan tawa sekedar menghilangkan kantuk, meski pada akhirnya beberapa di antara kami tak kuasa menahan beban kantuk yang menggantung di kelopak mata. Tapi beruntunglah aku yang lolos dari sihir kantuk si angin laut. Rasa penasaran ku ternyata lebih besar, secara ini trip pertamaku ke sana dan aku tak ingin melewatkannya. Jarang-jarang kan bisa memanjakan mata dengan hamparan permadani biru yang hanya berbatas cakrawala. Meski tak seberapa lama tapi efeknya itu lho … berasa sampai ke hati. Hati berasa lapang seluas samudera hohoho hiperbola gak ya ???

Akhirnya, setelah memanjakan mata dengan hamparan laut di sejauh mata memandang, tampaklah sketsa abu-abu pulau kodingareng. Semakin lama semakin nyata. Tak lama lagi kami akan tiba. And finally … kami pun tiba. Alhamdulillah. Gradasi biru kehijauan air laut yang mempesona menyambut kedatangan kami. Wow !!! so beautifull view … how great and how great the creation … Subhanallah. Sepertinya spectrum warna ini yang akan membuat kita rindu untuk kembali. Dan ini baru sesuatu pertama yang aku temukan, sesuatu yang spontan make me love at the first sight. Sesuatu berikutnya akan segera ku temukan, aku yakin itu.

Bersama dua orang rekan kami, Sasli dan Mahadi, sekumpulan anak-anak generasi pulau yang ternyata sedari tadi menunggu kami, segera menghampiri kapal, membantu menurunkan bawaan untuk selanjutnya di bawa ke rumah Dg. Safa. Base camp kami selama di Kodingareng.  Tuan Rumahnya ramah dan sangat welcome. Apalagi suguhan makan siangnya mmm … mantaplah !!! dan ini sesuatu yang ke dua.

Setelah briefing kecil, sholat ashar, trip dilanjutkan dengan menyambangi satu-satunya sekolah dasar yang ada di pulau Kodingareng. Oh iya, satu hal yang mengusik otakku jauh sebelum menginjakkan kaki di kodingareng adalah perkataannya sasli tentang gersangnya pulau ini. Alhasil pikiranku pun dibuat sibuk dengan membayangkan tentang seberapa gersangnya pulau ini. Boleh jadi memang gersang karena dia kan sebelumnya pernah datang ke tempat ini, apalagi Si Sasli bilang di tempat bakal PLTS di samping sekolah adalah eks hutan kecil. Tapi untuk aku yang baru pertama kali menjejakkan kaki di pulau ini, awalnya tak separahlah dari dugaanku sebelumnya, apa jangan-jangan aku malah membayangkan gurun sahara ya ??? hheheheeee … Meski pun aku tak menemukan sebatang pun nyiur melambai, tapi di beberapa titik adalah tegakan si Lannea Grandis (kayu jawa), Hibiscus similis Bl. (Waru), dan Erythrina lithosperma Miq. non B1 (Dadap Serep) atau Moringa oliefera Lamk (kelor) yang ditanam entah sejak kapan tahun. Di perjalanan menuju sekolah pun  kita bisa menemukan sebatang Alstonia scholaris(pulai) yang berdiri kokoh, beberapa pohon Artocarpus altilis (sukun) yang sangat tinggi dan pastinya sangatlah tua. Iklim mikro yang tercipta dari tutupan tajuk-tajuk mereka kontras dengan aura panas dan tandus di area bekas tebangan yang eks Hutan Kecil. Barisan tapak dara Catharanthus roseus yang cerah merekah di tepi jalan saat melintasi pemakaman. Tapi satu hal yang membuat miris adalah beberapa ekor kambing yang memakan kulit-kulit kering dari pohon-pohon yang telah ditebang. Ouwwww … klo yang ini sih bukan sesuatu. Karena sepengetahuanku hewan ternak sejenis kambing di tempat lain memakan rumput, kulit pisang, daun lamtoro Leucaena leucocephala, daun gamal Gliricidia sepium dan dedaunan hijau lainnya yang amanlah untuk  dicerna. Tapi kenyataan berkata lain di pulau ini, karena bahkan kambing-kambing pun harus berjuang keras untuk kelangsungan hidupnya. Dan tahulah aku betapa pulau ini sangat membutuhkan hijauan lebih dari yang sudah ada.

Sekolah ternyata sangat ramai, padahal untuk jam siang-sore mestinya hanya ada kelas empat, lima dan enam. Tapi ternyata sangatlah ramai karena anak-anak lain datang bermain di halaman sekolah saat sore. Setelah meminta izin pada Kepala sekolah dan guru kelas masing-masing untuk melibatkan adik-adik kami generasi penerus pulau ini untuk menanam bibit-bibit sukun sepulang sekolah. Kami pun berarak menuju dermaga untuk memulai penanaman. Oh iya satu hal lagi tentang sekolah adalah bahwa akhirnya SLTP yang semula ku klaim sebagai SLTP terakhir “SLTP 38” ternyata ada di pulau ini. Jangan heran kalau ada orang yang nekat keliling Makassar mencari sekolah ini, dijamin sampai lebaran monyet pun tak bakalan nemu, karena ternyata sekolahnya terdampar di pulau ini ahhahaaaa … inilah sesuatu ketiga.

Kegiatan penanaman di sore hari sampai menggambar di malam harinya sangat heboh. Penuh riuh celoteh anak-anak pulau. Suara mereka kompak memenuhi telinga. Yang awalnya hanya kelas empat dan lima ternyata lebih dari itu bahkan yang tak bersekolah pun tak mau kalah. Alhasil tak tahulah, bingunglah kita karena semua menyatu sama hebohnya. Dan berhubung mereka anak-anak pulau jelas suara mereka satu dualah dengan ombak hhhehehee … mengingat nama-namanya pun rasanya masih sulit. Ku coba ya … Nadia, Marsya, Naila, Nasrul, Henry, Febregas, Torres, Messi, Messi, Messi, Messi, Messi … hohoho ternyata banyak pemain bola di sini. Ke depannya I hope so, amien. Nah, ini sesuatu ke empat.  Tapi terlepas dari sesuatu ini, mereka adalah cikal-bakal pulau dan negeri ini. Kelak di tangan merekalah pulau dan Negara bergantung. Tak masalah mereka anak-anak pulau atau bukan toh tak ada seorang pun yang dapat memilih di mana dia akan dilahirkan. Anak-anak yang tinggalnya di mamuju alias maju mundur jurang tak pernah meminta agar mereka dilahirkan di mamuju. Anak-anak yang hidup di bawa desingan peluru di afganistan dan palestina pun tak pernah meminta agar mereka dilahirkan di afgan dan palestin, atau anak-anak yang serba kekurangan gizi dan hidup di bawah garis kemiskinan di Somalia dan Ethiopia. Atau sebaliknya si Brooklyn yang nota bene anak David dan Victoria Beckham, atau Suri anak Tom Cruise dan Katie Holmes, atau Si afikah yang lucu menggemaskan. Mereka dan kita semua tak pernah meminta dilahirkan di tempat kita akhirnya lahir. Tak ada. Karena kita berjalan di atas garis takdir kita masing-masing. Yang ada adalah bagaimana dengan apa yang ada pada kita, dengan apa yang kita miliki kita bisa survive, karena boleh jadi apa yang dianggap orang adalah kelemahan justru disitulah kekuatan kita. Kembali lagi ke Nadia dan Messi-messi kecil, mereka adalah anak-anak pulau yang punya hak yang sama dengan anak-anak Indonesia lainnya. Mereka berhak memiliki masa depan, dan mencerdaskan mereka bukan hanya tanggung jawab para orang tua mereka tapi lebih dari itu, adalah tanggung jawab kita semua. Mereka adalah anak-anak nelayan yang tangguh yang suaranya mampu mengalahkan ombak. Dan kelak pada merekalah negeri ini bergantung. Anak-anak dari ayah-ayah nelayan yang luar biasa. Karenanya aku akan menyematkan sebait puisi Yuka Fainka Putra  yang selalu ku suka

Tak ada nelayan yang ragu pada hujan, namun badai membuat setiap nelayan penasaran.
Di hujan nelayan akan melempar pukat, ia menjala kata, dari benih-benih mitos laut yang masih tersisa. Laut selalu punya tanya dan cerita. Laut selalu mengizinkan kita untuk bersajak riang gembira dan laut juga akan memilihkan alur kuat untuk prosa-prosa miris yang tak tertuntaskan …

bersama KBB aku datang dan kelak bersama KBB pun akan kembali so, see u again ^^d

*. Isra Icca Ibhe  maaf nah, kemarin cuma melintas depan Grand Palace dan akhirnya ke kodingareng duluan hheheheheee …