Sore di Jimbaran

Memanjakan mata jelang buka puasa. Berlari kecil di atas hamparan pasir putih, menyambut deburan ombak dan air pasang yang menyejukkan kaki. Segala duka dan gundah sejenak menghilang, yang ada hanya bahagia. Senyum merekah bersama rona senja … “Kamu lebih kuat dari sebuah masalah”.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

menutup hari

Alhamdulillah, hujan meneduhkan sore hari ini. Ada banyak hal yang kuwajibkan pada diriku untuk diselesaikan sore ini. Mulai dari mengirim dan membalas beberapa email sambil menunggui metamorfosis sepanci beras yang tak lama lagi akan berubah menjadi nasi hohohohhooo, … persiapan makan malam dengan keluarga cemaraku. Nasi putih dari pemanasan api sepertinya masih terasa lebih nikmat dari hasil pemanasan listrik.
Sejak kecil aku sudah terlatih menyelesaikan beberapa pekerjaaan dalam waktu yang hampir bersamaan, dan aku pun bangga karenanya. Yah, aku sepertinya sukses mengaplikasikan ungkapan “sambil menyelam tenggelam ups, sambil mendayung dua tiga pulau terlampaui”. Aduh, sepertinya aku mulai besar kepala ini, padahal tak semua hal juga yang bisa dilakukan bersamaan, dan toh banyak orang pun bisa melakukan hal lebih dari aku, jadi mohon diabaikan saja ‘kesombongan” yang satu ini dan kita kembali menikmati teduhnya sore ini.
Sore setelah hujan dan kita bisa menikmati pemandangan langit yang merona dan liatnya tanah basah. Sore yang teduh, namun sangat menggoda meski sekedar menikmati secangkir teh hangat menyaksikan anak-anak kecil bermain bola. Beberapa titik sepertinya masih menyisakan genangan, tapi disanalah terpercik renyah tawa si kanak-kanak. Dan kita yang menyaksikan pun ikut tertawa karenanya. Kebahagiaan yang sangat bersahaja.
Lelah sehari telah terbayar oleh hujan, seperti sore yang menutup hari.
Dan aku pun akan menutup pintu, bersiap menunaikan maghrib.

kami dan kolak

Menghangatkan sore dengan sepiring kolak pisang ala Chef Mama.

Bahasa Indonesia: Kolak, salah satu makanan kh...

Bahasa Indonesia: Kolak, salah satu makanan khas di bulan Ramadhan yang bisa dijumpai hampir di seluruh penjuru Indonesia.Sering disebut Kolak Pisang, meskipun bahannya tidak selalu hanya dari pisang. Variasi bahan lain: ketela pohon, ubi jalar, labu, nangka, kolang-kaling, dsb. (Photo credit: Wikipedia)

Hmmm, rasa memang tak pernah bohong (copast ala-ala iklan). Tangan mama memang pandai meracik bumbu, mengolah bahan-bahan sederhana dari dapur kami menjadi masakan gurih bin sedap mantap. Tak pernah bosan lidah kami mengecap setiap rasa yang disajikan. Ciyus !!! bahkan beberapa teman dan keluarga yang biasa ke rumah juga rindu ingin kembali icip-icip menu prasmanan yang terhidang di rumah hheheheee …

Sepiring kolak, seikat rasa

Dan kehangatan sore yang terhidang, mengalirkan cerita

Diselingi senyum dan tawa renyah

Ditemani irama hujan dan senja yang tanpa rona

Namun wajah-wajah ramah dan cerah

Dari sebuah keluarga sederhana

cukuplah !!!

Bersama, kami membuat sepenggal kisah

Dan kelak, di masa datang adalah sebuah kenangan indah

Terima kasih Mama …