percaya lagi

 

 

d kampoengAda rasa yang membuatku kembali percaya

Mengganti sepi yang perlahan sirna

Entah brapa lama, aku mengunci hati

Membaginya hanya untukku sendiri

Kehangatan yang kau bawa

 

Membuatku kembali mengeja pagi

Secercah cahaya mulai kembali

 

Meski tak mudah membuka hati yang tlah lama terkunci

Namun kau membuatku percaya lagi

Dan aku ingin membaginya denganmu

Hanya denganmu

Cahaya pagiku

Terima kasih

Alhamdulillah, segala puji pada Sang Pemberi waktu, untuk hari, bulan yang telah terlewati

Ada banyak cerita yang telah membersamai,

Bulan ke dua belas pun tak lama lagi akan berucap selamat tinggal

dan cerita-cerita itu pun akan menjelma menjadi keping-keping kenangan

manis atau pahitkah dia, jangan lupa  tersenyum

toh hidup tak akan indah tanpa warna

yang harus berlalu biarkan berlalu

dan dirimu, menjelmalah lebih baik

Terima kasih

Malaikat Hati

Ada banyak kekerasan di luar sana, namun percayalah kelembutan pun akan kau jumpai. Mungkin kau akan mengalami sedikit sandungan, atau bahkan lebih sebelum menemukannya. Tapi cahaya kelembutan itu perlahan akan terlihat olehmu, seiring tempaan yang menguatkan tekad dan jiwamu. Dan hatimu ??? Bila saatnya akan siap menerimanya bahkan mungkin tak kau sadari. Hidup akan menempanya dan menuntunnya menemukan pemiliknya.
Saat itu hatimu pun akan ber-say “hello” menyambutnya.

bersama senja

Hmmm,… hanya sedikit terbawa suasana hati, ups ralat sangat kuat efeknya, keras !!!
Tak ingin berpanjang lebar, dan hanya ingin mengakhiri kalimat-kalimat ini dengan say thanks for everything.

kami dan kolak

Menghangatkan sore dengan sepiring kolak pisang ala Chef Mama.

Bahasa Indonesia: Kolak, salah satu makanan kh...

Bahasa Indonesia: Kolak, salah satu makanan khas di bulan Ramadhan yang bisa dijumpai hampir di seluruh penjuru Indonesia.Sering disebut Kolak Pisang, meskipun bahannya tidak selalu hanya dari pisang. Variasi bahan lain: ketela pohon, ubi jalar, labu, nangka, kolang-kaling, dsb. (Photo credit: Wikipedia)

Hmmm, rasa memang tak pernah bohong (copast ala-ala iklan). Tangan mama memang pandai meracik bumbu, mengolah bahan-bahan sederhana dari dapur kami menjadi masakan gurih bin sedap mantap. Tak pernah bosan lidah kami mengecap setiap rasa yang disajikan. Ciyus !!! bahkan beberapa teman dan keluarga yang biasa ke rumah juga rindu ingin kembali icip-icip menu prasmanan yang terhidang di rumah hheheheee …

Sepiring kolak, seikat rasa

Dan kehangatan sore yang terhidang, mengalirkan cerita

Diselingi senyum dan tawa renyah

Ditemani irama hujan dan senja yang tanpa rona

Namun wajah-wajah ramah dan cerah

Dari sebuah keluarga sederhana

cukuplah !!!

Bersama, kami membuat sepenggal kisah

Dan kelak, di masa datang adalah sebuah kenangan indah

Terima kasih Mama …

‘ntahlah, hanya ingin bercerita

24 Agustus 2012. Pagi. Semangat semangat !!! it’s time toek balik kembali ke rutinitas, berkutat kembali dengan container dan segala remeh-cemehnya. Yupppp bismillah, semangat semangat !!!

Pagi ini dimulai dengan kunjungan bank. Bank pertama yang kutuju adalah Bank BCA KCP Pettarani. Saling sapa dengan Pak Muchlis-security bank-yang selalu tersenyum ramah  dan hangat, membukakan pintu kacanya. Maklumlah, nasabah lama jadinya aku dan beberapa wajah di Bank ini termasuk Pak Muchlis sudah familiar satu sama lain. “Mau ke CS, Pak !” seruku kemudian. Pak Muchlis kemudian mengarahkanku ke tempat pengambilan nomor antrian dan “Alhamdulillah, numero uno” ucapku pelan, senangnya hati. Karena dapatnya nomor satu jadi tak perlu menunggu waktu lama saat kemudian Si CS yang ramah menekan tombol dan terdengarlah suara dari mesin pemanggilnya “nomor antrian satu”.

Kurang lebih 30 menit bersama CS dan senyum dan ucapan yang ramah “terima kasih atas kunjungannya bu, ada lagi yang bisa kami bantu ??? “sementara ini dulu, trima kasih kembali”, jawabku sambil tersenyum pula. Kemudian berbalik dan berjalan menuju deretan tempat duduk menunggu antrian, merapikan kembali bawaanku dan berjalan menuju ATM, menarik lembaran-lembaran seratus ribu rupiah, membalas senyum dan ucapan ramah-terima kasih- Pak Muchlis saat membukakan kembali pintu kacanya, aku pun meninggalkan Bank BCA untuk selanjutnya menuju Bank ke dua hohohoooo.

Bank ke dua yang aku kunjungi adalah Bank Mandiri Pettarani. Letaknya tak jauh dari BCA Pettarani, hanya dibatasi oleh beberapa Ruko. Dan seperti di bank sebelumnya dan hari-hari biasanya, di sini kembali disambut dengan senyum ramah dan sapaan hangat dari security. Tujuan ke mandiri ini adalah lagi-lagi ke CS dan lagi-lagi dapatnya nomor antrian satu, Alhamdulillah !!! dan seperti di BCA tadi, aku dan wajah-wajah di sini pun sudah saling mengenal. Ada progress Ramadhan nih. Mbak Nurul Si CS yang akan aku kunjungi sekarang berjilbab ternyata, Alhamdulillah. Oh iya, tadi di BCA pun demikian, seorang teller cantiknya juga ada yang sudah berjilbab, Alhamdulillah. Di Ramadhan kemarin sih sempat dengar juga pas lagi transaksi si Tellernya nanya-nanya ke rekan-rekan tellernya “cocok gak yak klo aku jilbaban juga ?” dan gayung pun bersambut, niat baiknya direspon positif oleh rekan-rekannya dan hasilnya seperti yang ku saksikan pagi ini. Congratulation mbak-mbak ya, inilah kemenangan kalian, semoga tetap istiqomah.

Setelah urusan dengan mbak selanjutnya dengan teller cantik. Oh iya, seorang teller-mbak yuni- yang biasanya melayani kami juga rupanya sedang cuti jadinya teller kurang satu, tapi hari ini amanlah antrian juga gak rame ini.

Akhrinya kunjungan bank untuk hari ini selesai juga, it’s time to ngantor heheee … Dengan angkot kode 05, melajulah aku ke tempat yang aku sebut office.


سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

(Subhaanal ladzii sakhkhorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolibuun)

Maha Suci (Tuhan) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami

Di perjalanan, Pak sopir menyuguhkan musik yang sungguh aduhai … “di dalam gubukkk bambu tempat tinggalku di sini ku renungi nasibku … “ ahhhaaaa apa mau dikata, hobbynya Pak supir kali ya kita idem aja, mencoba menikmati saja heheheee …

“… kucing pun menari, mengajakku bercanda, hati riang membuatku bahagia … “ … Pak Supir menambah volume music gubuk bambunya setelah menurunkan seorang penumpang. Hmmm … aku hanya bisa tersenyum sendiri, menikmati kebahagiaan Pak Supir mungkin seperti kucing menari kali ya seperti lirik lagunya yang diputar beberapa kali hehehee … Kebahagiaan kecil yang meski aku tak begitu menyukai music dangdut tapi aku juga tak bisa menafikan that Dangdut is a music of my country-di dalam gubukkk bambu suka dukaku di sini ku dendangkan sejuta rasa– yang menghadirkan kebahagiaan kecil di hati seorang supir angkot-lelaki paruh baya-yang akhirnya pun menularkan kebahagiaannya pada kami meski hanya senyum-senyum kecil dari mulut kami tapi tau tidak hati ku juga ikut tersenyum menyaksikannya. Karena Bahagia itu sederhana. That’s it !!!

Sedekah … Ampuh !!!

Tausiah Yusuf Mansur :

Sedekah selamatkan karyawan dari kebakaran

Seperti biasa, selama waktu istirahat siang, Arivan yang bekerja sebagai karyawan swasta di Kota Bekasi Jawa Barat mengunjungi warung kesukaannya untuk makan. Tidak ada yang aneh siang itu, hanya saja ketika Arivan sedang makan, tiba-tiba dia diusik oleh kehadiran seorang laki-laki dengan membawa kotak amal kecil.

Sambil tangannya masih memegang sendok, diperhatikannya penampilan laki-laki itu. Memakai peci dan pakaian gamis putih. “Mohon sumbangan untuk pengembangan pendidikan anak-anak pemulung pak,” kata lelaki sambil menyodorkan kotak amal kecilnya.

Dengan menganggukkan kepalanya, segera Arivan merogoh sakunya dan memberikan sebagian uang sakunya. “Terima kasih pak, semoga barokah,” jawab lelaki itu sambil berpaling meninggalkan Arivan. Setelah selesai makan siang, Arivan segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.

Jam pulang kantor telah datang, dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya, dia menyusuri kemacetan kota Bekasi hingga sekitar pukul 20.00 WIB dia sampai di rumahnya.

“Malam itu saya memasak air dengan teko listrik pemasak untuk mandi air hangat,” kata Arivan dikutip Ustaz Yusuf Mansur.

Sambil menunggu air panas, Arivan melihat televisi di ruang tamu. Namun karena kelelahan, pria bujang itu tertidur sampai pagi hari saat azan Subuh berkumandang. Tidak satupun saudara atau orang tuanya membangunkan ketika masakan airnya mendidih.

Terkejut bangun pagi hari, dia langsung berlari menuju teko listrik yang berada di dapur rumahnya. Dilihatnya kabel teko pemasak air masih terhubung ke sambungan utama listrik, dengan elemen pemanas yang sudah gosong dan air di dalamnya sudah menguap habis.

Mengetahui kondisi itu, Arivan heran. Menurutnya tidak mungkin teko hanya gosong, secara umum seharusnya teko meledak dan menimbulkan kebakaran. Setelah lama merenungi, Arivan teringat sedekah yang diberikannya kepada lelaki yang mengganggunya makan siang hari sebelumnya.

Alhamdulillah, sedekah menghindarkan rumah saya dari kebakaran,” pungkasnya.

Sedekah memang ajaib, Subhanallah, that’s it !!!

sumber cerita : http://www.merdeka.com/ramadan/sedekah-selamatkan-karyawan-dari-kebakaran-tausiah-yusuf-mansur.html

DARI ATAS SATU TANAH TEMPAT KITA BERPIJAK

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
Senandung cerita lirih hati yang tak bertepi Pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin Ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin Semilir hidup dan sebuah kalimat mungkin
Pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri Membelai hidup yang tak memerlukan terima kasih

Maka, maafkanlah…
Hadapi hidup ini apa adanya Hidupi hidup dengan iman dan kesabaran
Enyahkan kejenuhan hidupmu buanglah rasa cemas Bersyukurlah seluas langit dan bumi
Tinggalkan kekosongan harimu dalam rencana esok pada kehidupan di hari yang lain
Tanyakan pada dirimu akan kesantunan yang selalu terabaikan !

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Peliharalah, peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh Menakhlukkan pedih menjadi peluru
Bernafas seperti batu, menjadi
singa dalam kejayaan matahari Menjaga malam bersama tamaknya ibadah para rahib rabbani
Mensyukuri semesta barsama para penjaga purnama Menikahkan jiwa bersama dakwah
Mencumbu cinta didalam jihad Bekali perjalanan bersama Allah dan RasulNya Membalut hati tanpa retorika

Siapkah kau jika hari menjadi pedang dan kesempatan kedua tak lagi memilki sarang Bertarung manjaga cinta dalam kesepian
Membunuh waktu dalam harapan Karena lahir adalah untuk melihat kenyataan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Pada lautan airmata kita belajar
Pada kepedihan yang mendidik kita tuk tak gentar Bertahan menjadi akar, bersemi pada keteguhan yang mekar

Celakalah para humazah dan lumazah Neraka serapah jelantah Kebutuhan jiwa di alam barzakh

Menebar jejak misteri syafaat dan kesolehan Pada saat setiap telusuri sahara jiwa dan keabadian Didekat jasad syahid hamzah Temukanlah ibroh bukit uhud dari profil mini musoirah

Begitulah sejarah menuntut kita tuk bangkit kembali Meniti tangga hari walau berulang terjatuh bangkit dan kembali terjatuh

Berdiri dan optimislah! Karena kita adalah pewaris Rasulullah diajarkan bersabar diantara lapisan batu penduduk Thaif

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh…

Low quality image of the historical "seal...

Low quality image of the historical “seal of Muhammad”, with some added artistic decoration (and an illegible copyright notice). The seal itself is found on letters sent from Muhammad. The text reads “Muhammad rasul Allah (Muhammad is the messenger of God). (Photo credit: Wikipedia)

Ada sedih, ada duka. Tapi ku yakin Dia Maha tahu yang terbaik. ‘ Ya Allah, ampuni Bapak, angkatlah sakitnya. Demikian munajat terakhirku sebelum Dia menunjukkan Takdir dan Kehendak Nya bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Innaalillaah wa innaa ilaihi rooji’un. Dan bahwa hari-hari selanjutnya akan terasa berbeda, tapi live must go on. Aku harus melanjutkan hidup yang telah tertakdirkan padaku.

“Ya Rabb, ampuni segala dosanya, lapangkan alam kuburnya, jauhkan ia dari azab kubur dan api neraka”, dan satukan kami kelak di tempat yang Engkau ridhai”. Amin.

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang telah menjadi bagian hidupku
Seorang lelaki yang telah mengajarkanku bagaimana mencintaiMu
Seorang lelaki yang hadir dalam setiap doa setelah shalatku
Seorang lelaki yang meletakkan namaku dalam lantunan doanya untukMu
Seorang lelaki yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuku, Ibu, adik-kakakku, dan untukMu
Seorang lelaki yang selalu menasehatiku untuk membakar kelemahan dan kekuranganku
Seorang lelaki yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi sedihnya
Seorang lelaki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang lelaki yang menjadi pemimpinku di saat aku kehilangan arah
Seorang lelaki yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang lelaki yang selalu mengingatkanku akan mimpi besarku
Seorang lelaki yang menjadi pahlawan dalam keluargaku
Seorang lelaki yang ku ingin untuk mendampingiku menuju JannahMu

Dan akhirnya, Kami atas nama Kel. Muh. Yusuf Alm. menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa, perhatian dan bantuan Bapak/Ibu,Saudara, Rekan-rekan dan Sahabat sekalian yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Semoga beliau mendapatkan ampunan dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga kami, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan keikhlasan dan karunia-Nya. Semoga pula amal, keikhlasan dan budi baik Bapak/Ibu, Saudara, Rekan, Sahabat semuanya mendapatkan pahala yang setimpal. Amin.